"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 3:20-35;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 3:20
Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat.
Mrk 3:21
Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.
Mrk 3:22
Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."
Mrk 3:23
Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
--------
Mrk 3:31
Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
Mrk 3:32
Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
Mrk 3:33
Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Mrk 3:34
Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Mrk 3:35
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
--------


Dimanapun Tuhan Yesus berada, disitu terjadi mujizat dahsyat dan pengajaran yang hebat..
Tetapi tetap saja menerima kritikan dan hujatan.
Sebagai orang kristiani, berbuat baik pun tidak terhindar dari kritikan dan hujatan.
Saudaraku, Roh Kudus ada dan setia menyertai orang-orang yang percaya.
Untuk itu kebaikan harus selalu ada di hidup kita dan tetap membawa kasih, sukacita dan kedamaian.

Saudaraku, selalu saja ada yang tidak bisa memahami iman kristiani.
Dan mungkin jalan kita bersama Tuhan Yesus, dinilai salah.
Hal demikian sudah biasa tidak perlu tersinggung atau marah, namun yang lebih penting bagi kita adalah janganlah kita menilai orang lain.
Dan jangan membuat orang lain tersinggung karena ucapan atau perbuatan kita.

Saudaraku, Tuhan Yesus menerima ketidakadilan dengan gembira.
Kita adalah pengikut Allah, putra-putri Allah, mari kita hadapi tantangan iman dengan hati yang gembira.
Jika mengalami cemoohan, caci maki atau ketidakadilan, apabila masih merasa tersakiti, berarti kita belum menjadi orang baik.
Hidup yang baik selalu berlaku bijaksana di hadapan manusia dan di hadapan Allah.
Rendah hati dalam segala hal dan tenang tanpa kegelisahan dalam menghadapi segala situasi.
Tidak tergesa-gesa dan tidak mempertahankan pendapatnya sendiri, terbuka kepada setiap masukkan dan berpegang teguh kepada firman Tuhan.

Kita adalah Gereja, keluarga Allah, mari kita pergunakan semua yang ada dalam diri kita untuk menghadirkan Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Minggu 10 Juni 2018

Bapa di surga
Tak ada hal-hal yang kau sembunyikan kepada kami putra-putri-Mu
Kebaikan-Mu kau nyatakan kepada kami setiap hari

Kami mohon ampunan-Mu ya Bapa
Terkadang kami masih egois
Hanya mementingkan keinginan kami sendiri

Kami mohon ya Bapa
Roh Kudus-Mu memberikan keberanian
Sehingga walaupun kami dikritik atau bahkan dicemooh
Namun kami tetap bersemangat menghadirkan kasih dan kebaikan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 12:38-44;

Mrk 12:38
Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,
Mrk 12:39
yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
Mrk 12:40
yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."
Mrk 12:41
Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
Mrk 12:42
Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
Mrk 12:43
Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
Mrk 12:44
Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."
----------

Dalam Injil Markus pagi ini kita memperoleh pengajaran yang menarik.
Yaitu pertama tidak mencari kehormatan dunia dan yang kedua bagaimana memberi yang baik di mata Allah.

Saudaraku,
Mari kita berlaku rendah hati dan tulus ikhlas maka kita akan menemukan Allah.
Tidak perlu dibesar-besarkan, dibangga-banggakan segala perbuatan baik kita.
Sebab kita akui bahwa hati kita ini sebenarnya lemah, mudah terpengaruh oleh hal-hal kecil.
Misalnya:
Tentang memilih tempat makan, hanya karena gengsi, harus di restoran, malu jika di warung makan.
Merapikan meja kerjanya sendiri malas atau mungkin juga gengsi, alasannya kan ada OB/pegawai kebersihan.
Merapikan meja kerja sendiri adalah memberi, walaupun hanya sedikit meringankan beban kerja OB tetapi perbuatan itu memberi teladan dan sekaligus perwujudan rendah hati

Saudaraku,
Allah hadir detik demi detik dalam kehidupan kita.
Dan hanya bisa dirasakan oleh orang yang berlaku rendah hati dan tulus ikhlas.
Allah ada di hati yang sederhana yang tidak mudah dipengaruhi oleh keinginan-keinginan diri namun diselimuti cinta kasih.
Dan yang selalu berusaha lebih menyesuaikan dengan kehendak Allah daripada kehendak siapa saja.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Sabtu 9 Juni 2018

Bapa
Kami akan memuji dan memuliakan Engkau sepanjang hari
Supaya kehadiran-Mu dalam hati kami
Menjadikan kami berlaku jujur dan rendah hati

Dan kami mohon rahmat pertolongan-Mu
Supaya kami kuat menggenggam hati kami
Sehingga tidak mudah menuruti kehendak siapa saja
Tapi selalu setia kepada kehendak-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Yohanes 19:31-37;

Yoh 19:31
Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib?sebab Sabat itu adalah hari yang besar?maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
Yoh 19:32
Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
Yoh 19:33
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
Yoh 19:34
tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Yoh 19:35
Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.
Yoh 19:36
Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."
Yoh 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."
----------

Darah dan air kematian Tuhan kita Yesus Kristus memberikan hidup baru dengan hati yang baru, yaitu hati yang penuh kasih dan yang setiap saat siap memberi pengampunan.
Memiliki pengharapan-pengharapan baru sebab Allah melalui Putra-Nya telah memberikan bukti cinta kasih-Nya kepada umat-Nya.
Pengharapan dalam Kristus yang membuat hati menjadi kuat dan tidak mudah lekat dengan hal-hal duniawi.
Mata hati dibuatnya melihat, sehingga setiap orang yang percaya, melihat kebenaran.

Saudaraku, kita memiliki Allah yang penuh kasih.
Marilah kita sungguh-sungguh waspada janganlah kita menyimpan beban, yaitu kebencian atau bahkan dendam.
Sebab akan menyeret kita ke dasar samudra yang paling dalam atau menjerat kita sehingga kita diperbudak olehnya.
Marilah kita selalu memandang Hati Yesus Yang Mahakudus.
Ia akan memberikan kekuatan kepada kita, sehingga kita mampu menggenggam hati kita kuat-kuat supaya tidak terikat oleh penghiburan-penghiburan duniawi.
Godaan-godaan lahiriah datang setiap detik dan setiap saat.
Kalahkanlah desakan-desakan itu dengan Hati Kudus Tuhan Yesus, maka kita akan menikmati kedamaian.
Tidak perlu membanggakan diri oleh karena pencapaian-pencapaian, oleh karena kekayaan oleh karena pangkat atau oleh karena jabatan.
Tetapi banggalah karena kita memiliki Allah yang memberikan Hati-Nya kepada kita.
Dan marilah kita hanya menggantungkan hati kita kepada-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Jumat 8 Juni 2018

Bapa
Kami datang bersujud dihadapan-Mu
Memohon kehangatan kasih-Mu
Dan kami mohon arahkanlah mata hati kami hanya ke surga
Teguhkanlah hati kami akan Emgkau

Dengan cinta kasih yang besar
Dengan hormat dan pujian
Kami persembahkan hidup kami kepada-Mu
Supaya hanya rencana-Mu yang terwujud dalam hidup kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 12:28-34;

Saya kutipkan sebagian:

Mrk 12:28
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yang paling utama?"
Mrk 12:29
Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Mrk 12:30
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Mrk 12:31
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
---------

Saudaraku,
Sebagai orang kristiani kita harus selalu menyadari bahwa hidup kita membawa berkah, sukacita dan kedamaian.
Setiap pribadi memiliki rasa berbagi atau memberi diri untuk orang lain, tanpa membeda-bedakan warna kulit, bahasa, penampilan, jabatan, dan lain sebagainya.
Kita harus memandang setiap manusia adalah karya kasih Allah.
Lalu memiliki semangat untuk memberi kehidupan yang lebih baik kepada siapapun terutama orang-orang di sekitar kehidupan kita.
Hendaklah tidak selalu berharap ada perubahan atau perbaikan dalam diri siapapun yang menerima uluran tangan kita atau ingin segera membuahkan hasil.
Sebab ketidakpuasan dalam hal apapun cenderung untuk merusak diri sendiri.
Namun dengan dorongan semangat berbuat baik dan ketulusan hati, percayalah Allah bekerja.
Hidup penuh kasih adalah persembahan hidup yang terbaik yang kita bawa dihadapan Allah.

