Injil Yohanes 9:1, 6-9, 13-17, 35-38;
Yoh 9:1
Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
-------
Yoh 9:6
Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludahnya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
Yoh 9:7 d
dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
Yoh 9:8
Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"
Yoh 9:9
Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."
--------
Yoh 9:13
Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.
Yoh 9:14
Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.
Yoh 9:15
Karena itu orang-orang Farisipun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."
Yoh 9:16
Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
Yoh 9:17
Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."
--------
Yoh 9:34
Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
Yoh 9:35
Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
Yoh 9:36
Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
Yoh 9:37
Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
Yoh 9:38
Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.
----------
"Aku percaya, Tuhan!"
Saudaraku,
jika kita benar-benar dapat menjawab “Tuhan, aku percaya,” maka kita dapat menjadi bagian dari kisah yang hanya memiliki akhir yang bahagia. Kita dapat memandang kematian sebagai transisi dari kehidupan pelayanan yang penuh kasih menuju kehidupan kemuliaan surgawi.
Kita dapat menjadi bagian dari kemenangan yang tidak memiliki tingkatan kekalahan.
Saudaraku,
hati nurani moral kita diberikan agar ketika kita jatuh ke dalam dosa, kita dapat mengenali tindakan tersebut sebagai sesuatu yang merugikan diri sendiri dan orang lain, bertobat, mengaku dan diampuni.
Rahmat Tuhan sangat dalam dan kekal.
Tetapi bagaimana jika kita tidak bertobat?
Bagaimana jika kita terbiasa berbuat dosa?
Setiap pengulangan dosa akan semakin menumpulkan hati nurani kita.
Sebelum kita menyadari apa yang terjadi, kita kecanduan pada kesenangan sesaat perbuatan-perbuatan jahat.
Pikiran kita menjadi kacau, bingung dan kita mulai berpikir bahwa apa yang kita lakukan itu baik, bahkan hak kita.
Kita bahkan mungkin bergabung dengan orang lain yang kecanduan perilaku merusak diri sendiri.
Di masa Prapaskah ini, gereja mengajak kita untuk melihat "kesehatan rohani kita", kita memohon rahmat yang kita butuhkan dari Roh Kudus untuk menjadi "berguna" bagi Allah.
Saudaraku,
hati-hati kita memiliki titik buta, prasangka, gagasan dan persepsi yang bahkan tidak kita pikirkan untuk diubah.
Titik buta ini merupakan hambatan besar dalam perjalanan rohani kita.
Menyangkal ketidaksempurnaan berarti mengingkari diri sendiri, karena menjadi manusia berarti tidak sempurna.
Menerima ketidaksempurnaan kita adalah dasar penyembuhan.
Menemukan dan menerima kebutaan kita adalah dasar untuk menerima penglihatan dari Tuhan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 15 Maret 2026
Tuhan Yesus
Engkau nyatakan belas kasih dan kuasaMu dalam kehidupan kami setiap hari
Semuanya itu menjadi kekuatan kami untuk tetap setiap hidup bersamaMu
Kami mohon tambahkanlah iman kami dan berilah kami rahmat kekuatan untuk hidup setia dalam kehendakMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa