Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 1:26-38;
Luk 1:26
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
Luk 1:27
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
Luk 1:28
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
Luk 1:29
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Luk 1:30
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Luk 1:31
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Luk 1:32
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
Luk 1:33
dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
Luk 1:34
Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Luk 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Luk 1:36
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
Luk 1:37
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Luk 1:38
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
----------
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu"
Saudaraku,
Injil kita hari ini sangat terkenal.
Tentang peristiwa di Nazaret, saat malaikat memberitakan kabar gembira kepada perawan Maria.
Gabriel datang kepadanya, mungkin saat ia sedang berdoa, dan menyebutnya "penuh rahmat," atau diberkati secara khusus oleh Allah.
Kekudusan dan imannya telah menarik perhatian Allah.
Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
Dan Bunda Maria menanggapi: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu."
Saudaraku,
Tuhan Yesus ingin dilahirkan di dalam kita, hidup di dalam kita untuk keselamatan dunia.
Kita harus menjadi, dalam arti sebenarnya, "Kristus yang lain" bagi dunia.
Dia meminta hal itu dari kita.
Apa jawaban kita?
Bunda Maria tidak tahu semua yang harus dia lalui, tetapi dia percaya dan mengandalkan Firman Tuhan dan karena itu "persetujuannya" memungkinkannya menjadi ibu manusia dari Firman Tuhan, yang menghapus dosa-dosa kita dan memungkinkan kita untuk mencerminkan Putra-Nya, Yesus, kepada dunia yang sangat membutuhkan Dia.
Saudaraku,
Bunda Maria, sang hamba, meniru Allah yang juga seorang hamba, yang merendahkan diri-Nya untuk dipandang sebagai anak tukang kayu biasa di kota kecil yang tidak berarti.
Sifat manusiawi Yesus, kemudian belajar sebagai hamba dengan mengamati ibu-Nya dan ayah angkat-Nya, Yusuf.
Yesus dan Maria adalah Raja dan Ratu karena mereka pertama-tama menjadi hamba umat manusia.
Itu adalah salah satu karunia yang diberikan kepada semua orang saat baptisan.
Kita juga harus meneladan Bunda Maria, belajar melayani dan terutama melayani setiap orang yang membutuhkan, dalam kehidupan kita sehari-hari.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 26 Maret 2026
Tuhan Yesus
Termakasih Engkau memberikan BundaMu menjadi Bunda kami
Menjadi teladan kerendahan hati dan guru berdoa bagi kami
Kami mohon rahmatMu setiap hari untuk setia melayani
Dan supaya hidup kami selalu menjadi perwujudan belas kasih dan kuasaMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 8:21-30;
Yoh 8:21
Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang."
Yoh 8:22
Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?"
Yoh 8:23
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
Yoh 8:24
Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."
Yoh 8:25
Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?
Yoh 8:26
Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia."
Yoh 8:27
Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
Yoh 8:28
Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
Yoh 8:29
Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."
Yoh 8:30
Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.
----------
Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?
Saudaraku,
jika kita membaca Injil Yohanes dari awal hingga akhir, salah satu kesan yang kita dapatkan berulang kali adalah bahwa Tuhan Yesus dikelilingi oleh orang-orang bodoh dan tidak kompeten.
Sepertinya setiap halaman yang kita balik menghadirkan kata-kata "mereka tidak mengerti."
Namun, hal itu bukanlah sesuatu yang baru, baik bagi orang Yahudi maupun bagi kita semua.
Dalam Perjanjian Lama, Allah berulang kali menyatakan Diri-Nya sebagai Bapa yang penuh kasih, tetapi orang Yahudi terus-menerus menolak-Nya.
Kita melihat hal ini di sini dalam ketidaksabaran dan sikap pilih-pilih makanan dari bangsa Ibrani.
Ular-ular adalah manifestasi fisik dari sifat picik, iri hati dan ketidaksabaran mereka, tetapi bahkan saat itu pun, Allah menyelamatkan mereka melalui gambaran ular besar yang, seperti Kristus yang diangkat di kayu salib, menyelamatkan semua orang yang percaya.
Saudaraku,
berulang kali, Yohanes memberi tahu kita bahwa orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus karena Firman yang Dia sampaikan kepada mereka.
Itu adalah kata-kata, tetapi itu juga Firman Allah dan itu adalah sebuah pesan.
Pesan, yang merupakan manifestasi fisik dari kehadiran dan belas kasihan Allah.
Kehadiran Kristus, terutama kehadiran-Nya yang nyata dalam Ekaristi memberi kita dorongan, rahmat dan tujuan yang kita butuhkan untuk mengubah hidup kita menjadi lebih baik, semakin serupa dengan Dia.
Saudaraku,
di masa prapaskah ini, ada baiknya kita memeriksa gaya hidup kita sendiri untuk menemukan kebiasaan yang "menghalangi" kita melakukan kebaikan, bukan hanya kebiasaan yang menuntun kita melakukan kejahatan.
Mungkin itu adalah kebiasaan pemborosan uang yang menghalangi kita untuk memberi.
Mungkin itu adalah pola makan yang menghalangi kita untuk berpuasa dengan penuh makna.
Mungkin itu adalah kebiasaan yang menganggui fokus kita saat berdoa.
Apa pun itu, saat kita memandang Juruselamat, yang diangkat untuk kita di atas takhta kayu itu, Dia dapat memberi kita kasih karunia untuk menyembuhkan kita, untuk mengubah kita.
Saat kita menerima tubuh dan darah-Nya, jiwa dan keilahian-Nya, Dia dapat menjadikan kita serupa dengan gambaran diri-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 24 Maret 2026
Tuhan Yesus
Kami mohon bimbinnglah kami dan berilah kami keberanian dalam masa prapaskah ini
Untuk memeriksa hidup kami dengan sungguh-sungguh
Dan kami mohon bantulah kami menolak segala keinginan yang tidak teratur
Ubahlah hidup kami supaya kami semakin serupa dengan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 8:1-11;
Yoh 8:1
tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
Yoh 8:2
Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Yoh 8:3
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Yoh 8:4
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Yoh 8:5
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
Yoh 8:6
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Yoh 8:7
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
Yoh 8:8
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Yoh 8:9
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Yoh 8:10
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Yoh 8:11
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
----------
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian
Saudaraku,
para ahli Taurat dan orang Farisi, yang disebut sebagai para "ahli agama" pada masa itu, sebenarnya tidak tertarik pada perempuan yang tertangkap basah berzina.
Meskipun sangat marah karena hukum telah dilanggar, mereka tampaknya jauh lebih senang karena perempuan itu tertangkap.
Ini memberi mereka kesempatan untuk "memamerkan" kebenaran dan keunggulan moral mereka.
Saudaraku,
bertindak seperti otoritas moral yang merasa benar sendiri selalu merupakan sikap yang sangat berbahaya.
Hal itu dengan mudah membutakan kita terhadap orang lain karena kita kemudian melihat orang lain pada tingkat yang lebih rendah daripada diri kita sendiri.
Ketika kita mengenakan "jubah superioritas", kita memisahkan diri dari orang lain.
Ini mungkin dosa yang lebih besar daripada perzinahan, jika dilihat dari reaksi Tuhan Yesus.
Orang-orang Farisi sama sekali tidak menunjukkan minat pada perempuan itu sebagai pribadi.
Mereka tampak seperti "tukang mengadu" yang hanya ingin membuat orang lain mendapat masalah.
Saudaraku,
masih banyak farisi-farisi di zaman ini.
Ketika kita bergosip, menilai orang lain, kita secara halus menyiratkan, "kita berada di tingkat yang lebih tinggi", atau seolah-olah merasa setidaknya "kita tidak seburuk orang itu!".
Upaya seseorang untuk mengklaim posisi moral yang lebih tinggi daripada orang lain selalu merupakan kebohongan.
Yang benar adalah bahwa seluruh ciptaan menunggu kepenuhan pengampunan, kasih dan penebusan.
Kita adalah orang-orang yang terluka yang berharap pada janji-janji Tuhan, yang mengampuni dan menyembuhkan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 23 Maret 2026
Tuhan Yesus
Kami mohon berikanlah kami keberanian untuk melihat diri sendiri
Dan penuhilah hati kami dengan belas kasih dan pengampunan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 11:3-7, 17, 20-27, 33b-45;
Ayat 20-27, 39-45:
Yoh 11:20
Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
Yoh 11:21
Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
Yoh 11:22
Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
Yoh 11:23
Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
Yoh 11:24
Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
Yoh 11:25
Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
Yoh 11:26
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
Yoh 11:27
Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
---------
Yoh 11:39
Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
Yoh 11:40
awab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
Yoh 11:41
Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
Yoh 11:42
Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
Yoh 11:43
Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
Yoh 11:44
Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."
Yoh 11:45
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
-----------
Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman
Saudaraku,
ketika Yesus, yang tampak sangat mirip dengan Mesias karena perkataan dan mukjizat-Nya, benar-benar datang ke Yerusalem, sekelompok pejabat korup yang menjalankan kota itu bersekongkol dengan pejabat Romawi menolak-Nya.
Inilah orang yang menunjukkan melalui perbuatan-perbuatan-Nya yang perkasa bahwa Ia mungkin dapat mewujudkan nubuat Yehezkiel dan Yeremia serta semua nabi lainnya.
Ia telah menunjukkan kuasa-Nya.
Ia telah mengampuni dosa.
Ia telah membangkitkan orang mati, Lazarus.
Namun para petinggi di kota itu, yang telah menjadi kaya raya karena kekuasaan dan kekayaan yang dikumpulkan melalui berbagai macam pencurian, berkumpul untuk membahas Yesus ini, mereka melihat tanda-tanda yang telah Ia lakukan sebagai ancaman, bukan penggenapan.
Mereka tidak hanya melihat Yesus sebagai orang ajaib, tetapi jika mereka memperhatikan, mereka seharusnya juga tahu bahwa Ia mengklaim kesetaraan dengan Allah.
Ia mengkritik semua sekte terkemuka—orang Farisi, Saduki dan para kolaborator, sehingga mereka takut akan pemberontakan rakyat dan penggulingan kekuasaan serta kekayaan mereka secara paksa.
Jadi, ketika pemimpin besar, Kayafas, imam besar, mengambil alih pembicaraan, ia tanpa ragu menyebut mereka semua bodoh dan kemudian melakukan apa yang menurutnya merupakan pemikiran yang jahat: “Adalah baik bagimu jika satu orang mati untuk bangsa itu, supaya seluruh bangsa itu tidak binasa.
Saudaraku,
Yesus memang akan wafat, bukan hanya untuk orang Yahudi, tetapi untuk setiap manusia sebelum abad pertama, pada abad itu dan selamanya sesudahnya sampai akhir dunia.
Itu berarti untuk kita, sehingga setelah diampuni dosa-dosa kita, kita dapat memasuki hubungan dengan Allah seperti yang digambarkan oleh Yehezkiel, Yeremia dan semua nabi lainnya.
Yang perlu kita lakukan hanyalah percaya kepada Tuhan Yesus, Juruselamat kita dan dengan kuasa sakramen, hidup dan mati dalam kasih.
Kita kemudian akan menjadi bagian dari reuni agung di surga itu.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 22 Maret 2026
Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah mengampuni dosa-dosa kami
Terimakasih Engkau telah menyelamatkan kami
Belas kasihMu nyata dalam hidup kami
Kami mohon bimbinglah kami, kuasailah hati dan pikiran kami dengan rencana dan kehendakMu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa.. Amin
Injil Yohanes 7:40-52;
Yoh 7:40
Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkata itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
Yoh 7:41
Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
Yoh 7:42
Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."
Yoh 7:43
Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
Yoh 7:44
Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang berani menyentuh-Nya.
Yoh 7:45
Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
Yoh 7:46
Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
Yoh 7:47
Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan?
Yoh 7:48
Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?
Yoh 7:49
Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"
Yoh 7:50
Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
Yoh 7:51
"Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
Yoh 7:52
Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."
Yoh 7:53
Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,
-----------
Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
Saudaraku,
para penjaga bait suci ini terlalu takut kepada para imam kepala dan orang Farisi untuk mengambil sikap berani bersama Tuhan Yesus.
Itu berarti mereka akan kehilangan pekerjaan, jadi mereka menghilang dari pandangan.
Tetapi kesaksian yang mereka berikan tentang Yesus sungguh membuka mata kita.
Kesaksian yang kuat dari orang-orang yang tidak percaya tentang Yesus membuat perbedaan besar.
Kesaksian ini tampaknya membuat orang-orang Farisi kebingungan, yang mulai mengeluh dan secara teologis mencoba terlihat lebih pintar dengan menyangkal dan menolak Yesus sebagai Tuhan.
Meskipun para perwira yakin setelah menyaksikan Yesus melakukan mukjizat dan melayani orang-orang, bahkan mengucapkan kata-kata baik tentang Yesus, mereka takut untuk mengambil keputusan tentang Dia karena khawatir kehilangan pekerjaan dan posisi mereka.
Bagaimana mungkin orang Romawi percaya pada Tuhan Yahudi?
Saudaraku,
begitu pula di zaman kita yang terkesan dengan kefasihan Yesus atau kebijaksanaan-Nya.
Mereka menganggap Dia adalah orang hebat dan guru agama.
Tetapi mereka tidak melihat Dia sebagai Firman Allah yang hidup dalam wujud manusia, sehingga mereka tidak percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat dan Tuhan mereka.
Karena takut akan apa yang dipikirkan orang lain, mereka tidak mengambil sikap iman yang berani di depan umum kepada Kristus.
Tidak ada seorang pun yang pernah berbicara seperti orang ini, Dia benar.
Dia adalah siapa yang Dia katakan.
Berbahagialah karena mata kita melihat dan telinga kita mendengar.
Tetapi jangan berhenti sampai di situ, mari kita temukan sukacita kekal di dalam Dia.
Perhatikan pula di zaman ini masih ada yang meninggalkan Tuhan Yesus, hanya demi pekerjaan, jabatan dan lainnya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 21 Maret 2026
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau buat mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Bahkan Engkau nyatakan belas kasih dan kuasaMu dalam hidup kami setiap hari
Kami sangat sadar, mengikutiMu tidak mudah
Maka kami mohon rahmat kekuatan untuk menyangkal diri setiap hari
Dan bimbinglah kami supaya selalu setia hidup dalam ketaatan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
