"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Markus 1:12-15;

Mrk 1:12
Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun.
Mrk 1:13
Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia.
Mrk 1:14
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
Mrk 1:15
kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
-----------

Setelah dibaptis di sungai yordan, dan Allah menyatakan bahwa Ia adalah Anak yang dikasihi-Nya, Roh memimpin Tuhan Yesus pergi ke padang gurun.
Di padang gurun Tuhan Yesus digoda oleh iblis.
Setelah kita dibaptis Roh Kudus yang sama diberikan kepada kita.
Apakah dengan demikian kita lalu tinggal didalam istana dan tersedia segala kebutuhan kita?
Jawabannya *TIDAK*.
Kita tetap menjalani hidup sebagai mana manusia lainnya.
Tetapi ada Roh Kudus yang selalu menguatkan kita, dalam kehidupan kita di padang gurun.
Setiap saat kita digoda oleh iblis.
Kemarin saya menulis:
Sebab pikiran jahat lebih mudah datang daripada perginya.
Itulah kenyataan yang kita hadapi setiap saat saya ulangi setiap saat.
Godaan datang bertubi-tubi bahkan saat bangun tidur.
Marah saat pembantu ataupun istri terlambat membuatkan kopi atau minuman hangat.
Buru-buru berangkat kerja, anak rewel, istri/suami bawel, bawaannya ingin marah.
Kehidupan sehari-hari seperti memasuki alam liar.
Ada banyak beban kerja dikantor dan masih ditambah dengan berbagai macam keinginan duniawi yang belum terpenuhi.
Masa depan yang tidak pasti.
Setiap usaha yang dilakukan selalu gagal.
Sungguh-sungguh seperti hidup di hutan belantara, tidak tahu arah, kebingungan dan ketakutan.
Sedikitpun tidak nampak jalan keluar.
Keadaan ini dialami semua orang yang miskin dan yang kaya, pengusaha atau karyawan, atasan ataupun bawahan, laki-laki dan perempuan.

Saudaraku, kita telah diberi kuasa untuk mengalahkan iblis.
Dan Tuhan kita Yesus Kristus telah mengalahkannya.
Tidak mungkin kita kalah, apabila kita menuruti kehendak-Nya.
Mari kita kalahkan iblis mulai dari hal-hal keseharian yang sederhana.
Dan semoga kita melewati masa prapaskah ini dengan penuh kemenangan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Minggu 18 Februari 2018
 
Allah Bapa di dalam sorga
Melalui Putera-Mu Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau telah menunjukkan jalan menuju kebenaran-Mu
Dan Roh Kudus Engkau berikan kepada kami
Sebagai kekuatan dan penerang dalam perjalanan kami
Kasih-Mu menjadi sumber penghiburan kami

Kami bersyukur kepada-Mu ya Bapa
Engkau menjadikan kami baru
Engkau menghapus kesalahan-kesalahan kami
Engkau memberikan teladan hidup rendah hati

Kami mohon dalam masa prapaskah ini
Keinginan kami untuk menyatu dengan Engkau semakin kuat
Sehingga kami tetap teguh dan setia dijalan-Mu
Dan selalu melakukan kehendak-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 5:27-32;

Luk 5:27
Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
Luk 5:28
Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
Luk 5:29
Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
Luk 5:30
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
Luk 5:31
Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
Luk 5:32
Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."
-----------

Saudaraku, mengawali pagi ini mari kita mengucap syukur oleh karena Allah telah memilih kita dan menjadikan kita anak-anak-Nya.
Injil pagi ini Allah memanggil seorang pemungut cukai, yang dimata orang Yahudi adalah orang yang berdosa, sebab mengkhianati bangsanya sendiri karena bekerja kepada penjajah.
Kitapun bukan orang suci, namun Allah telah memilih kita dan oleh-Nya kita dijadikannya kudus.

Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.(Bdk. 1 Sam 16:7)

Allah memilih kita karena Ia mengasihi kita.
Semua orang dipanggil tetapi hanya sedikit yang mendengar.

Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.(Bdk Mat 19:11)

Secara khusus dalam masa pertobatan ini marilah kita lebih sungguh-sungguh memperbaiki relasi kita dengan Allah.
Karunia Allah tidak berhenti hanya mendengar, selalu ada pengharapan dalam kasih Allah.
Dan pengharapan itulah yang membuat kita teguh, sabar dan setia hidup dalam Firman-Nya.
Hati manusia tidak pernah tetap, selalu ada perasaan-perasaan yang datang, ada yang menetap adapula yang pergi.
Maka menjaga relasi dengan Allah adalah usaha yang terus menerus supaya tidak tenggelam dalam lumpur dosa.
Sebab pikiran jahat lebih mudah datang daripada perginya.

Tidak ada orang yang menaburkan benih didalam rumah.
Marilah kita keluar dan menaburkan benih-benih kebaikan sebanyak-banyaknya.
Dan percayalah Allah-lah yang akan bekerja.
Roh Kudus akan menerbangkan benih-benih kebaikan itu sampai ketempat yang jauh, dan percayalah benih itu akan tumbuh, berakar dan berbuah.
Cinta kasih mewajibkan kita semua untuk menabur.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Sabtu 17 Februari 2018

Bapa di sorga
Kami tidak pernah mengetahui dengan pasti
Jalan yang akan kami lalui
Namun Engkau melihat jalan di depan kami

Untuk itu ya Bapa
Dengan kerendahan hati kami serahkan semua rencana hidup kami
Kami percaya Engkau bekerja
Dan dengan semangat Roh Kudus-Mu
Kami akan tetap setia melangkah di jalan-Mu
Mengusahakan kebaikan setiap hari
Sehingga menjadi benih-benih kasih
Dan kasih kebaikan-Mu merajai di seluruh bumi

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 9:14-15;

Mat 9:14
Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
Mat 9:15
Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
----------

Berpuasa adalah salah satu cara untuk latihan rohani.
Suatu usaha badani untuk memperbaiki relasi dengan Allah atau untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Dalam Kitab Perjanjian Lama orang Yahudi diperintahkan berpuasa pada hari Penebusan.(Im 16:29-31)

Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu.(Im 16:29)

Dan ada puasa lain:
   
"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Waktu puasa dalam bulan yang keempat, dalam bulan yang kelima, dalam bulan yang ketujuh dan dalam bulan yang kesepuluh akan menjadi kegirangan dan sukacita dan menjadi waktu-waktu perayaan yang menggembirakan bagi kaum Yehuda. Maka cintailah kebenaran dan damai!".(Za 18:19)

Semalam saya kedatangan tamu seorang romo.
Ditengah obrolan yang menarik saya diingatkan kembali:
Apabila agama sudah tidak lagi menjadi sebuah misteri, maka lalu hanyalah menjadi sebuah aturan-aturan yang justru tidak akan mencapai kepada tujuan agama itu sendiri yaitu *hidup menyatu dengan Allah*.

Saudaraku, berpuasa sangat baik jika tujuannya untuk memperbaiki diri supaya memiliki hidup yang selalu memuliakan Allah, mementingkan hal-hal rohani.
Mengalahkan dan mematikan sifat buruk untuk mencapai kesempurnaan hidup.
Dengan sekuat tenaga berpaling dari hal-hal yang tidak baik dan terus-menerus mengusahakan kebaikan.

Marilah kita pergunakan setiap kesempatan untuk membuat kehidupan rohani selalu bertumbuh.
Memiliki hidup yang mampu memberi teladan yang baik, di keluarga, di masyarakat, di komunitas dan dimanapun kita ditempatkan oleh Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Jumat 16 Februari 2018

Allah Bapa di dalam sorga
Tak henti-hentinya Engkau mendatangi kami
Rahmat-Mu ada pada kami setiap hari
Kebaikan-Mu nyata dalam hidup kami

Namun kenyamanan hidup bersama-Mu
Terkadang membuat kami lupa untuk membagikan kebaikan-Mu
Lebih banyak kami mementingkan diri sendiri
Untuk itu kami mohon ya Bapa
Ampunilah kami
Berilah kami kekuatan agar kami selalu memiliki semangat memperbaiki diri setiap hari

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Lukas 9:22-26;

Luk 9:22
Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Luk 9:23
Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
Luk 9:24
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
Luk 9:25
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
--------

Saudaraku,
ada dalam diri Tuhan Yesus Kristus yaitu sorga dan bumi, Allah dan manusia, daging dan roh, waktu dan kekekalan.
Sehingga kita yang percaya kepada-Nya dikaruniai penglihatan ilahi dan sangat pasti kita akan ditolak oleh dunia.

Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging--karena keduanya bertentangan--sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.(Gal 5:17)

dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
(Kol 1:20-22)

sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki,  lebih mengutamakan kehendak Allah, inilah salib kita.
Dibenci tetap mengasihi.
Dicacimaki tetap tersenyum dan langsung memaafkan, dll.
Dan itulah salib yang membuka pintu sorga bagi kita.
Dalam salib itulah ada keselamatan.
Dalam salib itulah ada kedamaian.
Dalam salib itulah sumber kekuatan dan kebahagiaan.

Ia telah wafat di kayu salib untuk kita.
Marilah kita panggul salib dengan senang hati dan salib itulah yang akan membimbing kita kepada kebenaran dan hidup kekal.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Kamis 15 Februari 2018

Bapa di sorga
Engkau pasti memberikan kekuatan dari sorga
Sehingga kami mampu menaklukkan keinginan dunia
Tidak ada lagi sedikitpun rasa takut dan lelah
Apabila kami mengikuti kehendak-Mu

Kami mohon ya Bapa
Supaya kami selalu menyadari salib-Mu itu
Salib yang akan membawa kami kepada-Mu
Yang menyatakan Kebenaran dan membawa kami ke dalam kehidupan yang kekal

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 6:1-6, 16-18;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 6:1
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
Mat 6:2
Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Mat 6:3
Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
Mat 6:4
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
Mat 6:5
"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
Mat 6:6
Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
--------
Mat 6:16
"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
--------

Adakah diantara kita yang tidak bisa mengenali buah jeruk apabila telah dikupas kulitnya?
Atau adakah diantara kita yang tidak bisa mengenali buah duren yang telah dikupas kulitnya?
Atau adakah diantara kita yang tidak bisa mengenali pohon dari buahnya?
Kewajiban agama adalah salah satu cara olah rohani yang tujuannya supaya menghasilkan buah-buah rohani.
Tidak perlu berteriak atau bahasa zaman now di-viral-kan, bagaimana kita malaksanakan kewajiban agama.
Jika benar-benar dari Allah, maka pasti berbuah kebaikan.

Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.(Mat 7:20)

Saudaraku, hari ini kita merayakan Hari Rabu Abu, kita diajak untuk menyadari bahwa kita membutuhkan pertolongan Allah,
dalam setiap usaha kita supaya berbuah, yaitu buah-buah kasih.
Dan kabar baik-nya adalah bahwa kita memiliki Allah yang lebih dulu mendatangi kita dan akan menyertai kita sampai akhir zaman.
Maka marilah kita memohon pertolongan kepada-Nya supaya kita tegas menjauhi dosa.
Saya yakin kita semua mampu mengenali dosa-dosa kita, maka marilah kita memohon kepada Allah supaya memberikan rahmat dan kekuatan sehingga mampu merubah energi yang mungkin selama ini digunakan untuk berbuat dosa diubahkan menjadi energi untuk beribadah.
Berlatih setiap hari bahkan setiap saat, menyelidiki dan mengatur setiap perbuatan kita, baik lahir ataupun batin.
Berlatih menghindari segala sesuatu yang menjauhkan dari doa.
Sehingga kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dalam kasih Allah.

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.(Yoh 15:8)

Taklukanlah keinginan diri sejak dari awal, sebelum keinginan itu berkuasa atas hidup kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.



Doa Hari Rabu 14 Februari 2018

Bapa di sorga
Kami mohon ajarilah kami semakin rendah hati dan tunduk kepada-Mu
Tidak mudah percaya dengan perkataan dan dorongan dari dalam diri
Dan dengan tenang menyikapi segala sesuatu
Sehingga kehendak-Mu lah yang terjadi dalam hidup kami

Engkau yang selalu melihat batin kami
Kami bersandar hanya kepada-Mu
Jauhkanlah kami dari keinginan mencari penghargaan diri
Lebih mengutamakan pertimbangan-pertimbangan dan kebijaksanaan dari pada-Mu
Yang menjadi penuntun langkah kami
Sehingga hidup kami berbuah kasih yang melimpah
Dan kasih dan kebaikan-Mu semakin dirasakan oleh banyak orang

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin