"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Lukas 10:1-9

Luk 10:1
Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
Luk 10:2
Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
Luk 10:3
Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
Luk 10:4
Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan.
Luk 10:5
Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
Luk 10:6
Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
Luk 10:7
Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
Luk 10:8
Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
Luk 10:9
dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
--------

Lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya

Saudaraku,
jika kita adalah murid Kristus, kita belajar dari Dia dan Dia mengajarkan murid-muridnya bahwa mereka dipanggil untuk menjadi PELAYAN ALLAH.
Dengan kata lain, kita melakukan kehendak Allah, bukan kehendak kita sendiri.
Tahapan-tahapannya:
Pasrah kepada kehendak Allah.
Menyesuaikan diri dengan kehendak Allah.
Mengingini kehendak Allah.
Dan mencintai kehendak Allah.

Saudaraku,
jangan pernah ragu-ragu menjadi murid Kristus.
Perhatikan jika ada keraguan, pasti kita sedang merisaukan kehendak kita sendiri.
Hanya diperlukan sedetik saja, sebelum memulai sesuatu.
Tanyakan kepada diri kita sendiri, apakah ada keinginan diri atau bahkan cinta diri.
Jika ya, berarti kita melakukan kehendak sendiri, bukan kehendak Allah.
Tanda-tandanya sangat jelas dan mudah dikenali, jika ada "kesombongan", berarti kita sedang melayani diri sendiri.

Saudaraku,
Segala kemuliaan kepada Allah.
Ini adalah suatu pengakuan yang tegas.
Jika kita selalu menyadari itu, saya yakin hidup kita tidak akan pernah menyimpang.
Dan dimanapun kita berada, hidup kita selalu menjadi kabar baik dan membawa kedamaian.
Sebab "kesadaran akan kehadiran-Nya" akan memurnikan niat kita.
Dan coba perhatikan segala sesuatu "hasil dari pertimbanganmu sendiri", tidak berarti.
Maka marilah kita sungguh-sungguh "hidup dalam kesadaran", supaya kita tidak kehilangan "kehadiran-Nya".
Lalu dimanapun kita berada dan apapun yang kita kerjakan adalah "cerminan" murid-murid Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami selalu menyadari bahwa tanpa Engkau kami tidak bisa berbuat apa-apa
Namun kami sering mengandalkan diri kami sendiri
Kami mohon ampunilah kami
Dan kami mohon kuasailah hati dan pikiran kami dengan kehendak-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 11:47-54;

Luk 11:47
Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.
Luk 11:48
Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.
Luk 11:49
Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,
Luk 11:50
supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,
Luk 11:51
mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.
Luk 11:52
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi."
Luk 11:53
Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.
Luk 11:54
Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.
---------

Celakalah kamu ...

Saudaraku,
dengan sangat jelas Tuhan Yesus sangat membenci "kemunafikan".
Saya kira kita semua setuju, sangat sulit untuk menyembuhkan kemunafikan.
Sebab orang yang munafik adalah orang yang "mengingkari dirinya sendiri".
Maka yang bisa menyembuhkan, hanyalah dirinya sendiri.

Saudaraku,
janganlah mudah percaya kepada diri kita sendiri.
Sebab seringkali kita tidak mempunyai "pengetahuan yang cukup".
Dan jika ada seseorang yang merasa punya pengetahuan yang cukup, sesungguhnya dia justru sedang menipu dirinya sendiri.
Dalam bahasa jawa ada ungkapan: "dolanmu kurang adoh", bahasa indonesianya "pergimu kurang jauh".
Kalimat itu untuk menyadarkan seseorang yang "tidak tepat atau kurang tepat dalam menilai suatu kejadian".
Alasan yang kedua, setiap kita selalu cenderung cinta diri, lalu tentunya dalam segala hal mengutamakan kepentingan diri sendiri, tidak obyektif.

Saudaraku,
beriman didalam Kristus harus aktif.
Supaya kita bisa tetap setia hidup dalam iman di dalam Kristus.
Sebab semakin hari tantangannya juga semakin beragam.
Dengan berbagai cara kita harus rajin membarui "pustaka iman" atau "pustaka rohani" kita.
Dengan demikian kita selalu bisa dengan jelas mengenali setiap "dorongan hati".
Dan kita harus tetap bertekun dalam doa.
Supaya kita tetap setia hidup dalam kemurnian, tidak ada kemunafikan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon doronglah kami untuk selalu melihat diri sendiri dengan jujur
Dan buatlah mata kami melihat dan telinga kami mendengar
Supaya kami memiliki rahmat dan pengetahuan yang cukup
Sehingga kami tidak mudah disesatkan oleh kenunafikan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 11:42-46;

Luk 11:42
Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
Luk 11:43
Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.
Luk 11:44
Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya."
Luk 11:45
Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga."
Luk 11:46
Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun.
---------

Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun

Saudaraku,
orang Farisi dan ahli-ahli Taurat merasa sudah berjalan dengan benar, tetapi mereka tidak mengenal Allah.
Mereka membelenggu diri mereka dengan hukum dan peraturan yang tidak dapat mereka patuhi dan berpura-pura mereka bisa.
Dalam arti tertentu, orang Farisi mencoba memanipulasi Allah agar menerima mereka berdasarkan penampilan luar.
Maka benar jika Tuhan Yesus menyebut mereka seperti "kuburan" yang dilabur putih.(Bdk Mat 23:27)

Saudaraku,
dihadapan manusia kita bisa memakai topeng, tetapi tidak di hadapan Allah.
Dan sangat sulit, bahkan mustahil untuk bisa memperbaiki hidup kita di hadapan Allah, jika tidak berani melihat diri sendiri dengan jujur.
Kita harus menggunakan setiap kesempatan untuk melihat diri sendiri, secara khusus kekurangan dan kelemahan kita.
Dan menggunakan setiap kesempatan untuk membangun kehidupan rohani kita.
Seperti halnya kita lebih tertarik melihat perbuatan orang lain, sebaiknya kita memberi "porsi yang lebih banyak" untuk meihat diri sendiri.

Saudaraku,
hidup benar dihadapan Allah hanya bisa dicapai dengan susah payah.
Oleh karena itu mohonlah rahmat Allah setiap hari, supaya kita selalu bisa menjaga kemurnian hati.
Selalu bersemangat untuk mengalahkan segala bentuk hawa nafsu kedagingan.
Berlatihlah setiap hari dari hal-hal yang kecil, dari kesalahan-kesalahan kecil.
Janganlah kita "dipimpim oleh hasrat kita", tetapi "kendalikanlah" segala bentuk cinta diri.
Dan yang tidak kalau penting adalah: ketika kita melihat kekurangan orang lain, apapun itu, jadikanlah cermin untuk melihat diri kita sendiri.
Sehingga kehidupan rohani kita bertumbuh dengan baik dan berbuah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon doronglah kami dan bimbinglah kami untuk melepaskan diri dari hasrat cinta diri
Ajarilah kami untuk taat hanya kepada perintah Roh Kudus dan hanya berharap kepada-Mu
Kami sangat sadar bahwa itu tidak mudah
Tetapi kami percaya Engkau tidak pernah meninggalkan kami sendirian
Dan kami percaya rahmat-Mu lebih dari cukup untuk menjaga dan menjadi kekuatan kami supaya kami tetap setia hidup dalam kekudusan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 11:37-41;

Luk 11:37
Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.
Luk 11:38
Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.
Luk 11:39
Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.
Luk 11:40
Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?
Luk 11:41
Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.
---------

Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?

Saudaraku,
orang Farisi percaya pada tradisi dan ritual yang mereka ciptakan, sama seperti mereka percaya pada firman Tuhan.
Orang Farisi menyuruh orang lain mematuhi hukum Secara ketat, tetapi mereka tidak harus melakukannya.
Oleh karena itu Tuhan Yesus berkata kepada mereka: kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.
Mereka menempatkan penekanan besar pada pembersihan luar, dan penampilan luar.
Mereka juga memiliki peraturan tentang cara mencuci peralatan memasak dan peralatan makan.
Dari luar mereka tampak bersih, tetapi di dalamnya penuh rampasan dan kejahatan.

Saudaraku,
adalah baik kita melakukan perbuatan kasih.
Tetapi kita harus berani jujur kepada diri sendiri bahwa "motif" kita benar.
Kita harus melakukannya dari hati yang penuh belas kasih dan melakukannya untuk Tuhan.
Bukan untuk dilihat orang.
Tentu saja tidak ada salahnya berdoa di tempat umum, tetapi orang Farisi berdoa di tempat umum hanya agar dia dapat memberi KESAN kepada orang lain.
Semua yang dilakukan orang Farisi adalah untuk membuat orang lain terkesan.
Apa untungnya jika kita membuat orang lain terkesan, tetapi gagal dalam upaya kita untuk memuliakan Tuhan.
Orang Farisi "tampak benar" di hadapan Tuhan.
Mereka tampak sangat rohani.
Namun semuanya itu menyesatkan.

Saudaraku,
kejujuran dan kemurnian harus ada pada maksud kita.
Dalam setiap perbuatan kita, bila kita tidak mencari sesuatu selain agar dapat berkenan dihadapan Tuhan dan berguna bagi sesama, kita akan menikmati "kemerdekaan batin".
Jika keadaan batin kita baik dan murni, niscaya kita akan melihat segala-galanya dengan jelas dan bisa memahaminya dengan baik.
Dan hanya hati yang murni yang bisa menembus sampai ke surga.
Maka lalu setiap perbuatan baik yang sebelumnya terasa berat, akan ternyata ringan dan mudah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Tuhan Yesus
Kami mohon doronglah kami untuk berani memeriksa diri kami sendiri dengan jujur
Supaya kami tidak terlalu percaya kepada diri sendiri dan tidak merasa paling benar sendiri
Sebab seringkali kami digerakkan oleh citra diri
Dan kami mohon kuasailah hati kami dengan kehendak-Mu
Sehingga dimanapun kami berada dan dalam keadaan apapun
Setiap orang dalam kehidupan kami melihat dan mengalami belas kasih dan kuasa-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Injil Lukas 11:29-32;

Luk 11:29
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
Luk 11:30
Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
Luk 11:31
Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
Luk 11:32
Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"
---------

Orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!

Saudaraku,
bertahun-tahun kita telah menggunakan telinga untuk mendengar Sabda Tuhan.
Kidung pujian, pengajaran, kesaksian juga "alat bantu" yang kita gunakan untuk mendengar Sabda Tuhan.
Dan mari kita perhatikan, dalam banyak hal, Tuhan Yesus selalu mengingatkan kita tentang "bagaimana kita mendengar".
Dan kata-Nya: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"(Mrk 4:9)
"Mendengar" bukan hanya hanya tentang "telinga", namun mencakup "kemampuan untuk memahami".
Mari kita perhatikan Tuhan Yesus mengingatkan para murid, bahwa mereka telah menerima karunia untuk mengetahui rahasia Kereajaan Allah.
"Kepadamu diberikan karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah."(Mrk 4:11)
Telinga para murid dan telinga kita saat ini telah dibuat mendengar oleh Tuhan Yesus.
Dan Roh Kudus yang diutus oleh Allah Bapa mengajarkan segala sesuatu kepada kita.
Dan Roh Kudus, yang diutus oleh Allah Bapa, akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita dan akan mengingatkan kita akan semua yang telah dikatakan Tuhan Yesus kepada kita.(Bdk Yoh 14:26)
Oleh karena itu tingakatan kita BUKAN LAGI MENDENGAR, tetapi "KETAATAN".

Saudaraku,
kunci ketaatan adalah "menguasai kemauan".
Sudah tentu setiap orang lebih suka melakukan kehendaknya sendiri dan hanya tertarik kepada mereka yang sepaham dengan dia.
Dihadapan Allah, kita tidak bisa seperti itu, kita harus menyesuaikan dengan kehendak-Nya.
Apakah diantara kita ada yang sungguh-sungguh berhikmat sehingga dapat mengetahui segala-galanya?
Maka apa yang nampaknya baik, tidak semua harus kita turuti, supaya kita tidak mudah disesatkan.

Saudaraku,
suara Tuhan, selalu mendorong kita untuk hidup dalam "semangat pertobatan".
Perhatikan Allah yang adalah kudus, Ia mendekat kepada kita, menjadi manusia supaya kita kembali kepada kekudusan.
Maka hendaklah kesadaran itu menjadi "daya dorong" untuk selalu membangun semangat pertobatan setiap hari.
Dengan demikian kita akan selalu hidup dalam kesadaran untuk mengusahakan kekudusan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa

Allah Bapa kami
Dengan berbagai cara Engkau menyelamatkan kami
Terimakasih, Engkau bawa kami kepada Putera-Mu
Sehingga mata kami melihat hidup dan telinga kami mendengar kabar suka cita
Kami mohon rahmat kekuatan untuk hidup dalam ketaatan
Supaya dalam keadaan apapun Kau dapti kami setia

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa