"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 5:33-37;

Mat 5:33
Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.
Mat 5:34
Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,
Mat 5:35
maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;
Mat 5:36
janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.
Mat 5:37
Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.
--------

Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak

Saudaraku,
mungkin ada banyak orang saat ini yang mencemooh kita yang telah mengabdikan diri kepada Kristus dan Gereja-Nya.
Mungkin memang ada perbuatan atau ucapan kita yang salah.
Mereka memberi tahu kita bahwa hidup itu penuh nuansa, bahwa ada nuansa abu-abu dalam urusan membuat pilihan moral.
Namun, Tuhan Yesus cukup tegas.
Kita harus mengatakan kebenaran kepada siapa pun yang bertanya tentang iman kita, bahkan jika hidup kita bergantung pada pernyataan itu.
Itu adalah bagian besar dari ketaatan kita dalam iman.
Kita tidak perlu bersumpah untuk dipercaya.
Jika kita tidak pernah berbohong, jika kita memiliki reputasi integritas dan kejujuran yang mutlak, maka tidak seorang pun akan pernah meminta kita untuk bersumpah atas kebenaran pernyataan kita.
Tuhan Yesus Kristus bukanlah orang yang suka menghindar dari pernyataan-Nya.
Itulah salah satu alasan kita tahu Dia benar-benar ilahi, karena meskipun pernyataan itu mengantar Dia ke salib, Dia tetap teguh pada pernyataan itu.

Saudaraku,
kejujuran harus ada pada maksud kita dan kemurnian pada cinta kasih kita.
Dengan kejujuran, kita menemukan Allah, dengan kemurnian, kita akan memperoleh dan menikmati Allah.
Tidak ada yang bisa menganggu kita, bila kita bisa melepaskan segala keinginan yang tidak teratur.
Bila kita tidak mencari sesuatu selain agar berkenan kepada Tuhan dan berguna bagi sesama, kita akan menikmati "kedamaian batin".
Bila kita jujur, setiap makhluk akan merupakan cerminan bagi kehidupan kita dan merupakan kitab pelajaran yang suci.
Setiap makhluk akan selalu memperlihatkan kebaikan Tuhan.
Jika keadaan batin kita baik dan murni, kita tidak akan pernah terjebak dalam kebohongan atau kepura-puraan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 14 Juni 2025

Tuhan Yesus
Kami mohon berilah kami hati yang murni
Berilah kami rahmat kekuatan untuk mengendalikan setiap perasaan
Supaya kami tidak terjebak dalam kebohongan
Bimbinglah kami setiap hari untuk mengalahkan diri sendiri

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Peringatan Wajib St. Antonius dari Padua

Injil Matius 5:27-32;

Mat 5:27
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
Mat 5:28
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Mat 5:29
Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
Mat 5:30
Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
Mat 5:31
Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
Mat 5:32
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.
--------

Jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu

Saudaraku,
apa gunanya Hukum?
Hukum, khususnya hukum moral alamiah yang diungkapkan dalam Sepuluh Perintah Allah, bagaikan "sistem operasi" bagi manusia, seperti microsoft windows atau android.
Jika kita mengutak-atik sistem operasi komputer kita, komputer tidak bisa dijalankan dengan benar.
Begitu pula, ketika kita melanggar aturan "sistem operasi yang telah ditetapkan Tuhan" bagi roh, jiwa, dan tubuh kita, kita merusak diri kita sendiri.
Menyakiti orang lain berarti melukai jiwa kita sendiri.
Berbohong kepada orang lain, atau kepada diri sendiri, berarti kita memasuki dunia di mana "kebenaran" bersifat relatif terhadap perasaan dan kepentingan pribadi kita.
Pada akhirnya, kita kehilangan jejak tentang apa yang benar dan apa yang salah.

Saudaraku,
hukum memberi kekuatan pada kehidupan bersama kita.
Kekacauan akan terjadi jika negara tidak memeiliki hukum.
Kita beribadah, memuji Tuhan bersama-sama memperbaiki kehidupan kita, mendatangkan kebaikan bagi kita secara individu dan sebagai komunitas.
Pujian kita memperbaiki mulut kita.
Ketika kita mendengar Sabda Tuhan, kita mendengar lagu cinta Tuhan bagi kita, kita lebih memahami bagaimana menjalani hidup kita dan bagaimana membantu orang lain.
Ketika kita menerima Tubuh dan darah Kritus saat komuni, jiwa dan keilahian Kristus menyatu dalam diri kita, kita diubahkan menjadi gambar-Nya dan diberdayakan untuk berkata, "jadilah kehendak-Mu, jadilah padaku menurut kehendak-Mu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 13 Juni 2025

Tuhan Yesus
Engkau memberikan kepada kami Roh Kudus
Yang menerangi hati kami, menuntun dan mendorong kami untuk setia hidup dalam ketaatan
Semua itu karena belas kasihMu, supaya kami tidak tersesat
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dibawah perintah

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa


Injil Matius 5:20-26;

Mat 5:20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Mat 5:21
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
Mat 5:22
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Mat 5:23
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
Mat 5:24
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
Mat 5:25
Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
Mat 5:26
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
--------

Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum

Saudaraku,
saya pernah tersinggung oleh sesuatu yang diucapkan seseorang.
Saya juga pernah melakukan kesalahan yang menyebabkan ketidaknyamanan orang lain.
Saya juga pernah menyinggung perasaan orang lain melalui kata-kata dan mungkin melalui perbuatan.
Menurut saya, kita semua pernah tersinggung dan menyinggung orang lain, melalui kata-kata atau perbuatan.
Ada juga orang yang hanya mencari alasan untuk merasa tersinggung.
Tampaknya sangat sulit untuk menyikapi ucapan atau perbuatan orang lain.
Mari kita perhatikan, ada orang yang mudah tersinggung oleh hal-hal kecil.
Tetapi ada pula orang yang hatinya cukup kuat dan tidak mudah tersinggung, bahkan tidak pernah merasa tersakiti.
Saya seringkali mengatakan kepada setiap orang dalam kehidupan saya, bahwa kita tidak punya kuasa apapun atas orang lain, tidak ada gunanya tersingung atau bahkan mungkin tersakiti.

Saudaraku,
kemungkinan besar kita semua bersalah karena menyinggung perasaan orang lain dari waktu ke waktu.
Kita mungkin tidak bermaksud atau tidak menyadari bahwa kita telah menyinggung perasaan orang lain.
Namun, kita telah melakukannya yang mengakibatkan ketidaknyamanan orang lain.
Mari kita perhatikan, kemarahan yang tak terselesaikan dan ketidakberanian untuk mengampuni dapat mengarah pada kebencian.
Kebencian sangat berbahaya sebab bisa memicu kemaarahan bahkan oleh hanya karena hal-hal yang kecil.
Dan kebencian yang tidak ditangani mengarah pada penghakiman.
Oleh karena itu marilah kita selalu "membangun kesadaran", bahwa kita tidak punya hak sedikitpun atas hidup orang lain.
Sia-sia jika kita mencoba "terlibat" dalam hidup orang lain.
Lebih baik memperhatikan dengan sungguh-sungguh hidup kita sendiri, supaya belas kasih Allah yang berkuasa atas hidup kita.
Sehingga kita tidak akan pernah merasa tersakiti oleh apapun yang diluar kendali kita dan kitapun tidak akan bisa marah terhadap apapun diluar diri kita.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 12 Juni 2025

Tuhan Yesus
Kami mohon doronglah kami setiap hari untuk melihat diri-sendiri dengan jujur
Supaya kami tidak mudah terlibat dalam setiap ketidaknyamanan
Dan kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan belas kasihMu
Sehingga hati kami penuh dengan pengampunan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa


Injil Matius 10:7-13;

Mat 10:7
Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Mat 10:8
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
Mat 10:9
Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
Mat 10:10
Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Mat 10:11
Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
Mat 10:12
Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
Mat 10:13
Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
---------

Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat

Saudaraku,
cahaya iman membuat kita melupakan penderitaan dunia ini.
Mari kita perhatikan betapa banyaknya Santo dan Santa yang setia "hidup dalam iman", walaupun mereka mengalami penderitaan di dunia ini.
Mereka memahami misteri yang bekerja dalam diri mereka.
Saat mengalami penderitaan, mereka tentu tidak mampu menghilangkan semua rasa sakit mereka atau menjelaskan setiap kejahatan.
Iman bukanlah cahaya yang mengusir semua kegelapan kita, tetapi lampu yang menuntun langkah kita di malam hari dan cukup untuk perjalanan.
Bagi mereka yang menderita, Tuhan Yesus tidak memberikan "alasan" yang menjelaskan segalanya.
Sebaliknya, respons-Nya adalah kehadiran yang menyertai.
Itulah yang dialami para kudus, para santo dan santa, lalu tentunya setiap orang yang percaya pasti menerima anugerah yang sama.

Saudaraku,
kita dipilih untuk menghadirkan kerajaan Sorga.
Seperti Tuhan Yesus dan para murid, serta orang-orang kudus, ditolak oleh dunia, kitapun pasti ditolak oleh dunia.
Tetapi kehadiranNya menyertai dan mari kita perhatikan sejarah kebaikan yang menyentuh setiap kisah penderitaan dan membuka seberkas cahaya. Dalam Kristus, Tuhan sendiri ingin berbagi jalan ini dengan kita dan menawarkan pandangan-Nya kepada kita sehingga kita dapat melihat cahaya di dalamnya.
Kristus adalah satu-satunya yang, setelah menanggung penderitaan, adalah "pemimpin dan penyempurna iman kita".(Bdk Ibr 12:2)
Ia dengan sabar dan penuh kasih, menuntun dan memberikan rahmat kekuatan supaya kita setia dijalanNya.
Di saat-saat kesakitan dan kepanikan, arahkanlah hati dan pikiran kita kepadaNya.
Tuhan Yesus tahu keadaan kita, Ia setia dan kasih karunia-Nya berlimpah.
Dan Ia akan mengubah penderitaan, sehingga kita mempunyai "perspektif" atau sudut pandang, seperti halnya sudut pandang setiap orang kudus.
Kita harus memandang dengan kasih kepada Tuhan Yesus yang menaruh kasih di dalam hati kita.
Lalu pada akhirnya setiap orang dalam kehidupan kita mengalami Kerajaan Sorga.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 11 Juni 2025

Tuhan Yesus
Tak henti-hentinya Engkau mendorong kami supaya kami hidup menjadi saksiMu
Engkau memberikan kami semangat saat kami lemah
Engkau penuhi hati kami dengan belas kasihMu
Dan Engkau selalu hadir dan memberikan kekuatan saat kami mulai lemah
Kami mohon jauhkanlah kami dari berbagai macam ketakutan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Matius 5:13-16;

Mat 5:13
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Mat 5:14
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Mat 5:15
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Mat 5:16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
--------

Kamu adalah garam dunia

Saudaraku,
selama garam murni tetap kering, garam tersebut akan bertahan selamanya tanpa mengubah sifat-sifatnya.
"Kamu adalah garam dunia."
Apa gunanya garam?
Garam mengawetkan.
Garam memurnikan.
Garam "mengeluarkan rasa makanan" yang sebenarnya.
Garam menghancurkan hal-hal yang menyebabkan makanan membusuk.
Namun, ada hal lain yang lebih penting dari itu, garam tidak "dimakan langsung".
Jika kita makan sesendok garam, kita mungkin bisa sakit.
Garam meresap kedalam makanan dan dalam arti tertentu, garam harus mati sebelum menjadi berguna.

Saudaraku,
dapatkah kita melihat apa yang Tuhan Yesus katakan kepada para pengikutnya?
Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita diciptakan untuk terlibat dalam dunia.
Untuk apa? Untuk membawa kebaikan.
Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa kita harus menjadi garam atau menjadi seperti garam.
Tuhan Yesus mengatakan "kita adalah garam".
Seperti itulah kita jika dilahirkan kembali, diciptakan kembali menurut gambar Allah.
Kita harus mempertahankan "rasa asin kita".
Kita perlu memastikan bahwa kita tidak menjadi basi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 10 Juni 2025

Tuhan Yesus
Belas kasih dan firmanMu yang menjaga kami supaya kami tetap menjadi garam dunia
Dan dengan berbagai cara Engkau membimbing kami, memurnikan hati kami supaya kami tetap hidup dalam kekudusan
Kami mohon bimbinglah kami dan berilah kami rahmat kekuatan untuk selalu hidup dalam kesadaran
Sehingga hidup kami senantiasa berguna bagi setiap orang dalam kehidupan kami dan kebaikanMu selalu terpancar dalam hidup kami

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa