Yohanes K. Sugiyarta
Injil Lukas 1:67-79;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 1:67
Dan Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:
Luk 1:68
"Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,
--------
Luk 1:76
Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,
Luk 1:77
untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,
Luk 1:78
oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,
Luk 1:79
untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."
--------
Saudaraku,
natal adalah penggenapan janji Allah.
Allah berjanji akan hadir disetiap hati orang yang percaya.
Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.(Bdk Yer 31:33)
Selama 4 minggu dalam masa adven kita ikut merasakan *kerinduan akan keselamatan*.
Seperti Allah mengirim Yohanes Pembaptis untuk mendahului kedatangan Tuhan Yesus Sang Juru Selamat, kita diajak kembali untuk memberikan tempat yang layak di hati kita.
Ia adalah Firman Yang Hidup, dan Ia berkenan untuk menetap di hati kita, supaya kita tidak tersesat.
Karena kehadiran-Nya menyinari mereka yang diam dalam kegelapan.
Kehadiran-Nya menuntun kepada jalan damai sejahtera.
Saudaraku,
seperti Bunda Maria yang rendah hati,
Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.(Bdk Luk 1:38)
Marilah kita malam ini menyambut Natal, dengan sukacita dan rendah hati.
Kita pun pantas bersukacita karena kita pun telah dipilih Allah untuk menerima penggenapan janjinya yaitu keselamatan dan kehidupan kekal.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Senin 24 Desember 2018
Umat manakah yang menerima kebaikan yang sangat besar dari-Mu ya Bapa
Sungguh kami mengucapkan syukur dan bersukacita
Sebab Engkau berkenan tinggal dalam hidup kami
Menuntun langkah kami
Dan rahmat-Mu selalu baru setiap pagi
Kehadiran-Mu yang mengangumkan
Cinta kashi-Mu yang tidak terukur
Dan pengampunan-Mu yang tiada henti
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 1:39-45;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 1:41
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
Luk 1:42
lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
Luk 1:43
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
Luk 1:44
Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
Luk 1:45
Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."
--------
Saudaraku,
apakah aktifitas atau kegiatan keagamaan selalu mampu untuk menjaga kesehatan rohani?.
Bisa ya dan juga bisa tidak, tergantung bagaimana jiwa kita menanggapi dan menyikapi panggilan Allah.
Seberapa kuatnya keinginan kita untuk mengaplikasikan panggilan itu dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dan bagaimana cara kita melihat setiap kejadian dalam kehidupan kita.
Elisabet dan Bunda Maria mengalami keajaiban rohani, mereka berdua lalu saling berbagi kesaksian sehingga bisa saling menguatkan.
Kesaksian hidup kita diperlukan untuk kesehatan rohani orang lain, demikian pula sebaliknya, kita memerlukan kesaksian dari orang lain.
berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.
Kalimat ini adalah kesaksian iman atau ungkapan iman, contoh seperti inilah yang seharusnya ada dalam hidup seorang Kristen.
Tidak menyebarkan kegelisahan, kekecewaan dan keluh kesah.
Dan selalu berusaha melihat sisi baiknya dari setiap kejadian.
Ingat mata kita tidak lagi buta, oleh Tuhan Yesus kita diberikan kemampuan untuk melihat banyak dimensi.
Dan saya ingatkan lagi bahwa hitam itu ada supaya kita bisa melihat dan mengerti yang putih, bukan untuk mencela yang hitam.
Saudaraku,
mari siapkan diri untuk menyambut natal, buka hati untuk karya-karya Allah, supaya diri kita menjadi pustaka rohani yang hidup.
Menjadi saksi akan kasih Allah dan menjadi jalan keselamatan bagi banyak orang.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 23 Desember 2018
Allah Bapa kami
Kami selalu rindu untuk mengungkapan kebaikan-Mu melalui hidup kami
Namun terkadang kami malas dan kami egois
Kasih dan kebaikan-Mu hanya kami nikmati sendiri
Bapa di surga
Engkau menginginkan kami menjadi saksi-Mu
Kami bersedia ya Bapa
Kami mohon rahmat kekuatan-Mu
Pakailah hidup kami untuk karya-karya-Mu
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 1:46-56;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 1:46
Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,
Luk 1:47
dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,
Luk 1:48
sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,
Luk 1:49
karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.
Luk 1:50
Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
Luk 1:51
Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;
Luk 1:52
Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;
Luk 1:53
Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;
--------
Saudaraku,
Bunda Maria tahu pasti akan ada kejadian-kejadian yang sangat luar biasa tentang Anak yang dikandung-Nya.
Saya kok sangat yakin Roh Allah menyatu dalam diri Bunda Maria setelah menerima kabar sukacita.
Dan sejak saat itu pula Bunda Maria menjadi manusia baru, karena Ia mengandung Anak Allah yang kudus.
Dan saya yakin pula ucapan dan perbuatannya membawa kesembuhan rohani bagi saudara-saudara dan orang-orang yang ada di sekitarnya.
Saudaraku,
Tuhan Yesus hidup dalam hidup kita, Ia berkenal tinggal di hati kita.
Apakah kebesaran dan kemuliaan Allah terwujud dalam hidup kita?
Sehingga mampu memberi kesembuhan, kedamaian dan sukacita bagi setiap orang di sekitar kita?
Jika hidup kekristenan kita hanya biasa-biasa, seperti hidup orang-orang yang tidak mengenal Allah, berarti Allah tidak hidup.
Dengan kalimat lain, kita boleh bertanya kepada diri kita masing-masing apakah kita ini benar seorang kristen?
Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.
(Ef 4:17-18)
Saudaraku,
Allah telah memilih Bunda Maria, untuk menghadirkan Allah.
Dalam Kritus kitapun dipilih untuk menghadirkan Allah dalam hidup kita sehari-hari.
Mari menjalani hidup dalam sukacita Allah, menjauhkan diri dari pikiran yang jahat dan keluh kesah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 22 Desember 2018
Kami bersyukur, memuji dan memuliakan Engkau ya Bapa
Karena Engkau telah mengangkat kami menjadi anak-anak-Mu
Engkau buka mata dan telinga kami
Sehingga kami mengenal Engkau
Kami melihat dan mengalami semua kebaikan-Mu
Allah Bapa kami
Seperti Bunda Maria yang Engkau pilih untuk melahirkan Putera-Mu
Kami menyerahkan diri kepada-Mu
Pakailah hidup kami untuk membawa semua kebaikan-Mu
Jadikan hidup kami menjadi cahaya
Supaya setiap orang melihat keselamatan
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 1:39-45;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 1:39
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
Luk 1:40
Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
Luk 1:41
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,
Luk 1:42
lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
--------
Saudaraku,
satu lagi teladan dari Bunda Maria, mengunjungi saudaranya Elisabet dan memberikan salam.
Tentunya tidak asing lagi ditelinga kita, ada yang dengan saudaranya sendiri tidak akur dengan berbagai alasan.
Bahkan beberapa waktu yang lalu ada anak yang menuntut warisan kepada orangtuanya sendiri bahkan menuntutnya melalui jalur hukum.
Saudaraku,
buah Roh Kudus adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri, dan iman Kristen sangat luar biasa karena Roh Allah tinggal di hidup orang-orang percaya.
Lalu pertanyaannya: apakah kita memberikan ruang untuk Roh Allah bekerja?
Jangan-jangan Roh itu hanya untuk menjaga saat kita tidur.
Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.(1Yoh 4:4)
Saudaraku,
dengan kekuatan Roh Kudus kita mampu mengalahkan nabi-nabi palsu, yaitu segala ajaran-ajaran duniawi.
Ajaran kebencian yang memecah belah, egois, mementingkan diri sendiri atau kelompoknya, mengejar kesenangan.
Hal-hal demikian membuat ketakutan dan kegelisahan, sebab selalu merasa kurang dan curiga kepada siapapun.
Maka sesungguhnya tidak lagi memiliki hidup, sebab hidup itu adalah damai dan berbuah kebaikan.
Sebagai anak-anak Allah, marilah kita memberikan salam sukacita, bukan hanya sekedar salam ucapan, tetapi sapaan melalui perbuatan yang mewujudhan kasih Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 21 Desember 2018
Allah Bapa kami
Karya-Mu nyata di sepanjang hidup kami
Dengan sungguh hati dan tak henti-hentinya kami mohon
Tuntunlah kami dengan kehadiran-Mu
Bukalah mata hati kami ya Bapa akan karya-karya-Mu
Yang menjadi arah hidup kami
Dan yang menggerakkan langkah kami
Sehingga kami dijauhkan dari segala keinginan yang jahat
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil Lukas 1:26-38;
Saya kutipkan sebagian:
Luk 1:30
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Luk 1:31
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Luk 1:32
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
--------
Luk 1:38
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
--------
Saudaraku,
masih inget berita seorang kakek berumur 70 tahun menikahi seorang wanita berumur 25 tahun dengan mahar uang 1 milyar?
Sekilas muncul pertanyaan apakah demi harta atau demi cinta?
Sangat kontras dengan Bunda kita tercinta St. Perawan Maria, rela mengurbankan semua cita-cita dan impiannya.
Ia memberikan hidupnya untuk rencana Allah, singgih merupakan teladan kasih yang luar biasa.
Sedangkan kita terkadang masih mencari-cari alasan hanya sekedar untuk sedikit saja berbuat kasih.
Bahkan sering kita temui:
uang yang ber-agama, nasi bungkus ber-agama, sembako juga ada yang ber-agama.
Saudaraku,
Dalam situasi dunia yang dibanjiri:
Fitnah mengatas-namakan kebaikan.
Cela dan caci maki dengan alasan membela orang kecil.
Intoleransi hanya untuk mencari kekuasaan dan kepentingan kelompoknya.
Saya ajak untuk bersyukur kepada Allah Bapa kita, sebab dihadapan kita selalu ada orang-orang yang rela mengurbankan dirinya untuk kebaikan orang lain.
Lalu permenungannya bagaimana dengan kita sendiri?
Marilah berdiam diri sejenak, hidupkan lagi masa-masa yang telah kita lewati, saya yakin ada banyak orang yang telah berbuat kebaikan untuk kita.
Masihkan kita memikirkan untung rugi untuk mengulurkan tangan bagi orang lain?
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 19 Desember 2018
Kepada-Mu ya Bapa
Kupersembahkan segala yang baik
Meskipun tidak banyak jumlahnya dan tidak sempurna
Kami mohon ya Bapa
Engkau berkenan menyempurnakan hidup kami
Supaya semakin hari semakin pantas dihadapan-Mu
Dan kami mohon berikanlah kami kesadaran senantiasa
Supaya setiap saat hati dan pikiran kami hanya mengarah kepada-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
