"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Yohanes 16:12-15;

Yoh 16:12
Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya.
Yoh 16:13
Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Yoh 16:14
Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.
Yoh 16:15
Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."
---------

Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang

Saudaraku,
saya selalu bersikap seperti anak yang baru lahir dihadapan Allah.
Belajar, belajar dan terus belajar dan mata serta telinga saya selalu tertuju kepada Allah.
Roh Allah ada dalam diri saya dan Saudara, tentunya karya Allah akan terlihat dengan sangat-sangat jelas dan nyata.
Dari karya-karya Allah itulah kita memperoleh pengajaran dan teladan.
Rahmat-Nya mengantar kita kepada kebenaran.
Jadi jika kita sungguh-sungguh ingin mengetahui kebenaran itu, pasti kita akan menemukannya.
Karena Allah adalah Terang, maka tidak ada area abu-abu, yang ada adalah kebenaran dan ketidakbenaran.
Dan anak-anak Allah tidak ada yang jaim, yang berpura-pura suci dengan berbagai macam aksesori.

Saudaraku,
baiknya melatih diri bagaimana melihat setiap kejadian, bukan hanya dipandang dari mata jasmani namun selalu menggunakan mata Allah.
Jika perlu, sikapi setiap kejadian itu seolah-olah kita adalah nabi.
Dengan demikian sikap, ucapan atau perbuatan atas kejadian tersebut, akan selalu selaras dengan perintah Allah.

Saudaraku,
mari berpegang kepada Allah tanpa ragu, supaya kita dibebaskan dari kegelapan, sehingga kebenaran akan dinyatakan melalui hidup kita.
Sebab Allah Bapa, Putera dan Roh Kudus menginginkan setiap orang mendengar kabar sukacita dan hidup damai dalam kasih-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 16 Juni 2019

Bapa
Kami berserah kepada-Mu
Kami sangat percaya kepada-Mu
Maka kami mohon ya Bapa
Hanya pertimbangan-pertimbangan-Mu lah yang menguasai hati dan pikiran kami
Supaya karya-Mu terwujud nyata dalam hidup kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

 

Injil Matius 5:33-37;

Mat 5:33
Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
Mat 5:34
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
Mat 5:35
maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
Mat 5:36
janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
Mat 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
---------

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak

Saudaraku,
seorang yang murni hatinya, pasti jujur dalam setiap ucapan dan tindakan.
Perhatikan, jika kita jujur(mengatakan yang sebenarnya), kita tidak perlu mengingat apapun.
Namun sebaliknya jika kita tidak mengatakan yang sebenarnya, kita harus mengingat apa yang kita katakan itu.
Sebab suatu saat perkataan itu bisa saja mempermalukan kita dan membongkar semua kebohongan kita.

Siapa bijak hati, memperhatikan perintah-perintah, tetapi siapa bodoh bicaranya, akan jatuh.
Siapa bersih kelakuannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.
(Ams 10:8-9)

Saudaraku,
saya yakin semua orang pernah mengalami kebingungan dalam situsi yang sulit memilih ya atau tidak, jujur atau bohong.
Standar benar atau salah untuk seorang kristiani adalah Firman Allah, dan pasti Roh Kudus ikut bekerja, dan berbicara kepada kita apa yang harus kita pilih dan katakan.
Pertanyaannya: kita pilih perintah Roh Kudus atau mengikuti keinginan diri?

Saudaraku,
jangan memberi ruang untuk berunding dengan hawa nafsu dan matikanlah kerakusan.
Hidup sopan dan sederhana, adalah pondasi dan benteng kejujuran, sehingga kita tidak akan terjebak dalam kebohongan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 15 Juni 2019

Bapa
Dalam kesederhanaan hati
Dengan kepercayaan yang sungguh-sungguh
Kami selalu berjuang untuk tetap taat kepada perintah-Mu
Dengan segenap hati dan segala hormat kami datang kepada-Mu
Mengucap syukur atas kebaikan-Mu dan menyerahkan keinginan kami kedalam pimpinan-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 5:27-32;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 5:27
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
Mat 5:28
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Mat 5:29
Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
Mat 5:30
Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
--------

Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu

Saudaraku,
Tuhan memerintahkan kita untuk memurnikan hati dan pikiran.
Hidup penuh kewaspadaan dan dengan segera memadamkan letupan-letupan api hawa nafsu.
Hindarilah pembicaraan-pembicaraan yang tidak senonoh, karena itu hanyalah sampah, supaya tidak melekat dipikiran kita.
Hiburan badaniah hanyalah pemuasan nafsu sesaat dan kesepian akan kembali menjadi sebuah siksaan.
Keinginan adalah pintu gerbang hati, maka marilah kita selalu berhati-hati, menutup rapat pintu itu untuk segala keinginan yang hanya mencari kepuasan diri.

Saudaraku,
jalan menuju kenikmatan badani tampak baik dan mulus, tetapi hati-hati ujungnya sangat licin dan bertebing, sehingga jika terjatuh akan sangat sulit ditarik kembali.
Oleh karena itu Tuhan Yesus mengatakannya kepada kita, jangan biarkan mata kita berkeliaran.
Hampir saja Benediktus jatuh dalam pencobaan.
Kemudian ia merasa sangat menyesal hingga menghempaskan dirinya dalam semak-semak dengan duri-duri yang panjang serta tajam.
Ia berguling-guling di atas semak duri hingga seluruh tubuhnya penuh dengan goresan-goresan luka. Sejak saat itu, hidupnya mulai tenang.
Ia tidak pernah merasakan godaan yang dahsyat seperti itu lagi.
(Sumber:wikipedia.org - Benediktus)
Jika Santo Benediktus menghempaskan dirinya dalam semak duri untuk menjaga kemurnian, bagaimana dengan kita?

Saudaraku,
tidak ada seorangpun yang sempurna dan suci.
Dan tidak ada seorangpun yang bebas dari godaan.
Maka marilah kita selalu berjaga-jaga dan berdoa, supaya hidup kita tidak binasa oleh keinginan daging.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 14 Juni 2019

Allah Bapa kami
Setiap saat kami berusaha untuk tunduk dan taat kepada pimpinan-Mu
Kami percaya Engkau akan memberikan kekuatan saat kami lelah
Engkau menghibur kami saat kami merasa sendirian
Dan ENgkau tidak akan membiarkan kami jatuh dalam godaan dan pencobaan

Puji dan syukur kami harurkan kepada-Mu ya Bapa
Mata kami Engkau buat melihat
Dan telinga kami Engkau buat mendengar
Sehingga kami melihat dan mendengar tanda-tanda peringatan-Mu
Sehingga langkah hidup kami aman dijalan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 5:20-26;

Saya kutipkan sebagian:

Mat 5:20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 5:21
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
Mat 5:22
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Mat 5:23
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
Mat 5:24
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
--------

tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu

Saudaraku,
berbahagialah orang yang berani menganggap hina dirinya sendiri, sebab tidak akan pernah sempat marah jika dihina.
Dan ia akan selalu melihat sesuatu yang baik dalam setiap keadaan, sehingga hidupnya penuh kedamaian.
Maka tidak ada sedikitpun pikiran yang jahat.
Sebaliknya orang yang tidak pernah merasa puas akan mudah marah dan selalu menaruh curiga terhada orang lain.
Seringkali kita mudah memaafkan kesalahan diri sendiri, bahkan selalu berusaha menyembunyikan kekurangan-kekurangan diri hanya untuk alasan harga diri.
Tetapi sangat sulit memaafkan orang lain bahkan ada yang lalu menceritakan keburukkan orang lain kepada banyak orang.

Saudaraku,
kita telah diberikan teladan kerendahan hati oleh Tuhan Yesus Kristus, masih adakah yang mendewakan harga diri?
Tidak semua orang sependapat dengan kita, tidak semua orang seirama dengan kita, tidak semua orang sesuai dengan harapan kita.
Dan sedikitpun kita tidak berhak untuk mengubah orang lain.
Maka baiknya mari mengubah diri sendiri dengan kesabaran, kerendahan hati, bijaksana dan penuh kasih maka hidup kita penuh damai dan bisa menjadi teladan bagi banyak orang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 13 Juni 2019

Allah Bapa kami
Putera-Mu Tuhan Yesus telah memberikan teladan kepada kami
Ia menderita sengsara supaya kami melihat damai

Kami mohon rahmat kekuatan-Mu ya Bapa
Supaya kami menjadi pemenang atas diri kami sendiri
Sehingga damai-Mu memenuhi hidup kami
Dan hidup kami selalu menjadi warta sukacita bagi semua orang

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 5:17-19;

Mat 5:17
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
Mat 5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Mat 5:19
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.
---------

yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga

Saudaraku,
setiap hari-hari yang kita lalui membawa kita lebih dekat kepada kematian.
Dan hampir setiap orang takut menghadapi kematian.
Bagi kita anak-anak Allah, hari-hari yang kita lalui akan membawa kita lebih dekat kepada awal kehidupan baru.

Saudaraku,
semakin hari nampaknya dunia kehilangan pandangan tentang perbedaan antara yang benar dan yang salah.
Menurut saya bukan kehilangan pandangan, namun dunia tidak lagi peduli mana yang benar dan mana yang salah.
Dan kita sebagai anak-anak Allah, karena ada Roh Kudus yang hidup dalam diri kita, tidak hanya memilih benar atau salah.
Namun terkadang memilih mana yang baik dan yang terbaik.
Kondisi ini menjadi sangat-sangat sulit jika tidak biasa bergaul dengan Roh Kudus.
Bisa saja kita menghadapi situasi yang tidak cukup dengan penalaran moral.
Karena moralitas terkadang hanya diukur dengan ketaatan kepada hukum atau peraturan.
Dan banyak terjadi orang mengakali hukum untuk kepentingan tertentu dan mengabaikan moralitas.
Misalnya orang farisi lebih taat kepada aturan hari sabat daripada menolong orang, agar tetap dianggap orang suci dan taat.
Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."(Mat 12:12)

Saudaraku,
ada telinga dan mata Roh Kudus yang siap menuntun kita untuk melakukan perintah-perintah Allah.
Melakukan perintah-perintah Allah adalah KUNCI pintu Kerajaan Sorga.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 12 Juni 2019

Allah Bapa kami
Kami sadar bahwa jika kami tunduk kepada tubuh ini
Kami tidak akan pernah kenyang
Dan selalu timbul keinginan-keinginan baru

Kami membutuhkan mata dan telinga Roh-Mu
Sehingga tidak lagi terkekang oleh tubuh ini
Dan langkah kami menjadi ringan
Untuk melakukan kehendak-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin