"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 21:1-15;

Ayat 1-8:

Mat 22:1
Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
Mat 22:2
"Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
Mat 22:3
Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
Mat 22:4
Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
Mat 22:5
Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya
Mat 22:6
dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
Mat 22:7
Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
Mat 22:8
Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
--------

Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya

Saudaraku,
manusia melakukan pemberontakan awal dan menjadi dosa awal.
"Orang tua pertama kita" memutuskan untuk tidak mengikuti rencana Allah.
Mereka ingin merebut keilahian di bawah bimbingan pemberontak awal, yaitu iblis.
Pikiran mereka untuk "menjadi seperti Allah" gagal, karena memang hanya tipu daya iblis.
Tetapi Allah sangat mengasihi manusia ciptaan-Nya maka Allah tetap menginginkan manusia selamat.
Dan rencana itu melibatkan penderitaan dan kematian, dan penantian panjang untuk kedatangan Juruselamat.
Sebelum Maria *dikandung tanpa noda*, tidak ada manusia yang berhasil.
Semua manusia tertawan oleh dosa dan kematian.
Setiap orang memberontak.
Namun, oleh kasih karunia Allah melalui sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus, Maria diselamatkan dari dosa sepanjang hidupnya.
Ia melahirkan Tuhan Yesus, yang sungguh-sungguh manusia dan sungguh-sungguh Allah.
Hidup dan kematian-Nya memenangkan kita, kita ditebusnya.
Maka berbahagialah kita yang mendengar undangan-Nya dan menghadiri perjamuan Anak Domba Allah.

Saudaraku,
tidak mudah hidup mengikuti rencana dan kehendak Allah dan mengabdi dengan sukarela.
Maka hendaklah kita menyikapi kemerdekaan kita dengan bijaksana.
Allah memberikan kemerdekaan supaya kita mengalami belas kasih-Nya dengan sempurna.
Oleh karena itu jika kita menerima kehendak Allah maka pasti akan membawa sukacita dan kedamaian.
Dan rahasia kebahagiaan di bumi ini adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah.
Coba perhatikan jika engkau menuruti kehendakmu sendiri, engkau pasti kehilangan damaimu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau membuat telinga kami mendengar dan mata kami melihat
Doronglah dan ajarilah kami untuk hidup dalam kehendak-Mu
Kami ini hambamu, jadikanlah hidup kami sesuai dengan rencana dan kehendak-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 20:1-16a;

Mat 20:1
"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
Mat 20:2
Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
Mat 20:3
Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
Mat 20:4
Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
Mat 20:5
Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
Mat 20:6
Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
Mat 20:7
Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.
Mat 20:8
Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
Mat 20:9
Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar.
Mat 20:10
Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi merekapun menerima masing-masing satu dinar juga.
Mat 20:11
Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu,
Mat 20:12
katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
Mat 20:13
Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Mat 20:14
Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
Mat 20:15
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
Mat 20:16
Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."
---------

Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari

Saudaraku,
perjuangan kita untuk mendapatkan kedudukan, keinginan kita untuk mendapatkan gengsi, menimbulkan rasa iri, cemburu, kedengkian, penghinaan, keangkuhan, kebencian, kemarahan dalam diri kita.
Hal-hal seperti itu melumpuhkan kemampuan kita untuk melalui proses Tuhan.
Oleh karena itu, dalam banyak hal, kita berjuang melawan "jenis keadilan Tuhan".
Kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil.

Saudaraku,
cara kita bersikap terhadap apa yang kita lihat dalam diri "orang lain" penting bagi kehidupan kita sendiri.
Perumpamaan ini memang merupakan sebuah peringatan.
Supaya saat melihat segala sesuatu, kita tidak hanya melihat dari "hasilnya" tetapi juga melihat prosesnya.
Sebab terkadang hanya mengambil kesimpulan dari hasilnya.
Kita semua senang membaca tentang kesuksesan seseorang, tetapi tidak semua mau membaca bahkan menjalani prosesnya.
Perumpamman ini mengingatkan kita bahwa: setiap orang akan melalui proses yang berbeda-beda dan bisa saja hasilnya sama.
Tuhan Yesus tidak menjelaskan dengan rinci orang yang masuk lebih dulu.
Tetapi bisa saja kita berasumsi, orang masuk lebih dulu kerjanya malas.
Sekaligus untuk mengingatkan kita bahwa "hidup bersama Kristus" bukan tentang waktu, tetapi tentang "buah".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon ajarilah kami untuk setia dijalan-Mu
Bimbinglah kami supaya hidup dalam ketekunan
Dan jauhkanlah kami dari keluh kesah

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 19:23-30;

Mat 19:23
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 19:24
Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
Mat 19:25
Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
Mat 19:26
Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
Mat 19:27
Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"
Mat 19:28
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
Mat 19:29
Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
Mat 19:30
Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
---------

Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal

Saudaraku,
Tuhan Yesus mengingatkan kita tentang kecintaan kita terhadap keduniawian.
Seringkali kita tidak menyadari bahwa kita sedang terjebak atau terpenjara oleh uang dan harta benda.
Coba perhatikan kecintaan terhadap keduniawian berbanding lurus dengan "kecemasan".
Dan pada akhirnya menjadi sebuah "keterikatan".

Saudaraku,
Tuhan Yesus juga mengajarkan:
"Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."(Mat 19:21)
Tujuan Tuhan Yesus sangat jelas mengajarkan supaya kita "tidak terikat oleh kecemasan", tidak khawatir kehilangan harta benda.
Saya pernah melihat kejadian yang bagi saya sangat lucu, seorang kawan yang mobil barunya tergores, dia marah-marah sendiri,
Dia terlihat nampak sangat kesal dan kecewa.
Dalam hati saya bertanya, apakah dia juga mampu menyadari bahwa "dia adalah milik Allah" dan Allah juga marah kalau hidupnya banyak goresan-goresan dosa.
Sebab Allah ingin semua anak-anaknya hidup dalam kekudusan, tanpa sedikitpun goresan-goresan dosa.
Terkadang kita "sangat peduli" dengan benda-benda yang kita miliki, ini salah satu bentuk "keterikatan" yang seringkali tidak kita sadari.

Saudaraku,
Tuhan Yesus menghendaki kita untuk "mematikan diri kita", supaya kita tidak terikat oleh perkara-perkara duniawi.
Supaya kita menerima kenikmatan Ilahi dan mengalami kebahagiaan surgawi.
Dan kitapun mengetahui dengan sangat-sangat jelas penghalangnya adalah hawa, nafsu dan rasa.
Tuhan Yesus menjanjikan pertolongan, membantu setiap orang yang sedang berjuang hidup dalam kehendak-Nya.
Oleh karena itu buanglah segala bentuk "keterikatan" dengan keduniawian.
Dan berusaha sangat keras untuk kemajuan rohani.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon perbaruilah iman kami setiap hari
Bersihkanlah hati kami dari segala bentuk dorongan hawa, nafsu dan rasa
Dan berilah kami semangat untuk mengusahakan hidup dalam kekudusan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 19:16-22;

Mat 19:16
Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Mat 19:17
Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
Mat 19:18
Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
Mat 19:19
hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
Mat 19:20
Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
Mat 19:21
Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
Mat 19:22
Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
---------

Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku

Saudaraku,
oramg yang hidup meterialistis, sesungguhnya ia tidak pernah sungguh-sungguh "memperoleh" apa yang diinginkannya.
Ia hanya membiarkan dirinya secara sadar terjebak dalam "pemikirannya".
Yaitu ia hanya merasa puas ketika ia telah mendapatkan barang-barang yang diinginkannya.
Apakah ia bisa sungguh-sungguh menikmatinya?
Menurut saya, itu hanyalah "kepuasan emosional".

Saudaraku,
kepuasaan yang sesungguhnya ketika seseorang bisa bahagia dengan "hidup itu sendiri".
Yaitu ketika seseorang tidak lagi terikat oleh keduniawian.
Berbuah itu harus, karena kita masing-masing telah diberi talenta oleh Tuhan.
Namun janganlah terlalu menyandarkan diri kepada keinginan-keinginan yang kita kejar.
Sebab tidak semua kehendak hati harus segera dituruti.
Menuruti keinginan bukan lagi oleh karena menyenangkan atau tidak.
Tetapi bermanfaat baik atau tidak.

Saudaraku,
jika kita bisa sungguh-sungguh mematikan diri kita dan bila hati kita tidak lagi terlibat dalam perkara-perkara duniawi, kita bisa "memperoleh kenikmatan Ilahi".
Dan mata kita melihat cahaya kebahagiaan surgawi.
Maka marilah kita dengan sungguh-sungguh melepaskan diri dari keterikatan dengan keduniawian yaitu hawa, nafsu dan rasa.
Percayalah Allah tidak akan membiarkan kita berjuang sendirian.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon bantulah kami
Supaya kami menang atas diri kami sendiri di setiap hari yang kami lalui
Sebab mata kami melihat sukacita surgawi saat kami tidak terikat oleh benda-benda duniawi
Dan kami percaya Engkau tidak pernah membiarkan kami kekurangan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 1:39-56;

Ayat 39-43:

Luk 1:39
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
Luk 1:40
Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
Luk 1:41
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
Luk 1:42
lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
Luk 1:43
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
--------

Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu

Saudaraku,
Malaikat itu telah memberitahu Bunda Maria bahwa sepupunya yang sudah tua, Elisabet, yang dianggap tidak dapat memiliki anak, sudah hamil enam bulan.
Jadi, Bunda Maria pergi "dengan tergesa-gesa" ke rumah Elisabet.
Rumah Elisabet itu berjarak sekitar seminggu dengan berjalan kaki, menyusuri lembah Yordan dan mendaki hamparan tandus yang disebut "lembah kematian."
Jadi, perjalanan Bunda Maria menuju rumah Elisabet tidaklah mudah, terlebih Bunda Maria sedang dalam keadaan mengandung.
Yang menarik bagi saya adalah saat Bunda Maria mendengar ELisabet memanggilnya: ibu Tuhanku.

Saudaraku,
Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat Ke Surga, lahir dari dogma yang ditetapkan oleh Paus Pius XII pada tahun 1950.
Bunda Tuhan yang tak bernoda, Perawan Maria yang tetap perawan, setelah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan surgawi”.
Dogma ini penting bagi kita.
Bunda Maria manusia bisa seperti kita.
Tetapi sejak semula "dipilih oleh Allah" untuk mengandung dan melahirkan Sang Firman, menjadi manusia.
Kitapun manusia biasa, kita pun dipilih oleh Allah, untuk menjadi "tempat Firman-Nya".
Supaya melalui hidip kita, setiap orang dalam kehidupan kita, sungguh-sungguh *mengalami Allah yang hidup*.
Seperti Bunda Maria yang menjadi "kudus", oleh karena Anak yang dikandungnya.
Kitapun telah dikuduskan oleh Tubuh dan Darah Kritus.
Oleh sebab itu tetaplah hidup dalam "kesadaran" untuk menjaga supaya tetap setia hidup dalam kekudusan.
Perhatikan, walaupun mata kita melihat banyak orang baik, melihat banyak orang yang setia dan telinga kita mendengar kidung pujian.
Tidak serta merta bisa menjaga kesadaran kita, jika tanpa rahmat Allah.
Dan rahmat Allah akan selalu ada dalam hidup kita, jika kita setia melakukan kehendak-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau memberikan Bunda-Mu untuk menjadi teladan bagi kami dan menjadi Bunda kami
Berkat-Mu pun selalu mengalir kepada kami melalui Bunda-Mu
Kami mohon jagalah kami supaya kami selalu hidup dalam ketaatan seperti Bunda Maria
Sehinga hanya rencana dan kehendak-Mu lah yang terjadi didalam hidup kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa