"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 7:36-50;

Saya kutip ayat 37-43:

Luk 7:37
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
Luk 7:38
Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
Luk 7:39
Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."
Luk 7:40
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru."
Luk 7:41
"Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
Luk 7:42
Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"
Luk 7:43
Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."
-----------
Luk 7:48
Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."
Luk 7:49
Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"
Luk 7:50
Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!"
-----------

Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!

Saudaraku,
iman seperti apa yang menyelamatkan perempuan yang berdosa itu?
Perempuan yang berdosa itu mengenali dosanya dan mengakui ia telah bedosa lalu datang kepada Tuhan Yesus memohon pengampunan.

Sudaraku,
iman yang benar dalam Tuhan Yesus adalah iman yang mampu mengubah hidup seseorang, tidak lagi menjadi HAMBA DIRI, lalu hidup sebagai hamba Tuhan.
Artinya tdak lagi melayani semua keinginannya, namun akan "melihat dan mempertimbangkan" keinginannya itu dengan "iman".
Sehingga hidupnya hanya melayani kehendak Tuhan.

Saudaraku,
merubah diri sendiri itu tidak mudah, harus ada kemauan yang sangat kuat dan sanggup untuk mati raga.
Mati raga bukan hanya tentang puasa, tetapi mematikan segala keinginan cinta diri.
Contohnya pelit itu karena cinta diri, takut dirinya sendiri kekurangan, meremehkan penyertaan Tuhan.
Mudah marah itu juga salah satu bentuk cinta diri.
Maka marilah kita dengan rendah hati mohon kepada Tuhan Yesus untuk meningkatkan iman kita.
Ia  aka selalu menerangi hati dan pikiran kita sehingga kita dapat membedakan jalan dunia dan jalan sebagi seorang yang beriman dalam Tuhan Yesus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 16 September 2021

Tuhan Yesus Kristus
Perbuatan-Mu nyata dalam hidup kami
Menjadi teladan bagi hidup kami
Engkau memberikan kekuatan kepada kami
Untuk setia dan melakukan kehendak-Mu
Terimakasih ya Tuhan
Kami mohon terimalah perbuatan baik kami
Ampunilah semua kekurangan kami
Dan berilah kami keberanian untuk menolak semua bentuk cinta diri

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa

*Rabu 15 September 2021 Peringatan Wajib St. Perawan Maria Bedukacita*Injil Yohanes 19:25-27;

Yoh 19:25
Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
Yoh 19:26
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
Yoh 19:27
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
-------------

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"

Saudaraku,
Tuhan Yesus dan Bunda Maria mengajarkan kepada kita tentang ketaatan melalui penderitaan.
Seorang karyawan yang memperoleh gaji yang cukup, beban pekerjaan tidak berlebih dan jenjang karirnya pasti, ia akan sangat mudah untuk taat dan setia.
Tetapi apakah semua karyawan taat dan setia? Menurut saya tidak.
Sangat umum dan tentunya kita sering mendengar kalimat "kurang bersyukur".
Banyak orang yang kurang bijaksana dalam menyikapi ketidaknyamanan, karena ia selalu mengukur setiap kejadian dengan pemahaman dan keinginannya sendiri.
Maka segala hal yang terjadi yang tidak sesuai harapan dan keinginan selalu dianggap derita.

Saudaraku,
berbahagialah kita karena Injil mengajarkan kepada kita untuk selalu mengucap syukur.
Berbahagialah kita karena kita memiliki Tuhan yang menjadi manusia yang menerima caci maki dan mengalami penderitaan seperti kita.
Berbahagialah kita karena para rasul dan orang-orang kudus memberikan teladan kepada kita.
Berbahagialah kita karena Tuhan Yesus memberikan ibu-Nya kepada kita: "Inilah ibumu!".
Dan berbahagialah kita karena mata kita melihat ada keselamatan didalam salib Kristus.
Kita sanggup mati raga, sanggup mengalahkan diri sendiri supaya rencana Allah yang terjadi.
"aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu"(Bdk Luk 1:38)
Sehingga hari ini kita tetap teguh dalam iman dan selalu mengucap syukur jika mengalami pencobaan dan penderitaan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 15 September 2021

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau memberikan Bunda Maria kepada kami
Menjadi teladan kami
Sehingga kami sanggup mengalahkan cinta diri
Dan hidup seturut dengan kehendak-Mu
Kami mohon ajarilah kami untuk taat dan setia

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa

Konon ketika raja Persia menaklukkan Tanah Suci dan menduduki Yerusalem, ia merampas Salib Yesus dan membawanya ke Persia.
Tetapi tidak lama kemudian ketika Kaisar Romawi Heraklius mengalahkan Persia, Salib Tuhan itu dikembalikan atas tuntutannya.
Heraklius sendiri memikul Salib Tuhan itu hingga ke puncak Golgotha.
Pada abad keempat, Salib itu ditemukan oleh Santa Helena, ibu Kaisar Konstantinus Agung.
Sebuah gereja dibangun di sana sebagai penghormatan terhadap Salib Tuhan itu.
Hari ini Gereja merayakan pesta Salib Suci.
Pemuliaan Salib Tuhan ini dikaitkan dengan penemuannya oleh Santa Helena.
Lebih dari itu pesta ini lebih merupakan ungkapan iman Gereja terhadap Salib Yesus sebagai jalan keselamatan.
(Sumber: imankatolik)

Injil hari ini:
Yohanes 3:13-17;

Yoh 3:13
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Yoh 3:14
Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
Yoh 3:15
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Yoh 3:17
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
-----------

Demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal

Saudaraku,
tidak ada jalan lain untuk menuju kehidupan dan ketentraman batin, kecuali lewat salib suci dan mati raga setiap hari.
Kita bisa menuruti kemaun dan keinginan kita sendiri, namun kita akan selalu berjumpa dengan penderitaan dan kesengsaraan.
Dimana-mana kita akan bertemu dengan salib.
Berupa sakit badani ataupun kesulitan-kesulitan batin.

Saudaraku,
kita mampu bertahan dalam setiap ketidaknyamanan oleh karena iman, oleh karena salib Kristus.
Sehingga dalam segala keadaan, hidup kita tidak "mencemarkan nama Allah".
Dalam rumah tangga misalnya, jika masing-masing tidak mau menyalibkan dirinya, keluarga itu tidak akan bisa bertahan.
Demikian pula dalam kehidupan bermasyarakat ataupun dalam bekerja, jika masing-masing ingin menuruti keinginannya sendiri maka akan rusak.
Maka jika kita ingin memperoleh ketentraman batin di dunia ini, kita harus sanggup memikul salib kita sendiri.
Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?(Luk 24:26)
Jika demikian, mengapa kita ingin menghindari salib?
Penghalang kita adalah "keinginan daging", jika kita tidak sanggup menyalibkan daging, kita tidak akan memperoleh kehidupan kekal bersama Bapa di surga.
Manusia tidak pernah puas dengan pencapaiannya, bukankah itu penderitaan?
Jika ada yang mengatakan tidak, ia sedang menipu dirinya sendiri.
Kita akan mengalami surga di dunia ini, jika kita mampu menikmati pencobaan-pencobaan demi melakukan kehendak Tuhan Yesus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 14 September 2021

Tuhan Yesus Kristus
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami sanggup mengalahkan keinginan daging dan bertekun dalam iman
Pengajaran-Mu jelas dan teladan-Mu nyata
Tidak ada alasan sedikitpun untuk takut melalui pencobaan-pencobaan
Maka kami mohon kuasailah keinginan kami
Supaya dalam segala keadaan kami hanya melakukan kehendak-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 7:1-10;

Luk 7:1
Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
Luk 7:2
Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
Luk 7:3
Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
Luk 7:4
Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
Luk 7:5
sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
Luk 7:6
Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
Luk 7:7
sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Luk 7:8
Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
Luk 7:9
Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
Luk 7:10
Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.
-----------

Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!

Saudaraku,
hari ini Peringatan Wajib St. Yohanes Krisostomus, Santo pelindung dan pembimbing saya dan hari ulang tahun saya.
Yohanes dikenal sebagai seorang uskup yang saleh.
Kotbah dan tulisan-tulisannya sangat berbobot dan menjadi saksi akan kefasihannya dalam berbicara.
Oleh karena itu, ia dijuluki "Krisostomus" yang artinya "Si Mulut Emas."
Dalam kotbah dan tulisan-tulisannya dapat terbaca keprihatinan utama Krisostomus pada masalah keadilan dan penerapan ajaran Kitab Suci, baik oleh umat maupun oleh rohaniwan-rohaniwan.
(Sumber: imankatolik.or.id)
Saya tidak pandai berbicara seperti Yohanes Krisostomus dan tulisan saya pun tidak berbobot.
Dalam keterbatasan, saya selalu mohon bimbingan kepada Tuhan Yesus dan St. Yohanes Krisostomus, untuk tetap setia menulis kebersamaan saya bersama Tuhan Yesus.
Terimakasih untuk semua pembaca renungan harian, melalui WA ataupun yang setia membaca di http://kitadiustus.org.
Saya percaya Saudaraku semua senantiasa mendoakan saya.
Saya menulis bukan karena saya merasa sucii ataupun saya merasa bisa, namun saya hanya sekedar berbagi pengalaman iman dalam Kristus.

Saudaraku,
sebagai umat kristiani marilah kita selalu memohon kepada Tuhan Yesus, supaya meningkatkan iman kita.
Supaya kita tidak kehilangan pengharapan dan supaya kita dapat dengan jelas melihat mana jalan dunia dan jalan kita sebagai anak-anak Tuhan.
Sehingga dalam segala keadaan dan segala hal kita hanya mengandalkan Tuhan Yesus.
Saya ingatkan kembali Tuhan Yesus tidak pernah berubah, yang diperlukan adalah orang-orang beriman, maka keajaiban-keajaiban dalam Injil terulang lagi.
Maka mari senantiasa melihat dengan "kacamata iman", supaya kita tidak tersesat dalam pertimbangan-pertimbangan duniawi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 13 September 2021

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau membuka mata kami
Sehingga kami melihat pemeliharaan-Mu
Terimakasih Engkau membuka telinga kami
Sehingga kami mendengar perintah-Mu
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya dalam segala keadaan kami tetap setia kepada-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Markus 8:27-35;

Mrk 8:27
Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"
Mrk 8:28
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi."
Mrk 8:29
Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!"
Mrk 8:30
Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapapun tentang Dia.
Mrk 8:31
Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari.
Mrk 8:32
Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.
Mrk 8:33
Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."
Mrk 8:34
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Mrk 8:35
Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.
-----------

Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku

Saudaraku,
kita semua mengetahui dan menyadari bahwa mengikut Kristus itu sangat berat karena tantangan utamanya adalah "diri sendiri".
Rasul Paulus mengajarkan kepada kita:
Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.(Rm 13:14)
Keinginan daging selalu bertentangan dengan keinginan roh, dengan demikian harus tegas menolak keinginan daging.
Dan...  mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.(Bdk Pkh 1:8)

Saudaraku,
jangan berdiri terlalu lama diantara 2 pilihan, 100% pasti akan kalah dan menjadi budak daging.
Seperti Tuhan Yesus, kita harus berani melalui seluruh penderitaan daging, dan memikul salib.
Ketenangan dan kententraman tidak mungkin diperoleh tanpa perjuangan dan kesusahan.
Maka marilah kita selalu melatih diri untuk bersabar dan selalu siap memerangi hawa nafsu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 12 September 2021

Tuhan Yesus Kristus
Setiap hari kami membutuhkan terah Roh Kudus-Mu
Dan membutuhkan rahmat kekuatan-Mu
Untuk menolah semua keinginan daging
Supaya keinginan-keinginan kami tidak membawa kami kepada kematian
Sebab daging ini takut menderita dan selalu menuntut kenikmatan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa