Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 19:3-12;
Saya kutip ayat 3-6:
Mat 19:3
Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
Mat 19:4
Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
Mat 19:5
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
Mat 19:6
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
-----------
Mereka bukan lagi dua, melainkan satu
Saudaraku,
menurut saya pernikahan itu adalah MEMBANGUN CINTA, bukan menyatukan cinta.
Jadi masing-masing harus sadar dan berkomitmen bahwa cinta itu harus bertumbuh setiap hari.
Cinta kepada Tuhan dan cinta kepada pasangannya.
Saudaraku,
jangan pernah berpikir buruk terhadap pasanganmu.
jangan pernah bergunjing tentang pasanganmu.
jangan pernah mengadili pasanganmu walaupun hanya dalam pikiran.
Dan janganlah memelihara keegoisan-keegoisan duniawi.
Penuhilah waktu yang kita miliki dengan perbuatan-perbuatan cinta kasih.
Sebab orang yang hidup dalam cinta kasih, ia tidak mencari dirinya sendiri.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 13 Agustus 2021
Tuhan Yesus
Dunia sibuk mencari kepentingannya sendiri
Tetapi Engkau menghendaki cinta kasih bertumbuh dan berbuah
Maka setiap saat kami membutuhkan Engkau
Kami mohon kuasailah kami dengan Roh-Mu
Supaya kami tidak jatuh oleh karena cinta diri
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 18:21-19:1;
Saya kutip Mat 18:21-22;
Mat 18:21
Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
Mat 18:22
Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
------------
Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku, sampai tujuh kali?
Saudaraku,
kita harus siap mengampuni setiap detik, sebab pada dasarnya manusia itu cinta diri.
Pikiran dan perasaannya secara spontan selalu menilai bahwa orang lain salah, dirinya sendiri yang benar.
Saudaraku,
kita harus selalu sabar terhadap kekurangan orang lain, sebab kita sendiripun memiliki banyak kekurangan dan tidak seorangpun mampu mencukupi kebutuhannya sendiri.
Tdak seorangpun mampu menyelesaikan kesulitan-kesulitannya sendiri.
Oleh karena itu kita wajib saling membantu, saling menolong dan menghibur, saling memberi nasihat dan saling menguatkan.
Dan sesungguhnya sudah menjadi kodrat Ilahi bahwa kita harus belajar yang satu memikul beban yang lain.
Sebab tidak seorangpun tanpa kekurangan dan tidak seorangpun tanpa beban.
Maka marilah kita membangun semangat kebersamaan dan pengampunan yang besar.
Dan ingat kita umat kristiani hidup dalam kasih Kristus.
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.(1Kor: 13:4-5)
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 12 Agustus 2021
Tuhan Yesus Kristus
Kami mohon berilah kami keberanian
Agar kami lebih tajam memperhatikan diri sendiri
Supaya kami berani mengakui bahwa kami pun memiliki banyak kekurangan
Sehingga kami tidak mudah menghakimi orang lain
Namun dalam segala hal kami menyikapinya dengan belas kasih dan kebaikan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 18:15-20;
Mat 18:15
"Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
Mat 18:16
Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
Mat 18:17
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
Mat 18:18
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
Mat 18:19
Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
------------
Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka
Saudaraku,
percayalah hanya kepada Allah dan berharaplah kepada belas kasih-Nya.
Janganlah mengambil keputusan menurut "perasaan sesaat", sebab pertimbangan Tuhan seringkali terlupakan.
Dan janganlah merasa mampu mengatasi segalanya, tetapi dalam segala keadaan tetaplah rendah hati.
Dengan demikian hati dan pikiran kita selalu terbuka untuk pertimbangan-pertimbangan ilahi.
Saudaraku,
ada banyak "sarana-sarana duniawi" yang bisa kita gunakan supaya kita tidak kehilangan kehadiran Allah.
Jika kita mau melatih mata kita setiap hari yaitu dengan melihat segala sesuatu dari dimensi Allah.
Kita memang hidup di dunia, tetapi Tuhan Yesus telah membuka mata kita sehingga kita dapat membedakan dengan sangat jelas mana yang berasal dari Allah dan mana yang berasal dari manusia.
Maka pagi ini saya ajak kembali melihat diri sendiri, seberapa sering kita menganggap bahwa Allah berada jauh di langit.
Allah kita Allah yang dekat.
Allah kita adalah Allah yang mendengar.
Allah kita adalah Allah yang hadir.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 11 Agustus 2021
Tuhan Yesus Kristus
Keputusan-Mu lah yang terbaik bagi kami
Terimakasih Engkau selalu menyertai kami
Pertimbangan-pertimbangan-Mu lah yang menuntun langkah kami
Kami serahkan seluruh rencana hidup kami kepada-Mu
Dan kami mohon kuatkan lah kami dan teguhkanlah kami
Supaya selalu setia di jalan-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 12:24-26;
Yoh 12:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Yoh 12:25
Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
Yoh 12:26
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
-------------
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada
Saudaraku,
mengikuti Yuhan Yesus itu tidak mudah.
Tetapi jika ingin hidup kekal di surga, tidak ada pilihan lain.
Ada orang yang berkata, yang penting berbuat baik pasti akan selamat.
Lalu pertanyaannya: perbuatan baik yang seperti apa?
Saudaraku,
manusia cenderung mencintai dirinya sendri.
Maka jika tanpa Roh Allah, manusia akan "melakukan perbuatan baik untuk kepentingan dirinya sendiri".
Dari semua kitab para nabi, sudah terbukti bahwa "manusia gagal mentaati hukum Allah".
Oleh karena itu Allah hadir menjadi manusia, tidak lagi mengajarkan tentang taat kepada aturan-aturan.
Namun memberi teladan tentang kerendahan hati, memberi teladan bagaimana melayani.
Jika dalam diri seseorang ada kerendahan hati dan mempunyai semangat melayani, ia PASTI taat kepada kehendak Allah.
Hidupnya tidak lagi tentang menuruti aturan-aturan atau hukum Allah.
Saudaraku,
permenungan pagi ini: apakah Saudara sungguh-sungguh mengenal diri sendiri?
Jika ya, Saudara pasti tidak pernah merasa sakit hati bila dipandang rendah.
Dan justru sedih jika Saudara dijunjung tinggi dan dipuji-puji.
Mari kita belajar mengenali dengan teliti setiap dorongan hati dan perintah akal budi.
Supaya kita tetap hidup rendah hati, setia menjadi pelayan-pelayan Tuhan Yesus.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 10 Agustus 2021
Tuhan Yesus
Kami sadar bahwa kesombongan hanya akan menghempaskan kami ke tanah
Maka kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Kami mohon Cahaya Roh-Mu
Supaya kami tidak tersesat
Supaya kami tidak melayani diri sendiri
Supaya kami melihat kehendak-Mu
Supaya kami sungguh-sungguh melayani-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa
Dalam persatuan Roh Kudus
Hidup dan berkuasa
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 17:22-27;
Mat 17:22
Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
Mat 17:23
dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itupun sedih sekali.
Mat 17:24
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?"
Mat 17:25
Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?"
Mat 17:26
Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya.
Mat 17:27
Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."
-------------
Supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka
Saudaraku,
sebaiknya kita bijaksana dalam tingkah laku.
Tidak tergesa-gesa dan bijaksana dalam menyikapi segala sesuatu.
Saudaraku,
kita adalah rasul-rasul Kristus, hidup untuk kemuliaan Allah.
Ada yang pernah bertanya kepada saya, memang Allah membutuhkan pujian dari manusia?
Dan tanpa kita muliakan pun Allah tetap mulia.
Sesungguhnya membangun "kesadaran" akan kehadiran Allah, adalah untuk diri kita sendiri.
Untuk menjaga gerak hidup kita agar senantiasa seirama dengan kehendak Allah dan supaya hidup kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Maka marilah kita teguh dalam ajaran Gereja dan dalam tindakan, tetapi juga supel dalam pembawaan.
Berpendirian teguh itu bukan keras kepala,.
Teguh dalam iman, tidak egois dan selalu menyadari bahwa kita dipilih dan diutus untuk menghadirkan belas kasih Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 9 Agustus 2021
Allah Bapa kami
Hidup kami ada dalam tangan-Mu
Kami tunduk kepada perintah-Mu
Terimakasih Engkau telah menuntun dan menjaga kami dengan baik
Sehingga dalam segala hal dapat bertindak selaras dengan kehendak-Mu
Kepada-Mu kami serahkan rencana hidup kami
Karena hanya Engkaulah yang mengetahui segala-galanya
Dan hanya Engkaulah yang mengetahui hal-hal yang akan datang
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
