Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 5:13-16;
Mat 5:13
"Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Mat 5:14
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
Mat 5:15
Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Mat 5:16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
-----------
Kamu adalah garam dunia
Saudaraku,
Kemurnian adalah salah satu makna garam dalam Injil.
Garam juga melambangkan pengorbanan, penyangkalan diri dan mati terhadap diri sendiri adalah bagian dari menjadi seorang murid.
Garam tidak akan benar-benar kehilangan rasanya kecuali jika tercampur dengan berbagai macam kotoran dan kelembapan yang melarutkan.
Perhatikan bahwa garam bukanlah untuk dirinya sendiri, garam adalah bumbu untuk makanan.
Saudaraku,
hidup kita harus bisa memberikan pengaruh positif bagi dunia.
Jika kita kehilangan "nilai-nilai Kristus", kita tidak akan lagi memberikan dampak positif.
Setiap zaman memiliki tantangan yang menjadi kesempatan bagi kita untuk mengajak diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita untuk bertobat, sembuh dan bersatu dalam belas kasih Kristus.
Mari kita perhatikan, di setiap zaman, Roh Kudus melakukan keajaiban-keajaiban.
Roh yang sama hidup dan bergerak dalam hidup kita.
Saudaraku,
orang-orang di sekitar kita tidak hanya mendengar ucapan kita, tetapi juga melihat perbuatan kita.
Menjadi "terang", bukan hanya melalui kata-kata kita, tetapi melalui harapan, sukacita, dan kasih yang seharusnya terpancar dari setiap pori-pori kita.
Mungkin kita berpikir itu mudah saat semuanya baik-baik saja dan hidup berjalan lancar, tetapi bagaimana mereka dapat melihat itu ketika kita berada dalam masa-masa sulit dan bagaimana mereka dapat melihat itu ketika kita berada di tengah persoalan-persoalan hidup?
Ketika orang-orang di sekitar kita tahu bahwa kita sedang mengalami masalah besar dalam hidup kita, tetapi melihat kita tetap hidup dalam damai dan setia dalam pengharapan, itu benar-benar "garam" dan membuat mereka "haus" akan apa yang kita miliki.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 8 Februari 2026
Tuhan Yesus
Dengan berbagai cara Engkau menjaga dan memelihara kami
Engkau menghendaki hidup kami meinjadi perwujudan belas kasih dan kuasaMu
Engkau memilih kami untuk menjadi garam dunia
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Dan jauhkanlah kami dari segala bentuk keluh kesah
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 6:30-34;
Mrk 6:30
Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
Mrk 6:31
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat.
Mrk 6:32
Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
Mrk 6:33
Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
Mrk 6:34
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
----------
Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka
Saudaraku
kisah tentang bagaimana orang-orang berbondong-bondong datang kepada Tuhan Yesus.
Sungguh menakjubkan, saat kabar tentang Tuhan Yesus menyebar, orang-orang datang kepada-Nya.
Dan ketika kerumunan semakin besar, Tuhan Yesus memandang mereka dan merasa kasihan kepada mereka.
Saudaraku,
orang yang cinta kasihnya besar, tidak lagi terpenjara oleh "keinginan dan kepentingan diri sendiri".
Ia lebih cenderung mengabdi kepada kepentingan masyarakat daripada kepada kemauannya sendiri.
Mari kita perhatikan, terkadang suatu perbuatan tampaknya seperti penuh cinta kasih, padahal sebenarnya semata-mata bersifat "kenikmatan daging" saja.
Sebab memang jarang ada orang yang bebas dari kecenderungan kemauan sendiri dan harapan atas balas jasa atau ganjaran dan dari nafsu memperoleh keuntungan.
Hanya orang yang mempunyai cinta kasih yang sebenarnya dan yang sempurna, yang mampu dalam segala hal tidak "mencari diri sendiri".
Harapannya hanya agar Tuhan dalam segala hal, dimuliakan.
Karena ia tidak pernah mencari kepuasan dirinya sendiri.
Tuhan kita Yesus Kristus adalah teladan yang sempurna.
Demikianlah kita yang peraya kepadaNya, seharusnya dalam setiap perbuatan baik kita, hanyalah semata-mata sebagai wujud cinta kasih dan pengabdian kita kepadaNya.
Saudaraku,
sabar terhadap kekurangan orang lain juga wujud belas kasih.
Dengan demikian kita juga belajar bahwa tidak seorangpun tanpa kekuarangan, termasuk diri kita sendiri.
Kesombongan dan keangkuhan tidak akan menguasai hati kita.
Sehingga hati kita selalu tergerak oleh belas kasihan.
Lalu hanya kehendak Tuhan yang terjadi dalam hidup kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 7 Februari 2026
Tuhan Yesus
Engkau adalah teladan kerendahan hati yang sempurna
Kami mohon jadikanlah hati kami seperti hatimu
Dan berilah kami rahmat kekuatan untuk hidup setia dibawah perintah
Supaya kami tidak mudah disesatkan oleh berbagai bentuk cinta diri
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 6:14-29;
Ayat 18-29:
Mrk 6:18
Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
Mrk 6:19
Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
Mrk 6:20
sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
Mrk 6:21
Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarny perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
Mrk 6:22
Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",
Mrk 6:23
lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"
Mrk 6:24
Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"
Mrk 6:25
Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
Mrk 6:26
Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
Mrk 6:27
Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
Mrk 6:28
Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
Mrk 6:29
Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.
----------
Lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!
Saudaraku,
Injil hari ini mengingatkan kita akan banyak jebakan yang ditimbulkan oleh kekuasaan, uang dan ego yang berlebihan.
Ada beberapa Herodes dalam Perjanjian Baru.
Semuanya adalah penguasa bawahan Roma, yang memberi mereka hak untuk memerintah orang lain, menerima suap dan pajak, serta mengelilingi diri mereka dengan penjilat.
Jadi mereka menambah pundi-pundi uang mereka dan citra diri mereka yang sudah tinggi.
Kita melihat kisah yang sudah familiar tentang bagaimana Yohanes Pembaptis berkhotbah menentang Herodes karena menikahi istri saudaranya, Herodias dan bagaimana Antipas ini pada dasarnya ditipu sehingga Yohanes dipenggal kepalanya.
Saudaraku,
iman lahir dari perjumpaan dengan Allah yang hidup, yang memanggil kita dan menyatakan kasih-Nya, kasih yang mendahului kita dan yang dapat kita andalkan untuk keamanan dan untuk membangun hidup kita.
Diubahkan oleh kasih ini, kita memperoleh visi baru, mata baru untuk melihat, kita menyadari bahwa itu mengandung janji besar akan penggenapan dan bahwa visi masa depan terbuka di hadapan kita.
Iman, yang diterima dari Allah sebagai karunia supranatural, menjadi terang bagi jalan kita, membimbing perjalanan kita melalui waktu.
Seperti Paulus Miki dan teman-temannya, selalu ada martir iman dan akan selalu ada.
Marilah kita berdoa untuk semua orang yang menderita penganiayaan, seperti yang dijanjikan Kristus dalam Khotbah-Nya di Bukit.
Marilah kita berdoa untuk ketabahan mereka dan juga untuk diri kita sendiri, dalam menanggung kemartiran kecil sehari-hari yang membawa rahmat bagi kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 6 Februari 2026
Allah Bapa kami
Engkaulah yang membawa kami kepada PuteraMu, Tuhan kami Yesus Kristus
Engkau menghendaki kami tunduk dan taat kepada penglihatan dan pendengaran kami akan Engkau
Belas kasih dan kuasamu, Engkau nyatakan kepada kami setiap hari
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan agar kami setia hidup didalam kasihMu
Dan jauhkanlah kami dari segala bentuk keluh kesah
Dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus dan dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Sekarang dan sepanjang segala masa.. Amin
Injil Markus 6:7-13;
Mrk 6:7
Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
Mrk 6:8
dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,
Mrk 6:9
boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
Mrk 6:10
Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
Mrk 6:11
Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."
Mrk 6:12
Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
Mrk 6:13
dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.
-----------
Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua
Saudaraku,
Tuhan Yesus memberi mereka perintah penginjilan dan memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat dan berpesan jangan membawa apa pun kecuali tongkat.
Apa yang mereka lakukan?
Mereka memberitakan pertobatan.
Mengapa orang-orang mau melakukan itu berdasarkan kata-kata para rasul?
Mereka melihat sukacita, kedamaian dan kasih di wajah mereka, sama seperti yang mereka lihat di wajah Tuhan.
Kita tidak dapat memaksakan kehendak Allah kepada orang lain, karena hati manusia itu egois dan pemberontak.
Tetapi jika kita mengizinkan Allah untuk "mengubah hati kita dan mengubah wajah kita", kita dapat menarik orang lain untuk mengikuti kehendak Allah di dalam Kristus.
Dan itu menyembuhkan roh, jiwa dan tubuh.
Saudaraku,
kita adalah "Gereja", terang Kristus itu dipantulkan di wajah kita dan bersinar dari dalam diri kita.
Santo Agustinus mengajarkan kepada kita, bahwa kita akan melihat dan kita akan mengasihi.
Bukan karena kita memiliki semua terang itu, yang akan selalu tak habis-habisnya, tetapi karena kita "masuk sepenuhnya masuk kedalam terang itu".
“Cahaya kasih yang sejati dari iman" dapat menerangi langkah kita di zaman ini, tentang kebenaran.
Kebenaran kasih menembus ke dalam hati, ke inti pribadi.
Dan kebenaran itu menuntun kita pada sebuah "perjalanan iman" sehingga memungkinkan kita untuk "bersaksi".
Cahaya iman, yang dipadukan dengan kebenaran kasih, mendengarkan Sabda Tuhan dan membiarkan diri kita digerakkan oleh Roh Kudus, kita tidak lagi hidup dengan "diri kita sendiri", tetapi belas kasih dan kuasa Allah akan terpancar dalam kehidupan kita sehari-hari.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 5 Februari 2026
Tuhan Yesus
Engkaulah yang menilih kami
Kami percaya Engkau melengkapi kami sehingga setiap orang dalam kehidupan kami mengalami belas kasih dan kuasaMu
Maka kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam ketaatan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 6:1-6;
Mrk 6:1
Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
Mrk 6:2 P
ada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
Mrk 6:3
Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
Mrk 6:4
Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."
Mrk 6:5
Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
Mrk 6:6
Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. (6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.
---------
Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya
Saudaraku,
apa penyebab ketidakpercayaan mereka?
Apa hambatan terbesar yang mereka?
Mereka dibatasi oleh apa yang dapat mereka lihat dan apa yang dapat mereka pahami.
Apa yang ada di hadapan mereka adalah Mesias, Putra Allah.
Mereka lihat adalah tukang kayu, putra Maria.
Pandangan mereka yang terbatas mencegah mereka melihat siapa Yesus sebenarnya.
Saudaraku,
kehidupan spiritual sama pentingnya dengan menghilangkan hambatan dalam hubungan alami kita dengan Tuhan, seperti halnya mengambil langkah-langkah positif menuju hubungan tersebut.
Kita secara alami bersatu dengan Tuhan.
Kita dilahirkan oleh tangan Tuhan dan dipelihara sepanjang hidup kita oleh tangan Tuhan.
Tuhan lebih dekat kepada kita daripada kita kepada diri kita sendiri.
Namun seringkali kita melupakan Tuhan atau menganggap Tuhan begitu saja, meskipun hal itu tampaknya mustahil.
Saudaraku,
bayangkan kita lumpuh total.
Kita tidak mampu makan sendiri, tetapi orang yang merupakan sahabat terdekat kita mengambil alih tugas memberi makan kita setiap kali makan, setiap hari. Rasanya mustahil kita akan menganggap orang itu sebagai hal yang biasa.
Hidup kita akan sangat bergantung pada orang itu sehingga kita akan selalu sangat menyadari kehadirannya dalam hidup kita.
Namun, Tuhan tidak hanya memberi kita makan.
Tuhan meniupkan kehidupan ke dalam diri kita setiap saat keberadaan kita.
Tetapi perbedaannya di sini adalah kita hanya mengenal Tuhan melalui iman.
Kita tidak melihat tangan Tuhan memberi kita makan.
Kita tidak merasakan Tuhan di samping kita.
Kita tidak mendengar suara Tuhan.
Semua itu membutuhkan iman.
Saudaraku,
tanpa iman, pandangan kita sangat terbatas.
Kita hanya menyadari apa yang kita lihat, cicipi, sentuh, cium dan dengar.
Tetapi itu bukanlah keseluruhan realitas.
Orang-orang yang dibesarkan dengan mengenal Yesus hanya melihat-Nya dari luar.
Karena itu mereka mengira mereka benar-benar mengenal siapa Dia.
Tetapi mereka sangat keliru.
Mereka telah memasang penghalang besar, yaitu kurangnya iman.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Rabu 4 Februari 2026
Tuhan Yesus
Kami mohon ampunilah kami jika Kau dapati kami kurang percaya
Kami serahkan hidup kami kepada pemliharanMu
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk setia hidup dalam penglihatan dan pendengaran kami kepada karyaMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
