Yohanes K. Sugiyarta
Injil dari Lukas 6:1-5;
Luk 6:1
Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
Luk 6:2
Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
Luk 6:3
Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
Luk 6:4
bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"
Luk 6:5
Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
-------
Ibadat adalah salah satu makanan rohani.
Ada banyak cara untuk makan, banyak faktor yang menjadi pertimbangan.
Misalnya:
Makan bubur, memang lebih nyaman pakai sendok.
Makan masakan padang lebih nikmat, tidak pakai sendok.
Orang Farisi dan ahli taurat terjebak dalam aturan tentang hari sabat.
Mereka mengesampingkan hal-hal yang utama.
Ketaatan mereka dalam menjaga hukum Allah, bukan lagi untuk mencukupi makanan rohani.
Bergeser menjadi sebuah atribut yang agar mereka terlihat suci sebagai penjaga hukum Allah.
Aturan itu lantas menjandi beban, dan beban itulah kemudian dilemparkannya kepada orang-orang lain.
Aturan tentang hari Sabat adalah perintah yang sederhana agar meluangkan waktu untuk Allah, menjadi sangat kusut.
Meluangkan waktu untuk melakukan kehendak Allah, bisa kita lakukan setiap hari.
Melakukan perbuatan baik setiap saat.
Ada hal yang menarik dalam bahasa kita, Bahasa Indonesia.
Tentang kata _ibadat dan ibadah_.
Orang sering menganggap itu sebuah kata yang sama.
Tetapi dalam KBBI itu berbeda.
Ibadah: perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah, yang didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Ibadat: segala usaha lahir dan batin sesuai dengan perintah Tuhan untuk mendapatkan kebahagiaan dan keseimbangan hidup, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat maupun terhadap alam semesta.
Maka meluangkan waktu untuk ibadat di gereja pada hari minggu adalah usaha lahir dan batin.
Bukan sebagai suatu beban sebagai orang Kristen, bahwa hari minggu wajib ke gereja.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 09 September 2017
Allah Bapa di dalam surga
Kebebasan, kemerdekaan Engkau berikan kepada kami
Supaya kami bisa merasakan dan menikmati kasih-Mu
Namaun seringkali kami justru terikat oleh keinginan dosa
Kami sering tertipu oleh kasih yang semu
Engkau mengetahui keaadaan kami
Karena kasih-Mu sungguh besar kepada kami
Maka Engkau memberikan hukum kepada kami
Terimakasih ya Bapa
Kami mohon ya Bapa
Roh Kudus-Mu selalu membimbing kami
Supaya kami mengerti akan hukum-hukum-Mu dan mentaatinya
Yang memerdekakan kami dari dosa
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Matius 1:1-16, 18-23;
Mat 1:1
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
Mat 1:2
Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
Mat 1:3
Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
Mat 1:4
Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
Mat 1:5
Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
Mat 1:6
Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
Mat 1:7
Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
Mat 1:8
Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
Mat 1:9
Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
Mat 1:10
Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
Mat 1:11
Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
Mat 1:12
Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
Mat 1:13
Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
Mat 1:14
Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
Mat 1:15
Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
Mat 1:16
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
--------
Mat 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Mat 1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Mat 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Mat 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Mat 1:22
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
Mat 1:23
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" ?yang berarti: Allah menyertai kita.
--------
Pagi ini saya mengajak untuk mengucap syukur kepada Allah.
Sebab kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus, melalui Bunda Maria, membawa pesan yang sangat jelas dan tegas, tidak ada lagi *diskriminasi antara laki-laki dan perempuan*.
Dalam masyarakat bangsa Yahudi kedudukan perempuan lebih rendah daripada laki-laki.
Dan nama perempuan tidak pernah dicantumkan dalam silsilah bangsa Yahudi.
St. Matius dengan sangat jelas menulis dalam silsilah Tuhan Yesus tercantum nama-nama perempuan:
Tamar, Rahab, Rut dan Bunda Maria.(ayat 1-16)
Bahkan Tamar, Rahab dan Rut bukanlah orang yang suci.
Memberikan pesan yang sangat kuat, bahwa Tuhan Yesus mengajak kita semua untuk bertobat.
Dan Dia adalah Tuhan yang punya kuasa mengampuni dosa.
Tuhan Yesus selalu menyediakan tempat bagi orang-orang berdosa.
Untuk menerima pengampunan dan mmemberikan Roh Kudus untuk hidup baru bersama-Nya.
Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka
Marilah kita juga belajar kepada Bunda Maria.
Taat, tekun dan tabah menjalankan kehendak Allah.
Panggilah Bunda Maria, Bunda Maria yang kudus.
Dia menawarkan pelukan, belaian dan kasih sayang kepada kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 08 September 2017
Kami selalu rindu menyanyikan kidung pujian bagi-Mu ya Bapa
Atas segala kebaikan-Mu
Kami selalu rindu mengucapkan syukur kepada-Mu ya Bapa
Engkau hadirkan dihadapan kami dunia yang begitu indah
Ada banyak daun berguguran
Namun lebih banyak lagi yang bersemi
Ada banyak bunga yang mulai layu
Namun lebih banyak lagi bunga yang mekar
Ada banyak orang yang berpaling dari-Mu
Namun lebih banyak lagi yang kembali dalam pelukan-Mu
Kami berterimakasih pula
Engkau memberikan kami Bunda Maria
Manusia biasa seperti kami
Namun Engkau menjadikannya kudus
Maka kami mohon ya Bapa
Melalui Putera-Mu Tuhan Yesus Kristus
Jadikanlah kami kudus
Kami mohon rahmat dan kekuatan-Mu
Supaya kami memiliki hidup yang taat dan tekun
Dengan tabah hati selalu melakukan perintah-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Kamis Hari Biasa Pekan XXII
Luk 5:1
Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
Luk 5:2
Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
Luk 5:3
Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
Luk 5:4
Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
Luk 5:5
Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
Luk 5:6
Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
Luk 5:7
Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
Luk 5:8
Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
Luk 5:9
Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
Luk 5:10
demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
Luk 5:11
Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.
--------
Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.
Mungkin orang-orang di sekitar Simon Petrus juga ikut berucap:
Ngapain kamu Simon, jala-mu sudah bersih.
Gak usahlah gak bakalan dapat apa-apa.
Seringkali kita mengalami hal demikian.
Dan Roh Kudus membimbing kita dengan suara yang sangat lantang.
Namun kita lebih percaya perkataan teman, mengandalkan pengalaman dan pemikiran sendiri.
Simon Petrus nelayan profesional, ia sangat berpengalaman.
Tentunya jika menuruti pemikirannya dan dengan pertimbangan jala-nya sudah dibersihkan, ia tidak akan menuruti perkataan Tuhan Yesus.
Saya sangat yakin kita masing-masing punya pengalaman yang indah saat menuruti perintah Allah.
Apabila kita melihat setiap kejadian dengan kacamata iman.
Bahkan kejadian-kejadian kecil yang kita anggap biasa.
Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?(Mzm 85:9)
Melatih panca indera kita agar peka melihat gerak dan karya-karya Allah.
Rasa curiga dalam segala hal, salah satu contoh penghalang dalam melihat kehendak Allah.
Ada yang kemudian takut melangkah.
Ada yang karena takut gagal atau takut mengulangi kegagalan.
Berilah tempat untuk Roh Kudus di dalam hati kita.
Dengarkanlah Allah berbicara, turutilah perintah-Nya, lakukanlah dengan cara Tuhan.
Bagi yang saat ini menikmati berkat Tuhan.
Jangan lupa tersungkur di depan kaki Tuhan Yesus.
Mengucapkan syukur sekaligus memohon pengampunan atas dosa kita.
Supaya kita tidak menjadi sombong atas semua pencapaian kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 07 September 2017
Bapa di dalam sorga
Terjadilah pada kami sesuai dengan rencana dan kehendak-Mu
Semoga apapun yang telah kami lalui
Selalu menjadikan pelajaran bagi kami
Agar hidup kami semakin benar dihadapan-Mu
Kami mohon
Agar kami selalu mendengarkan Sabda-Mu
Sehingga kami terbebas dari kecenderungan mengikuti pemikiran kami sendiri
Dan lebih berhati-hati dengan kata-kata manusia
Tak ada sedikitpun yang pantas kami banggakan
Demikian pula pengetahuan kami, kecerdasan kami
Yang tidak mampu menjamin kepastian
Tetapi bersama Engkau
Kami hidup dalam kepastian
Engkau Bapa yang baik
Berlimpah kasih dan setia-Mu
Kepada orang yang selalu berseru kepada-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Lukas 4:38-44;
Luk 4:38
Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
Luk 4:39
Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
Luk 4:40
Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Iapun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
Luk 4:41
Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
Luk 4:42
Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
Luk 4:43
Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
Luk 4:44
Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.
-------
Setiap mujizat dari Tuhan Yesus selalu terkandung banyak makna.
Apabila kita melihat dengan *iman*.
Dari banyak ayat kita semua mengetahui bahwa Tuhan Yesus bisa menyembuhkan orang sakit tanpa harus mendatanginya.
Bacaan Injil pagi ini, Tuhan Yesus pergi ke rumah Petrus dan menyembuhkan ibu mertuanya.
Lalu banyak orang sakit yang disembuhkan oleh Tuhan Yesus di rumah itu.
Lalu pertanyaannya:
Apakah Tuhan Yesus ada di keluarga kita?
Dimanapun Tuhan Yesus hadir, terjadi kesembuhan, penghiburan, kedamaian dan suka cita.
Jika di keluarga kita tidak ada kedamaian, undanglah Tuhan Yesus.
Damai-Nya, penghiburan-Nya, kebaikan-Nya akan menggerakkan kita.
Lalu setiap orang di sekitar kita, ikut merasakan kedamaian dan sukacita.
Maka apabila sebagai orang Kristen, tidak bisa membawa sukacita dan damai dalam setiap aktivitas, pekerjaan dan hidup bermasyarakat,
tanyakanlah kepada diri kita sendiri:
Salib di rumah kita atau di kalung kita untuk apa?
Setiap minggu ibadat untuk apa?
Bukankah kita semua rindu mendengar orang berkata:
engkau adalah anak Allah?
Tuhan Yesus telah bangkit mengalahkan maut.
Dan Dia hidup sampai hari ini.
Undanglah Dia, berikan tempat kepada-Nya dalam hidup kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 06 September 2017
Kami percaya akan kasih setia-Mu ya Bapa
Dan kami bersyukur kepada-Mu selama-lamanya
Engkaulah yang menyembuhkan kami
Kedamaian ada dalam hidup kami
Kami mohon
Agar hanya Roh Kudus-Mu yang menggerakkan hidup kami
Engkau berikan kami kekuatan
Supaya kami menolak perintah yang bukan dari Engkau
Bentuklah kami ya Bapa
Menjadi alat-Mu
Sehingga semua orang dalam kehidupan kami
Merasakan kasih, sukacita dan kedamaian
Dan namaMu dimuliakan
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
Injil dari Lukas 6:31-37;
Luk 4:31
Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
Luk 4:32
Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
Luk 4:33
Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:
Luk 4:34
"Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
Luk 4:35
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
Luk 4:36
Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar."
Luk 4:37
Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.
----
Saya pernah mendengar suatu ungkapan bahwa agama itu hanya sekedar hiburan psikologis.
Tidaklah demikian hidup dalam kekristenan.
Kita punya Allah yang penuh kuasa.
Mampu menyembuhkan bukan hanya sekedar hiburan psikologis.
Kekristenan adalah peperangan rohani.
Melawan kehendak jahat, yang membelenggu hidup, agar meiliki kemerdekaan yang sempurna.
Yang panca-indera-nya terikat oleh keinginan dan kesenangan diri sendiri.
Hendaklah kita tidak langsung percaya terhadap apapun yang dikatakan oleh indera kita.
Ambil waktu sejenak untuk mempertimbangkannya.
Perasaan manusia sangat mudah berubah.
Saat ini gembira, 1 jam kemudian sedih, dan lain sebagainya.
Arahkan pandangan kita kepada Allah.
Cahaya-Nya mampu menembus relung hati kita yang paling dalam.
Sehingga tidak ada lagi kegelapan dalm hidup kita
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 05 September 2017
Bapa di sorga
Engkau adalah Terang dan Keselamatan kami
Kami mohon
Pancarkanlah cahaya-Mu
Untuk menembus hati kami
Semangatilah roh kami dengan segenap daya upaya agar tetap melekat kepada-Mu
Engkau yang berkuasa atas laut
Kami mohon hadirkanlah kemegahan-Mu
Dan tangan-Mu lah yang menggerakkan kami
Sehingga kami sanggup mengalahkan segala keiniginan jahat
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin
