Injil Matius 18:1-5;
Mat 18:1
Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
Mat 18:2
Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
Mat 18:3
lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:4
Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
Mat 18:5
Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
-----------
Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku
Saudaraku,
seorang anak, dan terutama anak Tuhan Yesus, adalah *tanda harapan*.
Ketika saya memandang anak-anak saat Ekaristi Kudus, saya melihat harapan untuk masa depan, terutama untuk masa depan menjadi saksi Kritus, saksi belas kasih Tuhan kita.
Anak-anak adalah tanda, simbol dan sakramen harapan.
Tuhan kita Yesus Kristus wafat untuk semua.
Hidup untuk-Nya berarti membiarkan diri kita masuk ke dalam keberadaan-Nya, kedalam pelukan belas kasihNya.
Hidup kita pun dipilih untuk menyampaikan harapan, harapan yang datang kepadanya dari iman.
Hal itu mendorong kita untuk mengambil bagian dalam rencana keselamatan.
Tetapi lebih dari segalanya, Tuhan Yesus ingin memberi umat manusia yang dikasihiNya yang melampaui harapan keduniawian.
Yaitu hidup kekal dalam pelukan belas kasihNya.
Harapan adalah salah satu yang paling sering disalahpahami, karena kita tidak "mengerti" apa tujuan sebenarnya dari harapan.
Seringkali kita disibukkan oleh harapan-harapan dalam "keduniawian".
Dari "mata iman", harapan adalah kebajikan yang dengannya kita menginginkan kerajaan surga dan hidup kekal sebagai kebahagiaan kita, menaruh kepercayaan kita pada janji-janji Tuhan Yesus Kristus dan TIDAK bergantung pada kekuatan kita sendiri.
Tetapi dengan rahmat Roh Kudus, kita berpegang teguh pada pengakuan pengharapan kita tanpa goyah, karena Dia yang berjanji adalah setia.
Saudaraku,
murid-murid Tuhan Yesus Kristus yang rendah hati memulai dengan iman, harapn dan kasih.
Kita adalah anak-anak Allah yang dikasihi, murid-murid Tuhan Yesus Kristus yang rendah hati.
Percaya diri tanpa menjadi sombong.
Hati yang penuh dengan kasih Allah, memberi kita keyakinan bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Dan Tuhan kita Yesus Kristus yang memampukan kita sebagai seorang anak yang tumbuh didalam kasihNya.
Anak-anak berhati murni memiliki harapan yang paling murni dari yang paling murni.
Anak-anak Allah mampu menjadi seperti Tuhan Yesus sebagaimana Ia menyatakan diri kepada mereka.
Dan hanya Anak-anak Allah yang akan masuk ke dalam kerajaan surga.
Tuhan dan Juruselamat kita adalah Allah yang hanya menyatakan Diri-Nya kepada mereka yang mencari pengertian.
Kepada mereka yang lapar dan haus akan kebenaran.
Kita sebagai murid-murid Tuhan Yesus harus merendahkan diri seperti seorang anak kecil yang rendah hati.
Kita harus miskin dalam roh dan merindukan Bapa kita di Surga.
Kita harus berduka ketika merasa jauh dariNya.
Kita harus lemah lembut dan rendah hati.
Kita harus lapar dan haus akan kebenaran.
Kita harus murni hatinya seperti anak-anak.
Berbelas kasih, cepat memaafkan dan membawa damai.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 1 Oktober 2026
Allah Bapa kami
Melalui PuteraMu Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau jadikan kami anak-anakMu
Engkau menyelamatkan kami
Dan Engkau memelihara kami dengan belas kasih dan kuasaMu
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu hidup setia sebagai anak-anakMu
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa.. Amin