Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 18:21-35;
Mat 18:21
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Mat 18:22
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
Mat 18:23
Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
Mat 18:24
Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
Mat 18:25
Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
Mat 18:26
Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
Mat 18:27
Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
Mat 18:28
Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
Mat 18:29
Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
Mat 18:30
Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
Mat 18:31
Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
Mat 18:32
Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
Mat 18:33
Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
Mat 18:34
Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
Mat 18:35
Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."
------------
Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
Saudaraku,
Doa Bapa Kami memiliki standar pengampunan yang sangat tinggi, ....ampunilah kami kesalahan kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Kehati-hatian digunakan dalam cara kita memaafkan karena beberapa orang bisa bersikap kasar, jadi kita mungkin harus mencintai mereka dari kejauhan.
Tetapi doa adalah salah satu ungkapan cinta yang paling ampuh yang dapat kita berikan.
Dan memaafkan berarti ikut serta dalam penyaliban Kristus bersama-Nya.
Sebagaimana Ia menanggung penderitaan dosa-dosa kita, kini kita diminta untuk menanggung penderitaan kesalahan orang lain terhadap kita.
Memaafkan itu sulit karena itu adalah sebuah salib.
Saudaraku,
sebagai umat Katolik, kita percaya bahwa sifat Allah yang terbesar adalah belas kasih.
Memang terkadang butuh waktu bagi hati kita untuk mengampuni dan mengucapkan kata-kata "saya mengampunimu".
Dan ada pengampunan berdasarkan keputusan dan pengampunan emosional.
Kita harus selalu hidup dalam kesadaran akan belas kasih Allah, supaya hidup kitapun penuh dengan belas kasih.
Kita dapat memulainya dengan berdoa memohon kemauan untuk memaafkan orang yang telah menyakiti kita, pada akhirnya ini adalah kesempatan untuk memasuki penyaliban Kristus, dengan melihatnya melalui salib, memberi kita kekuatan untuk melakukan sesuatu yang tidak mungkin kita lakukan dengan kekuatan kita sendiri.
Saudaraku,
Kita mengampuni karena kita telah diampuni.
Dalam setiap Ekaristi, kita menegaskan kembali janji Allah mengampuni kita, sejauh kita mengampuni orang-orang yang telah menyakiti kita.
Kemudian kita memberikan tanda damai kepada orang-orang di sebelah kanan dan kiri kita.
Ini adalah pengingat bahwa perdamaian sejati tidak dihasilkan oleh kekerasan, tetapi oleh kehidupan yang benar dengan hati yang penuh pengampunan.
Kita adalah anugerah bagi satu sama lain.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 10 Maret 2026
Allah Bapa kami
Melalui PuteraMu, Tuhan kami Yesus Kristus, Engkau tidak hanya mengampuni dosa kami tetapi Engkau juga menyelamatkan kami
Bahkan Engkau memberikan Roh Kudus, untuk menerangi hati dan pikiran kami supaya kami tidak tersesat
Kami mohon berilah kami telinga yang mendengar dan mata yang melihat
Dan berilah kami hati yang mengampuni
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa.. Amin
Injil Lukas 4:24-30;
Luk 4:24
Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
Luk 4:25
Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
Luk 4:26
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
Luk 4:27
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."
Luk 4:28
Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
Luk 4:29
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
Luk 4:30
Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.
----------
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu
Saudaraku,
Tuhan Yesus tidak naif.
Ia tahu bahwa ketika ia mengingatkan para pendengar Yahudinya bahwa nabi-nabi besar Elia dan Elisa, yang aktif pada masa beberapa raja Israel yang paling terpengaruh paganisme, tidak diutus untuk menyembuhkan orang-orang Israel, ia akan kehilangan popularitas.
Nabi-nabi itu melakukan mukjizat terbesar.
Tuhan Yesus tahu bahwa ia sedang menyampaikan gagasan yang tidak populer, khususnya tentang mengampuni musuh dan berbuat baik kepada orang-orang yang membenci kita.
Bahkan di antara kita orang Kristiani saat ini, ajaran-ajaran ini tidak diterima dengan antusias.
Tuhan Yesus dan ajaran-ajarannya mewakili kesinambungan dengan para nabi, yang menghargai Kebenaran lebih dari hidup mereka sendiri.
Tuhan Yesus menyesuaikan penyampaian pesannya dengan kepekaan para pendengarnya, tetapi Ia memberikan pesan yang sama tentang kasih, belas kasihan, rasa hormat dan pengorbanan diri yang telah menjadi inti pesan kenabian.
Saudaraku,
kita ingin menjadi pengikut Tuhan Yesus, apakah kita selalu mengusahakan pertumbuhan iman, hidup dalam harapan dan kasih?
Ingat, kita diselamatkan supaya hidup kita juga membawa kabar keselamatan bagi setiap orang dalam kehidupan kita.
Maka lawanlah kelesuan yang membuat kita malas dalam kehidupan rohani.
Seandainya saja kita bertekad untuk mengabdi kepada Allah, dengan keseriusan yang sama yang kita gunakan untuk mengajar ambisi, kesombongan dan segala bentuk kenikmatan cinta diri, hidup kita pasti menjadi pewarta iman yang tangguh dan hidup kita menjadi perwujudan belas kasih Allah yang luar biasa.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 9 Maret 2026
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah menyembuhkan kami
Engkau membawa kami kepada hidup
Kami mohon doronglah kami setiap hari untuk selalu serius hidup dalam iman, pengharapan dan kasih
Dan supaya kami tidak lagi tertarik dengan keduniawian
Pakailah hidup kami untuk menghadirkan belas kasihMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 4:5-15, 19-26, 39a, 40-42;
Ayat 5-15;
Yoh 4:5
Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
Yoh 4:6
Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
Yoh 4:7
Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
Yoh 4:8
Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
Yoh 4:9
Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
Yoh 4:10
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
Yoh 4:11
Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
Yoh 4:12
Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
Yoh 4:13
Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
Yoh 4:14
tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
Yoh 4:15
Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
-----------
Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air
Saudaraku,
Perempuan itu terkejut bahwa Tuhan Yesus berbicara dengannya.
Orang Yahudi dan orang Samaria tidak saling berbicara.
Ketika Tuhan Yesus menceritakan tentang mantan suaminya, itu hanyalah pernyataan fakta, bukan penghukuman.
Tuhan Yesus memanggilnya "perempuan," yang merupakan istilah dalam Injil bukan untuk teguran atau kekerasan, tetapi untuk kasih sayang atau rasa hormat.
Perempuan itu hidup bersama tanpa menikah, dan Tuhan Yesus mengatakan bahwa dia bukanlah suaminya, tetapi Dia mengubahnya menjadi seorang pewarta sabda.
Saudaraku,
manusia mengenal, mencintai dan mencapai kebaikan moral melalui berbagai tahapan pertumbuhan.
Perempuan itu awalnya memanggil Yesus dengan sebutan “Tuan,” kemudian “Nabi,” lalu “Mesias.”
Semua orang Samaria di kota itu menyebut Yesus sebagai Juruselamat dunia setelah dua hari Ia bersama mereka (Yohanes 4:42).
Mereka mengalami belas kasih Tuhan.
Tuhan Yesus mengubah perempuan ini, dari seseorang yang dipandang sebagai orang berdosa, menjadi seorang pewarta Injil dan seseorang dengan kesaksian yang luar biasa.
Dia pergi ke sumur pada siang hari untuk menghindari orang banyak, tetapi sekarang dia menyampaikan "pesan Tuhan" kepada penduduk desa.
Saudaraku,
kita bisa menceritakan kepada orang-orang dalam kehidupan kita, apa yang telah Tuhan Yesus lakukan untuk kita, tidak harus dengan kata-kata tetapi melalui perbuatan kita sehari-hari.
Roh Kudus hidup dan berkuasa atas setiap orang yang percaya kepada Anak.
Oleh karena itu marilah kita hidup dalam ketaatan dan senantiasa menjaga kekudusan,
Supaya hidup kita menjadi perwujudan belas kasih dan kuasa Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 8 Maret 2026
Tuhan Yesus
Engkau yang datang kepada kami dan membawa kami kepada hidup, kami mengucap syukur
Kami mohon kuduskanlah kami dan berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Supaya setiap perkatan dan perbuatan kami, menjadi perwujudan belas kasih dan kuasaMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 15:1-3, 11-32;
Luk 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
Luk 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
--------
Luk 15:11
Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Luk 15:12
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Luk 15:13
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Luk 15:14
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
Luk 15:15
Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
Luk 15:16
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
Luk 15:17
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
Luk 15:18
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
Luk 15:19
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
Luk 15:20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
Luk 15:21
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Luk 15:22
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
Luk 15:23
Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Luk 15:24
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
Luk 15:25
Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
Luk 15:26
Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
Luk 15:27
Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
Luk 15:28
Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
Luk 15:29
Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
Luk 15:30
Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
Luk 15:31
Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
Luk 15:32
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."
------------
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali
Saudaraku,
Perumpamaan ini memiliki akhir yang bahagia hanya karena anak yang hilang mengingat kasih dan belas kasihan ayahnya.
Jika anak laki-laki itu tidak pernah mengenal kebaikan dan pengampunan dari ayahnya, mungkin dia akan mencoba menyelesaikan masalahnya dengan cara mencuri, misalnya.
Kebijaksanaan Allah adalah untuk menggambarkan tentang Kerajaan Allah, yaitu belas kasihan Allah, keinginan Allah melalui Tuhan Yesus Kristus untuk keselamatan setiap orang berdosa dan sukacita di Surga atas keselamatan hanya satu jiwa.
Orang-orang Farisi tidak dapat memahami bagaimana Tuhan Yesus dapat menjadi guru yang benar dan memiliki persekutuan dengan orang berdosa, dan mereka tidak tahu, dan mungkin juga tidak ingin tahu, sifat sejati dari belas kasihan Allah dan kasih-Nya kepada umat manusia.
Saudaraku,
perumpamaan ini bukanlah untuk mengecam kekosongan ketaatan tanpa kasih atau kemunafikan orang-orang yang berperilaku baik demi penampilan.
Meskipun kejahatan-kejahatan itu benar-benar ada dalam budaya kita, itu bukanlah fokus dari bacaan Injil hari ini, yang tujuannya justru untuk menyampaikan pelajaran-pelajaran ini:
• Kerendahan hati, ini memungkinkan kita untuk menyingkirkan kesombongan yang menghalangi kita untuk kembali kepada Tuhan dan kepada orang lain.
• Pengharapan akan kasih Bapa yang selalu siap sedia, ini memungkinkan kita untuk terus bangkit setelah setiap kejatuhan dalam perjalanan hidup kita.
Dan ini memungkinkan kita untuk tidak hanya lebih memahami belas kasih Allah, tetapi juga untuk lebih mengungkapkan dan menerapkannya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Saudaraku,
sebagai bagian dari Gereja-Nya, hidup kita adalah untuk menghadirkan belas kasih Kristus.
Hanya di dalam Kristus kita dapat sepenuhnya menghargai dan dengan penuh kuasa membagikan kabar baik, sukacita dan pengampunan.
Hidup kita adalah pekerjaan yang terus-menerus untuk melakukan hal itu.
Kita adalah duta-duta Kristus, Allah menyampaikan seruan-Nya melalui kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 7 Maret 2026
Tuhan Yesus
Engkau adalah teladan kerendahan hati yang sempurna
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan dan doronglah kami untuk selalu rendah hati
Dan hidup setia dalam pengharapan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 21:33-43, 45-46;
Mat 21:33
"Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
Mat 21:34
Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
Mat 21:35
Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
Mat 21:36
Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi merekapun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
Mat 21:37
Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
Mat 21:38
Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
Mat 21:39
Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
Mat 21:40
Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
Mat 21:41
Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
Mat 21:42
Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Mat 21:43
Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
---------
Mat 21:45
Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
Mat 21:46
Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.
---------
Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu
Saudaraku,
para penyewa dalam perumpamaan itu memperlakukan dan bahkan membunuh beberapa utusan.
Tuhan mungkin tampak tak terlihat dan tak terpikirkan.
Namun, setiap kita akan dihakimi segera setelah kematian sesuai dengan perbuatan dan apa yang kita lakukan serta iman kita.
Kedatangan Sang Putra memungkinkan para penyewa untuk berasumsi bahwa pemilik kebun anggur telah meninggal dan bahwa Sang Putra datang untuk mengambil warisannya.
Jika mereka membawanya keluar dari kebun anggur dan membunuhnya, kebun anggur tersebut menjadi milik tanpa pemilik yang kemudian dapat mereka klaim berdasarkan urutan prioritas mereka.
Itu adalah referensi kepada Tuhan Yesus yang dibawa keluar kota Yerusalem untuk disalibkan.
Saudaraku,
perumpamaan ini mengajarkan tentang komitmen Allah kepada umat-Nya dan tanggapan ketidakpercayaan berupa penolakan.
Kita juga terkadang cenderung memberontak daripada bertobat.
Namun, dalam perumpamaan ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah tetap menjadi penjaga kebun anggur-Nya, dan akan ada umat yang dipulihkan dan diampuni.
Allah mungkin tampak tak terlihat dan tak terpikirkan.
Namun, setiap kita akan dihakimi dan diberi pahala segera setelah kematian sesuai dengan perbuatan dan apa yang kita lakukan serta iman kita.
Penolakan yang patut disalahkan terhadap-Nya adalah malapetaka, karena seseorang kehilangan partisipasi dalam Kerajaan Allah.
"Hubungan" adalah samudra tempat kita menemukan makna.
Banyak orang menilai "hubungan" atau relasi, sebagai bagian paling bermakna dalam hidup, bahkan ketika hubungan tersebut sulit.
“Penderitaan" adalah bagian tak terpisahkan dari kondisi manusia.
Penderitaan dapat memuliakan kita dan menjadi spiritualitas transformasi ketika kita menemukan makna di dalamnya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 6 Maret 2026
Tuhan Yesus
Engkau sendiri yang membawa kami untuk masuk dalam kerajaanMu, kedalam kebun anggurMu
Dengan sabar dan penuh kasih, Engkau memelihara kami, supaya hidup kami menghasilkan buah
Maka pantaslah kami mengucap syukur
Dan kami mohon ajarilah kami untuk setia hidup dalam iman dan pengharapan
Sebab kami sadar, tanpaMu, hidup kami tidak akan bertumbuh dan berbuah
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
