Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 13:31-35;
Luk 13:31
Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus: "Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau."
Luk 13:32
Jawab Yesus kepada mereka: "Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai.
Luk 13:33
Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem.
Luk 13:34
Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.
Luk 13:35
Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!"
---------
Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai
Saudaraku,
percaya bahwa Putra Allah mengambil rupa manusia, berarti percaya bahwa setiap pribadi manusia telah "diangkat ke dalam hati Allah sendiri".
Percaya bahwa Tuhan Yesus menumpahkan darah-Nya bagi kita menghilangkan keraguan tentang kasih yang tak terbatas yang memuliakan setiap manusia.
Penebusan kita memiliki "dimensi sosial" karena “Allah, dalam Kristus, telah menebus bukan hanya pribadi, tetapi juga "hubungan sosial yang ada di antara manusia”.
Percaya bahwa Roh Kudus bekerja dalam diri setiap orang berarti menyadari bahwa Ia berusaha untuk menembus setiap situasi manusia dan semua ikatan sosial.
“Roh Kudus memiliki kreativitas yang tak terbatas, yang merupakan ciri khas "pikiran ilahi", yang tahu bagaimana mengendurkan simpul-simpul urusan manusia, bahkan yang "paling rumit dan sulit dipahami”.
Dan Misteri Tritunggal Mahakudus mengingatkan kita bahwa kita telah diciptakan menurut gambar persekutuan ilahi itu.
Maka wujud tanggapan atas kasih karunia-Nya itu, mendorong kita untuk menginginkan dan mewujudkan kebaikan kepada semua orang.
Saudaraku,
ketika hati kita hanya dikuasi oleh "keinginan mewujudkan kebaikan kepada semua orang", sesungguhnya itu adalah wujud dari usaha "penyembuhan" diri sendiri dan orang lain.
Dan tentunya hadirnya kebaikan, mengusir setiap keinginan yang jahat.
Memang jarang ada orang yang bebas dari kecenderungan kodrat yang selalu ingin menuruti kemauannya sendiri.
Tetapi ingatlah, didalam Kristus kita telah menerima kuasa untuk mengusir setan dan menyembuhkan orang.
Supaya kita sadar dan berani untuk menolak segala keinginan jahat dari dalam diri kita sendiri.
Maka marilah kita mulai dari menyembuhkan diri kita sendiri.
Percayalah Allah telah memilih kita untuk membawa kesembuhan dan kabar sukacita.
Hidup kita sebagai teladan norma moral dan sebagai tanda yang jelas dalam pertumbuhan rohani dalam menanggapi karunia Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah memberi kuasa kepada kami untuk mengusir setan dan menyembuhkan orang
Kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendk-Mu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk taat
Sehingga dimanapun kami berada, hidup kami selalu membawa kabar baik dan kesembuhan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 13:22-30;
Luk 13:22
Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
Luk 13:23
Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
Luk 13:24
Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
Luk 13:25
Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
Luk 13:26
Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
Luk 13:27
Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
Luk 13:28
Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
Luk 13:29
Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
Luk 13:30
Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."
---------
Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat
Saudaraku,
Tuhan Yesus bukan hanya pintu tetapi juga keselamatan itu sendiri.
Ketika Tuhan Yesus masih kanak-kanak, ia dibawa ke bait suci untuk ditahbiskan dan di sana ia bertemu dengan seorang pria saleh bernama Simeon.
Simeon menggendong Yesus dan memuji Tuhan, katanya, Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dengan selamat, sesuai dengan firman-Mu.
Sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.
Jika mata kita tertuju pada keselamatan dari Tuhan, kita akan mengenal-Nya dan ketika kamu mengetuk pintu, Dia akan tahu siapa kita dan membukakan pintu untuk kita.
Tuhan Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak seorang pun datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Dia.
Dia adalah satu-satunya jalan, satu-satunya pintu dan pemilik rumah yang memiliki kunci untuk membuka dan menutup pintu.
Saudaraku,
Tuhan Yesus memang mempunyai banyak pengikut, tetapi perhatikan, hanya sedikit yang bersedia memanggul salib.
Salib adalah "cara" untuk bisa melalui "pintu sempit" itu.
Sebab "salib dan kebangkitan badan" adalah "satu paket" yang tidak bisa dipisahkan.
Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.(Gal 5:24)
Memang tidak mudah, sebab sulit sekali untuk melepaskan diri dari segala macam ikatan duniawi.
Tetapi apabila kita ikut menderita bersama Kristus, kita pun akan ikut mulia bersama Dia.
Dan yang tidak kalah penting yang harus kita perhatikan dan pikirkan:
Tidak ada cara lain untuk melalui pintu yang sempit itu, kecuali dengan jalan salib dan matiraga setiap hari.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Allah Bapa kami
Oleh karena belas kasih-Mu yang sangat besar itu
Engkau menghendaki kami selamat sampai kepada kehidupan kekal bersama-Mu
Dengan berbagai cara Engkau berusaha mendekat kepada kami
Terimakasih Engkau telah buat telinga kami mendengar dan mata kami melihat pintu yang sempit itu
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk mati raga setiap hari
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh segala bentuk cinta diri
Sehingga kami tetap setia berada dijalan-Mu menuju pintu yang sempit itu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 13:18-21;
Luk 13:18
Maka kata Yesus: "Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
Luk 13:19
Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya."
Luk 13:20
Dan Ia berkata lagi: "Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah?
Luk 13:21
Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya."
---------
Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya?
Saudaraku,
Jika kita memiliki iman sebesar biji sesawi, kita dapat memindahkan gunung.
Dalam konteks ini, penekanannya bukan pada iman kita, tetapi pada bagaimana Allah turut bekerja.
Allah bekerja melalui hal-hal kecil.
Ia tidak hanya bekerja melalui hal-hal kecil tetapi Ia bekerja dengan dahsyat melalui hal-hal kecil.
Saudaraku,
jika kita melakukan segala sesuatu "dengan cinta", tidak ada lagi perkara-perkara yang kecil.
Semuanya akan menjadi besar.
Perhatikan, ketekunan dalam perkara-perkara kecil demi cinta, adalah heroisme.
Dan tentunya "gerakan itu tidak terlihat" atau tidak diperhatikan orang.
Bahkan terkadang hanya dianggap remeh.
Atau mungkin kita sendiri justru yang menganggap remeh.
Saudaraku,
kita sering mengevaluasi hal-hal ini berdasarkan angka, kepentingan dan pengaruh yang tampak, keunggulan, atau hal-hal yang tampak penting.
Kita cenderung berpikir bahwa Allah pasti ada dalam hal-hal ini karena hal-hal tersebut lebih besar dan lebih penting.
Dan bahwa Allah "tidak ada dalam hal-hal yang kecil" dan tidak penting menurut manusia.
Pelajaran dari biji sesawi dan ragi telah mengajarkan kepada kita sebaliknya.
Dan mari kita perhatikan "kekudusan" juga hanya bisa dicapai dengan "ketaatan pemenuhan kewajiban-kewajiban kecil".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami mohon bimbinglah kami dalam ketekunan
Terutama dalam memenuhi kewajban kami sebagai anak-anak Allah
Kami sungguh-sungguh sadar, Engkau menghendaki kami berbuah
Dan kami percaya Engkau selalu memberikan kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Luk 6:12
Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
Luk 6:13
Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
Luk 6:14
Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
Luk 6:15
Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
Luk 6:16
Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
Luk 6:17
Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
Luk 6:18
Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
Luk 6:19
Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.
--------
Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya
Saudaraku,
Tuhan Yesus memang mempunyai banyak pengikut dan dimanapun Ia berada banyak orang berbondong-bondong ingin menyaksikan sendiri "kuasa Tuhan Yesus".
Melalui Injil kita mengetahui bahwa "keajaiban" itu yang sesungguhnya diharapkan banyak orang, termasuk kita.
Wajar sebagai manusia ketika sudah berusaha dengan berbagai cara dan gagal lalu mengharapkan "keajaiban".
Dan sampai hari ini kita menyaksikan bahkan mengalami keajaiban-keajaiban di dalam Kristus.
Saudaraku,
mengasihi Tuhan Yesus sungguh besar kuasanya, selama kita mengasihi dengan benar.
Dalam berbagai kesempatan Tuhan Yesus mengingatkan kita, bahwa penghalang terbesar antara kita dengan Tuhan Yesus adalah "cinta diri".
Coba perhatikan, di beberapa komunitas katolik misalnya, selalu ada saja orang yang ngambek atau bahkan marah saat eksistensinya tidak dihargai.
Lalu memang nampaknya lucu, sebab dorongan hati untuk terlibat dalam aktifitas kerohanian semestinya karena "ingin dekat dengan Tuhan Yesus".
Lalu permenungannya: apakah tujuan dan motivasi kita hidup bersama Tuhan Yesus?
Saudarku,
sungguh sangat besar kekuatan cinta kasih kepada Tuhan Yesus, jika tidak "campur" dengan cinta pada diri sendiri.
Benar, kita selalu menginginkan penghiburan.
Tetapi kita harus fokus kepada penghiburan dari Tuhan Yesus.
Sehingga kita tidak mencari penghiburan dari nikmat dan keuntungan diri sendiri.
Lalu permenungannya: apakah usaha-usaha kerohanian kita supaya selalu berada dekat Tuhan Yesus, sungguh-sungguh tanpa pamrih?
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 28 Oktober 2024
Tuhan Yesus
Kami ingin selalu berada didekat-Mu
Supaya hidup kami Engkau penuhi dengan belas kasih-Mu
Kami mohon berilah kami keberanian dan kekuatan untuk mengesampingkan segala-galanya dan diri sendiri
Sehingga kuasa-Mu nyata melalui kehidupan kami
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 10:46-52;
Mrk 10:46
Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan.
Mrk 10:47
Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"
Mrk 10:48
Banyak orang menegornya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"
Mrk 10:49
Lalu Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: "Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau."
Mrk 10:50
Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus.
Mrk 10:51
Tanya Yesus kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?" Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!"
Mrk 10:52
Lalu kata Yesus kepadanya: "Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!" Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.
---------
Jawab orang buta itu: "Rabuni, supaya aku dapat melihat!
Saudaraku,
mata kita tidak buta, tetapi munutup mata terhadap sesama, membutakan penglihatan kita terhadap Allah.
Ketika mata kita selalu terbuka kepada sesama, kita bertumbuh dalam iman dan pengetahuan akan Allah.
Kasih adalah satu-satunya terang yang “selalu dapat menerangi dunia yang telah redup" dan memberi kita keberanian yang dibutuhkan untuk terus hidup dan bekerja bersama Allah.
Sehingga hati kita terbuka lebar terhadap karunia-karunia Allah.
Saudaraku,
setiap kali kita berjumpa dengan orang lain dalam kasih, kita belajar sesuatu yang baru tentang Allah.
Setiap kali mata kita terbuka untuk mengakui orang lain, kita bertumbuh dalam terang iman dan pengetahuan akan Allah.
Jika kita ingin maju dalam kehidupan rohani, maka kita harus terus-menerus hidup dalam kasih Allah.
Setiap perbuatan kasih, *membuka cakrawala rohani* dan membuat kita semakin peka terhadap kehendak Roh Kudus dan membawa kita melampaui batasan-batasan pengetahuan kita akan Allah.
Kita tidak akan hidup lebih baik jika kita mencoba menolak kehendak Roh, menolak untuk berbagi, berhenti memberi, dan mengunci diri dalam kenyamanan kita sendiri.
Kehidupan seperti itu *lebih buta* daripada orang yang buta secara fisik.
Saudaraku,
kita tidak akan hidup lebih baik jika kita melarikan diri, bersembunyi, mengabaikan kehendak Allah yang dengan jelas kita dengar dan lihat.
Kehidupan seperti itu bukan hanya matanya yang buta tetapi hatinya juga buta.
Roh Kudus mengilhami kita untuk terbuka terhadap kebutuhan orang-orang di sekitar kita dan khususnya terhadap penderitaan mereka.
Jika kita tidak melihat penderitaan orang lain, sesungguhnya hati kita yang buta.
Dan jika demikian, hanya diri kita sendiri yang bisa menyembuhkannya.
Sebab belas kasih Allah dan firman Allah lebih dari cukup dalam diri kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau telah membuat mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia kepada penglihatan dan pendengaran kami akan Engkau
Sehingga dimanapun kami berada, hidup kami selalu memghadirkan kedamaian dan membawa kesembuhan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
