Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 11:16-19;
Mat 11:16
Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
Mat 11:17
Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
Mat 11:18
Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
Mat 11:19
Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."
------------
Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung
Saudaraku,
bangsa Israel memang keras kepala, banyak nabi yang hadir ditengah mereka namun hampir semuanya ditolak.
Yohanes Pembaptis dianggap terlalu suci mengusik hati raja lalu dipenjara.
Tuhan Yesus dianggap tidak cukup suci bergaulnya dengan pelacur dan pemungut cukai.
Saudaraku,
bagi kita dalam gereja katolik ada banyak Santo dan Santa yang semasa hidupnya ditolak, disiksa dan dibunuh.
Melalui para Santo dan Santa kita bisa melihat bahwa Allah tidak akan pernah berhenti bekerja sampai akhir zaman.
Allah sangat mengasihi kita, sehingga Ia selalu berusaha mendekati kita dengan berbagai cara supaya kita hidup dalam damai dan sukacita-Nya.
Lalu permenungannya:
Apakah telinga kita mendengar kidung surgawi dan apakah mata kita melihat pekerjaan Allah?
Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil._(Bdk Mat 11:25)
Saudaraku,
tanpa kerendahan hati kita tidak akan bisa melihat Allah.
Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.(Yak 4:10)
Namun sayang sekali masih banyak yang menganggap "iman" adalah fantasi.
Pendengaran dan penglihatannya akan Allah bias oleh karena kenyataan yang selalu menuntut kehormatan dan kenikmatan.
Lagi pula salah jika kita mencari kerendahan hati diatas panggung.
Kerendahan hati hanya bisa dicapai saat kita bisa menikmati keadaan dibelakang panggung, walaupun sesungguhnya kita adalah kreatornya.
Maka marilah kita buka mata dan telinga hanya kepada Allah, supaya kita selalu hidup dalam KEHADIRAN-NYA.
Sebab hidup dalam kehadiran-Nya, kita tidak akan lagi rakus dan tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang sementara.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 11 Desember 2020
Allah Bapa kami
Engkau memberikan pengetahuan dan kepandaian untuk menyatakan kuasa dan kehadiran-Mu
Kami selalu menyadari itu ya Bapa
Oleh karena itu kami mohon penyertaan-Mu
Supaya kami tidak terjebak oleh budi dan pikiran
Sehingga apapun pencapaian kami
Kami tetap tunduk kepada perintah-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Matius 11:11-15;
Mat 11:11
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
Mat 11:12
Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
Mat 11:13
Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
Mat 11:14
dan?jika kamu mau menerimanya?ialah Elia yang akan datang itu.
Mat 11:15
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
------------
Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!
Saudaraku,
ada banyak nubuat para nabi yang tercatat dalam Injil.
Dengan sangat nyata bahwa nubuat-nubuat itu menjadi "pengharapan" bagi setiap orang yang mendengar dan percaya.
Hidup manusia tidak pernah bisa dipisahkan dengan "pengharapan", sebab esok hari adalah ketidakpastian.
Saudaraku,
pengharapan memberikan kekuatan dan menumbuhkan kesabaran dalam menunggu.
Seperti petani menunggu panen tiba, Injil mengajarkan kepada kita bahwa kita pun hidup dalam pengharapan menunggu saat panen tiba.
Dan dalam Injil Matius pagi ini Tuhan Yesus memerintahkan kepada kita supaya menggunakan telinga kita selama kita hidup dalam pengharapan.
Artiya Allah senantiasa membimbing kita agar kelak kita bisa menikmati saatnya panen tiba.
Saudaraku,
tentunya kita sangat sadar dan paham betul bahwa pengetahuan dan kecerdasan bisa saja menipu.
Ada banyak orang cerdik pandai yang telinganya tidak mendengar suara Allah.
Maka jika kita hanya bersandar kepada pengetahuan dan kecerdasan manusia, kita akan tersesat.
Sebab manusia selalu cenderung membanggakan dirinya sendiri, lalu akan mengabaikan Suara Allah.
Mari senantiasa membuka telinga untuk mendengarkan pertimbangan-pertimbangan Allah.
Supaya kelak pada saat panen itu tiba didapatinya kita setia hidup dalam pengharapan di dalam Kristus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 10 Desember 2020
Tuhan Yesus Kristus
Dengan cinta kasih yang sangat besar Engkau mendatangi kami
Dan dengan sabar Engkau membuka hati dan pikiran kami
Sehingga mata kami melihat karya-Mu
Dan telinga kami mendengar perintah-Mu
Puji dan syukur kami haturkan kepada
Dan kami mohon hiburlah kami dan kuatkanlah kami
Supaya kami setia hidup dalam pengharapan
Tidak mudah tergoda dengan gemerlapnya dunia
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Matius 11:28-30;
Mat 11:28
Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
Mat 11:29
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Mat 11:30
Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."
-------------
Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku
Saudaraku,
"kuk" adalah untuk dipasang pada 2 sapi biasanya saat untuk membajak sawah.
Jika "kuk" dipasang di seekor sapi bukan lagi kuk tetapi "jerat".
Ada sebuah cerita:
Ada seorang yang berjalan dengan memanggul 1 karung ubi.
Sebuah mobil pickup berhenti dan si sopir menawarkan bantuan tumpangan.
Lalu orang tersebut naik ke mobil pickup dan betapa kagetnya saat si sopir melihat bahwa orang tersebut tetap memanggul karung ubinya, tidak menaruhnya di lantai bak mobil.
Si sopir menghentikan mobilnya dan menyuruh meletakkan karung itu di mobil.
Orang tersebut menjawab: saya takut mobilnya tidak kuat.
Saudaraku,
St. Petrus menegaskan kembali kepada kita: Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.(1Pet 5:7)
Ternyata berserah diri kepada Tuhan bukan perkara yang mudah, sebab terlalu sering kita tidak menyadari kehadiran-Nya.
Tidak banyak orang yang mengambil keputusan dengan melibatkan Allah, mempertimbangkan bersama Allah.
Dan jika kita mau jujur, terlalu sering kita hidup seakan-akan Allah hanya ada di langit nun jauh disana.
Maka mari membiasakan diri dengan berbagai cara mengarahkan hati dan pikiran kita kepada kehadiran Allah.
Ia mengetahui dan memberikan apa yang kita butuhkan BUKAN apa yang kita inginkan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 9 Desember 2020
Tuhan Yesus
Hari-hari kami gembira bersama Engkau
Terimakasih Engkau telah menganugerahi kami ini dan itu
Dan Engkau menemani kami siang dan malam
Kami percayakan kehendak kami kepada-Mu ya Tuhan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 1:26-38;
Saya kutip ayat 26-33, 38;
Luk 1:26
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
Luk 1:27
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Luk 1:28
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Luk 1:29
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Luk 1:30
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Luk 1:31
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Luk 1:32
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
Luk 1:33
dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
-----------
Luk 1:38
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
-----------
Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu
Saudaraku,
aku ini hamba Tuhan, kalimat yang sangat sederhana namun mengungkapkan kerendahan hati yang sangat-sangat mendalam.
Menjadi permenungan kita pagi ini, apakah kita berani mengakui kelemahan diri kita dengan rendah hati?
Demikian pula apakah kita mampu mengerjakan segala sesuatu sendirian?
Saudaraku,
orang tidak akan pernah menghargai penyertaan dan pertolongan Allah dalam hidupnya, apabila selalu merasa puas dengan diri sendiri.
Orang tidak pernah bisa menghargai orang lain, apabila ia tidak mau mengakui bahwa dirinya adalah pengemis.
Siapakah yang bisa hidup sendiri? Bukankah kita semua ini pengemis?
Pencapaian kita saat ini, perolehan kita saat ini bukan oleh karena tangan kita sendiri, ada begitu banyak orang yang terlibat dalam hidup kita.
Lalu jika demikian adakah sedikit saja alasan kita untuk sombong?
Maka mari janganlah kiranya kita puas dengan diri sendiri, supaya kita tetap rendah hati.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 8 Desember 2020
Allah bapa kami
Bila bersama-Mu semua kesulitan yang kami alami dalam hidup kami mendewasakan kami
Lalu kami menyadari kelemahan kami
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu ya Bapa
Supaya setiap hari Kau dapati kami rendah hati dan setia hidup dalam kehendak-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
Injil Lukas 5:17-26;
Saya kutip ayat 18-24;
Luk 5:18
Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.
Luk 5:19
Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.
Luk 5:20
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."
Luk 5:21
Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
Luk 5:22
Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?
Luk 5:23
Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?
Luk 5:24
Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" ?berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu?:"Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
-----------
Hai saudara, dosamu sudah diampuni
Saudaraku,
Yesus adalah Anak Allah, Ia melihat penyebab kelumpuhan orang tersebut adalah dosa.
Namun orang Farisi dan ahi-ahli Taurat mengabaikan mujizat itu dan menuduh Tuhan Yesus menghujat Allah.
Saudaraku
Dosamu sudah diampuni, perkataan yang sangat-sangat sulit diterima oleh semua orang.
Orang sangat jarang untuk berani mengakui bahwa ia berdosa, bahwa ia bersalah.
Orang cenderung membela dirinya sendiri dan melihat kesalahan orang laian.
Namun bagi kita anak-anak Allah, pengampunan adalah gaya hidup kita sehari-hari.
Dan karena itulah kita mengalami kedamaian sejati di bumi ini.
Apakah semua kejadian yang kita alami selalu sesuai rencana dan kehendak kita?
Apakah hidup kita ini selalu nyaman?
TIDAK, maka berbahagialah kita yang melihat Tuhan Yesus Anak Allah dan percaya kepada-Nya, Ia mengajarkan kepada kita bagaimana untuk mengampuni dan mengasihi semua orang.
Menghakimi dan membenci orang lain adalah BENCANA, sebab sepanjang hidupnya ia harus merasakan kesakitan dan tidak akan pernah bisa merasakan damai karena selalu curiga dengan orang lain.
Saudaraku,
janganlah kiranya kita dilumpuhkan oleh kecintaan kita kepada hal-hal duniawi.
Sebab orang yang mencintai dunia akan selalu merasa takut kehilangan, maka ia menjadi malas bergerak, ia lumpuh.
Bahkan ketika didepannya ada orang yang terjatuh, sangat berat untuk mengulurkan tangan.
Mari dengan teratur memeriksa keinginan-keinginan dan rencana hidup kita dengan mata dan telinga Allah.
Supaya kita tidak terjebak lalu lumpuh dalam keinginan dan rencana itu.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 7 Desember 2020
Tuhan Yesus Kristus
Terimakasih Engkau telah mengampuni dosa-dosa kami
Engkaupun lalu menyertai langkah kaki kami supaya kami tidak tersesat
Tuhan Yesus kami serahkan rencana dan keinginan kami dalam terang Roh-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.