Rasul Petrus dalam 1 Petrus 1:22:
Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

Jika Tuhan Yesus sungguh-sungguh hidup dalam hidup kita, tentunya setiap orang disekitar kita akan merasakan kasih-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Kamis 7 Juni 2018

Bapa di surga
Kami menggantungkan hidup kami hanya kepada-Mu
Kami hanya bersandar kepada firman-Mu
Dan kami hidup taat dalam kebenaran-Mu

Kasih sejati hanya ada pada-Mu ya Bapa
Untuk itu kami mohon
Engkau berkenan tinggal dalam hati kami
Kuasailah jiwa kami dengan Roh-Mu
Supaya kebaikan senantiasa terpancar dalam kehidupan kami

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Markus 12:18-27;

Mrk 12:18
Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
Mrk 12:19
"Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
Mrk 12:20
Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan.
Mrk 12:21
Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga.
Mrk 12:22
Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itupun mati.
Mrk 12:23
Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."
Mrk 12:24
Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.
Mrk 12:25
Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
Mrk 12:26
Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?
Mrk 12:27
Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!"
--------------

Orang Saduki percaya kepada Allah, namun tidak percaya akan kebangkitan.
Satu sisi percaya akan kuasa Allah, satu sisi merasionalkan kuasa Allah, berusaha memasukkan Allah ke pemikirannya/otaknya.

Saudaraku, mari kita mengucap syukur kepada Allah, oleh karena kita dimampukan untuk melihat dimensi lain yang tidak setiap orang melihatnya.
Kita bersyukur Roh Kudus memberikan pengertian baru kepada kita setiap hari.
Terang baru itupun masuk ke sudut-sudut hati dan pikiran supaya menerangi kebiasaan-kebiasaan buruk sehingga kita dengan rendah hati bertobat.
Lalu mengalami hidup baru bersama Allah.
Banyak orang tidak mampu menguasai dirinya sendiri, oleh karena kebiasaan buruk menguasai mereka.
Misalnya manusia cenderung untuk meninggikan diri, manusia cenderung menolak kesusahan atau kesulitan.
Hal-hal itu menimbulkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang akan memenjarakan dirinya.
Lalu pandangannya hanya seluas kamar penjara yang diciptakannya sendiri.

Saudaraku,
tentunya kita telah melihat banyak kesaksian dari para orang kudus, santo dan santa.
Juga kesaksian dari banyak orang yang hidupnya tulus melayanai sesama.
Apabila kita melihat melayani sesama itu suatu hal yang sangat indah, itulah salah satu dimensi baru yang diberikan oleh Roh Kudus.
Dan apabila melihat tetapi tidak berusaha melakukannya mak itu adalah satu kebodohan.
Atau dalam kalimat lain masih hidup dalam penjara keinginan dan pemikiran diri sendiri.

Saudaraku,
kegelisahan itu manusiawi, namun jangalah kita dikuasai olehnya.
Supaya apapun yang terjadi dihidup kita di dunia ini tidak menutup pandangan kita kepada KUASA ALLAH.



Doa Hari Rabu 6 Juni 2018

Allah Bapa di dalam surga
Terimakasih atas Roh Kudus-Mu yang selalu menerangi langkah kami
Sehingga kami tidak menyukai hiburan-hiburan duniawi
Mata dan telinga kami selalu tertuju kepada-Mu

Terimakasih pula
Engkau telah menjadikan kami putra dan putri-Mu
Sehingga kami layak menerima harta surgawi

Maka kami mohon rahmat-Mu ya Bapa
Supaya kami selalu kuat dan teguh dijalan-Mu
Sehingga kami bisa memberikan persebahan hidup yang terbaik kepada-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin