Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 15:3-7;
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
Luk 15:4
"Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
Luk 15:5
Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
Luk 15:6
dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangga serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
Luk 15:7
Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."
--------
Pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya
Saudaraku,
apakah Saudara yakin tidak tersesat?
Mari saya ajak masuk dalam permenungan:
Kita telah dibaptis
Kita selalu mendengar Firman Tuhan.
Kita rajin ibadat.
Kita aktif dalam kegiatan gereja.
Bukankah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat juga demikian?
Tetapi mereka tersesat dalam "kesombongan agama".
Saudaraku,
semua kegiatan rohani dan taat kepada ajaran gereja itu sangat baik.
Tetapi apakah kita yakin masih berada dalam kawanan domba Allah?
Domba MENDENGAR dan MENGENALI suara gembalanya.
Domba mengikuti gembalanya.
Saudaraku,
kita bisa tersesat dalam kemarahan.
Kita bisa tersesat dalam kebencian.
Kita bisa tersesat dalam kesombongan.
Kita bisa tersesat dalam kekhawatiran.
Kita bisa tersesat dalam kesedihan.
Kita bisa tersesat dalam kekayaan.
Kita bisa tersesat dalam kehormatan.
Dan lain sebagainya.
Maka mari kita melihat keadaan diri kita dengan jujur, jangan mencoba menipu diri sendiri.
Arahkan mata dan telinga kita hanya kepada Sang Gembala kita.
Ikuti langkah-Nya dan lakukan perintah-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selaema-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 24 Juni 2022
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau panggil kami masuk dalam kawanan domba-domba-Mu
Engkau membawa kami ke padang yang berumput hijau
Engkau menjaga kami dengan sabar dan penuh kasih
Engkau tidak akan membiarkan kami tersesat
Maka kami mohon ajarilah kami mengucap syukur dalam segala keadaan
Supaya kami tidak tersesat ke dalam kebisingan duniawi
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 1:57-66. 80;
Luk 1:57
Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
Luk 1:58
Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
Luk 1:59
Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
Luk 1:60
tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."
Luk 1:61
Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian."
Luk 1:62
Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.
Luk 1:63
Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya.
Luk 1:64
Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.
Luk 1:65
Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.
Luk 1:66
Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
--------
Luk 1:80
Adapun anak itu bertambah besar dan makin kuat rohnya. Dan ia tinggal di padang gurun sampai kepada hari ia harus menampakkan diri kepada Israel.
--------
"Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia
Saudaraku,
kisah Yohanes Pembaptis bisa penjadi pengingat kita bahwa kita pun "dipersiapkan" Allah, untuk "membawa" setiap orang di hidup kita kepada Tuhan Yesus.
Kita harus percaya bahwa hidup kita pun telah ditentukan oleh Allah untuk mewartakan keselamatan dan menghadirkan belas kasih Allah.
Kita harus setia dan memiliki integritas dalam panggilan itu.
Saudaraku,
menarik untuk permenungan kita, Zakharia bisu sesaat setelah merima kabar bahwa Elsabet istrinya akan mengandung sampai kelahiran Yohanes pembaptis.
Menjadi tanda bagi Zakharia bahwa Allah "sedang bekerja", seolah-olah Allah berkata: Diam, jangan berkata-kata, biarkan Saya bekerja.
Ada saatnya kita "diam" dan membiarkan Allah yang berbuat segala sesuatu dalam hidup kita.
Permenungannya: janganlah kita mudah percaya kepada setiap perkataan atau dorongan, tetapi pertimbangkanlah setiap perkara dengan tenang dan seksama.
Dengan demikian kita bisa menyadari bahwa kita manusia cenderung "cinta diri".
Jika tidak bisa mengalahkan diri, bisa menjadi awal dari timbulnya keinginan jahat.
Maka janganlah tergesa-gesa dalam segala hal.
Pertimbangkanlah segala sesuatu dengan menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Supaya bijaksana dalam segala hal, dalam ucapan, tingkah laku dan perbuatan.
Maka setiap orang dikehidupan kita melihat dan merasakan Allah yang hidup.
Terpujilah Allah sekarang dan selaema-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 23 Juni 2022
Allah Bapa kami
Engkaulah yang membawa kami kepada Putera-Mu Tuhan Yesus
Sebab Engkau menghendaki kami supaya hidup kami menjadi kabar baik dan membawa belas kasih-Mu
Maka dengan sungguh hati kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Untuk mengalahkan keinginan kami supaya kami hanya taat kepada rencana dan perintah-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Matius 7:15-20;
Mat 7:15
"Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.
Mat 7:16
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri?
Mat 7:17
Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
Mat 7:18
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
Mat 7:19
Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
Mat 7:20
Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.
--------
Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka
Saudaraku,
sangat menarik, Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita untuk waspada terhadap nabi-nabi palsu.
Tuhan Yesus sangat mengenal manusia ciptaan-Nya, mudah tergoda dan tertipu hanya oleh pendengaran dan penglihatannya.
Di dunia ini "ada banyak perbuatan jahat yang tersembunyi."
Beberapa kejahatan nampak jelas terlihat, tetapi ada banyak kejahatan yang dipoles atas nama kemanusiaan bahkan tidak sedikit yang mengatasnamakan agama.
Semoga mata kita melihat.
Saudaraku,
saya ingatkan kembali bahwa kita umat kristiani oleh karena Roh Kudus, kita bisa melihat dari dimensi Allah.
Jadi tidak mungkin tersesat, jangan mau ditipu oleh kelicikkan duniawi.
Kita sangat tahu dan benar-benar tahu, mana pekerjaan Allah dan mana pekerjaan manusia.
Sedangkan orang-orang dunia hanya berjalan dalam kebimbangan, karena semua hanya katanya dan semoga.
Jadi jika seorang kristiani hidupnya menyimpang dari jalan Allah, itu adalah kesengajaan.
HATI-HATI! jangan tertipu oleh "rasa cinta diri."
Saudaraku,
berulang kali kita merasa tidak tenteram saat tergoda oleh kesombongan dan kekikiran.
Hati-hati sesaat lagi, kita bisa tergoda dan terkalahkan, lalu terpenjara olehnya.
Maka mari waspada dalam segala hal, bukan hanya tentang ajaran-ajaran dari luar diri, tetapi juga "nabi palsu dalam diri kita sendiri."
Kenali semua "hawa nafsu" yang TIDAK mendekatkan diri kepada kedamaian hati.
Terpujilah Allah sekarang dan selaema-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 22 Juni 2022
Tuhan Yesus
Saat hati dan pikiran kami menyimpang
Roh Kudus selalu berteriak dengan sangat lantang
Namun suara kepalsuan terdengar lebih merdu dan menarik hati
Oleh karena itu setiap detik kami memerlukan Engkau
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 7:6, 12-14;
Mat 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
-------
Mat 7:12
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat 7:13
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
--------
Jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu.
Saudaraku,
Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.
Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Ketika Roh Kudus mendorong kita untuk "memberi", kita harus sungguh-sungguh menanggapi itu dengan bijaksana.
Jika kita mencari penghiburan di setiap "perbuatan baik", itu bukan perintah Roh.
Dan sia-sia seperti melempar mutiara kepada anjing.
Hati-hati, jangan ikut dengan orang-orang dunia, yang "menjalankan perintah agamanya hanya untuk mendapatkan penghiburan".
Jangan pula ikut orang-orang dunia yang "takut kepada Allah", karena Allah-nya "PENGHUKUM."
Saudaraku,
Tuhan Yesus adalah Allah, Ia rela menjadi manusia supaya DEKAT dan supaya merasakan sendiri belas kasih Allah yang besar itu.
Kita mengikut Tuhan Yesus, karena "takut kepada Allah yang baik".
Jadi melakukan perbuatan yang baik karena telah menerima kebaikan dari Allah, bukan karena TAKUT HUKUMAN.
Dalam bahasa jawa ada kata yang lebih tepat yaitu "sungkan", taat kepada perintah karena telah menerima perlakuan baik.
Saudaraku,
Roh Kudus selalu menuntun kita supaya tetap berada di jalan Allah.
Roh Kudus selalu mendorong kita untuk melakukan perbuatan baik dan tetap rendah hati.
Roh Kudus *memberikan penglihatan*, supaya kita tidak mencari penghiburan dalam setiap perbuatan baik yang kita lakukan.
Maka, mari kita taat kepada Roh, jika tidak, kita akan tersesat dan mati dalam keinginan diri.
Terpujilah Allah sekarang dan selaema-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 21 Juni 2022
Allah Bapa kami
Cahaya-Mu selalu menerangi langlah kaki kami
Firman-Mu yang mengendalikan mulut kami
Dan kuasa-Mu memberikan kekuatan kepada kami
Supaya kami tetap hidup dalam belas kasih-Mu
Maka pantaslah kami untuk memuji dan memuliakan Engkau setiap hari
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Matius 7:1-5;
Mat 7:1
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Mat 7:2
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mat 7:3
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Mat 7:4
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Mat 7:5
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
-------
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu
Saudaraku,
orang-orang munafik berperan sebagai Tuhan, sedangkan dia sendiri "tidak mengenal Tuhan".
Saat seseorang munafik mengatakan orang lain kafir, sesungguhnya ia sendiri kafir.
Sebab orang yang sungguh-sungguh melihat Allah, ucapan dan perbuatannya seperti Allah.
Saudaraku,
jaga hati kita, jaga penglihatan kita supaya tetap teguh kepada Tuhan.
Jangan pedulikan pendapat orang lain.
Jika hati nurani kita bersih pasti kita berada di jalan yang benar.
Dan jika kita bersama Allah, kita tidak pernah tertarik untuk "menilai orang lain."
Namun selama kita masih ada di dunia ini, godaan-godaan daging selalu datang setiap detik.
Oleh karena itu, setiap detik kita harus membangun kesadaran bahwa kita adalah anak-anak Allah yang hanya melakukan perbuatan-perbuatan Allah.
Saudaraku,
jangan pernah main-main dengan kekristenan kita.
Kita telah dipilih untuk menghadirkan belas kasih Allah.
Mata kita melihat dan telinga kita mendengar, jadi hiduplah seperti Allah.
Tolaklah dengan tegas dan keras segala tipu daya keinginan daging.
JANGAN MUNAFIK.
Terpujilah Allah sekarang dan selaema-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 20 Juni 2022
Tuhan Yesus
Tanpa Engkau mata ini buta
Tanpa Engkau telinga ini tuli
Terimakasih Engkau nyatakan jalan-Mu dan perbuatan-Mu dalam hidup kami
Kami tidak lagi hidup dalam kebimbangan
Dan Kau penuhi kami dengan belas kasih-Mu
Kami mohon berilah kami kekuatan untuk menolak perkataan dan godaan duniawi
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
