Yohanes K. Sugiyarta
Injil Matius 10:7-13;
Mat 10:7
Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Mat 10:8
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
Mat 10:9
Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
Mat 10:10
Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
Mat 10:11
Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
Mat 10:12
Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
Mat 10:13
Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
---------
Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat
Saudaraku,
apakah kita sungguh-sungguh mengerti apa yang dimaksud Kerajaan Sorga?
Makna Kerajaan Sorga ditemukan dalam hubungan kita dengan Allah.
Jadi supaya hidup kita bisa "memberitakan Kerajaan Sorga" dan menjadi "perwujudan Kerajaan Sorga", maka kita harus selalu "terhubung dengan Allah".
Dalam hubungan kita dengan Allah, kita menemukan "identitas diri" sebagai rakyat Kerajaan Sorga.
Saudaraku,
terkadang kita sendiri yang "menciptakan batas" dalam keterlibatan kita memberitakan Kerajaan Allah.
Misalnya muncul pikiran takut dikatakan "sok suci".
Tidak apa-apa dikatakan sok suci, memang kenyataannya kita selalu berusaha untuk menjaga kekudusan.
Sebab tanpa kekudusan, kita tidak akan pernah melihat dan merasakan tangan Tuhan turut bekerja dalam hidup kita.
Saudaraku,
supaya hidup kita selalu memberitakan Kerajaan Sorga, kita harus berani membuat "batas" dengan keduniawian.
Hidup ini tidak mudah dan jika kita berani jujur, hati dan pikiran kita lebih banyak digunakan untuk melayani kenikmatan daging.
Terlalu sering kita mementingkan kebutuhan hidup kita.
Ingatlah semua bentuk godaan hal-hal duniawi hanya untuk "aktualisasi diri".
Sedangkan jika kita memberitakan Kerajaan Sorga, menuntut "pengorbanan diri".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau memilih kami untuk memberitakan Kerajaan Sorga
Kami sangat percaya Engkau akan memampukan kami
Dan menjadikan hidup kami menjadi kabar baik bagi setiap orang dalam kehidupan kami
Kami mohon mampukan kami untuk tetap setia hidup dalam ketaatan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Matius 5:1-12;
Mat 5:1
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
Mat 5:2
Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
Mat 5:3
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:4
Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
Mat 5:5
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Mat 5:6
Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
Mat 5:7
Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
Mat 5:8
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
Mat 5:9
Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
Mat 5:10
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
Mat 5:11
Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Mat 5:12
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
--------
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu
Saudaraku,
Injil Matius pagi ini sering disebut "Sabda Bahagia".
Dan nampaknya hanya orang-orang kudus yang bisa disebut "berbahagia".
Para kudus manusia biasa seperti kita.
Mereka telah melewati dan mengalami "Sabda Bahagia".
Hidup miskin, berdukacita, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hatinya, membawa damai dan ada banyak yang mengalami aniaya.
Tuhan ingin kita menjadi orang kudus, kudus di bumi dan di surga.
Maka kita harus berduka atas dosa-dosa kita dan berduka atas "perilaku berdosa" orang-orang yang ada dalam hidup kita.
Kita harus selalu membangun kesadaran untuk setia hidup dalam kekudusan.
Supaya hidup kita menjadi jalan pertobatan setiap orang yang merindukan kebahagiaan hidup didalam Allah.
Kita pun harus mendoakan mereka supaya Allah memanggil mereka untuk kembali kepada kekudusan.
Saudaraku,
kita memiliki kekurangan-kekurangan, tetapi mari kita semua berusaha dengan sungguh-sungguh.
Dan ingatlah selalu bahwa disaat kita "melaksanakan perintah Allah", Allah pasti akan melengkapi kita, apapun yang kita perlukan.
Berapa banyak "kalori rohani" yang kita perlukan, Allah akan menyediakannya.
Maka janganlah kebencian dan keluh kesah menguasai kita.
Bahkan sekalipun kita dicela, dianiaya dan difitnah, Allah akan tetap membuat kita bahagia.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Engkau menghendaki kami hidup dalam kebahagian bersama-Mu
Dan kami percaya Engkau tidak akan pernah meninggalkan kami sendirian
Maka kami mohon ampunilah ketidakpercayaan kami
Sebab kami sering dikalahkan oleh ketakutan-ketakutan kami sendiri
Kami mohon kuduskanlah hati kami dan terangilah pikiran kami dengan Cahaya Roh Kudus
Sehingga dalam keadaan apapun kami tetap hidup dalam kesadaran akan kehadiran-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Markus 3:20-35;
Ayat:
Mrk 3:28
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
Mrk 3:29
Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
Mrk 3:30
Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.
Mrk 3:31
Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia.
Mrk 3:32
Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau."
Mrk 3:33
Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?"
Mrk 3:34
Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Mrk 3:35
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."
--------
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku
Saudaraku,
kita mungkin merasa cukup dekat dengan Tuhan Yesus dan menjadi bagian dari keluarga-Nya.
Kita berpikir punya kontak dengan Tuhan Yesus karena kita rajin ibadah di gereja dan rajin berdoa.
Tetapi Tuhan Yesus tidak mengatakannyanya demikian.
Siapa yang melakukan kehendak Allah-lah yang "dekat dengan-Nya", bahkan bagian dari keluarga-Nya.
Saudaraku,
seperti apakah orang yang melakukan kehendak Allah?
Jika sesorang mengabdi kepada Tuhan dengan sukarela.
Memang nampaknya mudah tetapi mari kita melihat diri kita sendiri dengan jujur.
Apakah ketaatan kita kepada kehendak-Nya, sungguh-sungguh "tanpa syarat"?
Dan ada baiknya setiap saat kita bertanya kepada diri kita sendiri:
Apakah saat ini saya melakukan apa yang seharusnya saya lakukan?
Dengan demikian kita bisa selalu "terjaga", hanya melakukan kehendak Allah.
Saudaraku,
inilah tahapan-tahapannya pasrah kepada kehendak Allah:
Menyesuaikan diri kepada kehendak Allah.
Mengingini kehendak Allah.
Dan mencintai kehendak Allah.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau memberikan teladan kepada kami dalam ketatan, bahkan taat sampai kepada salib
Kami mohon bimbinglah kami, tuntunlah kami untuk selalu menyesuaikan diri dengan kehendak-Mu
Dan kami mohon berilah kami keberanian untuk menolak segala bentuk keinginan diri yang tidak teratur
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Lukas 2:41-51:
Luk 2:41
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.
Luk 2:42
Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.
Luk 2:43
Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.
Luk 2:44
Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.
Luk 2:45
Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.
Luk 2:46
Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
Luk 2:47
Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.
Luk 2:48
Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: "Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau."
Luk 2:49
Jawab-Nya kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?"
Luk 2:50
Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.
Luk 2:51
Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.
--------
Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah
Saudaraku,
Yusuf dan keluarganya adalah orang Yahudi yang taat, bahkan setiap tahun pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah.
Yusuf dan Bunda Maria mengetahui bahwa anaknya, Yesus adalah anak Allah.
Meskipun demikian, sebagai orangtua mereka tetap memberikan teladan ketaatan kepada Allah.
Saudaraku,
kita bisa meneladan Bunda Maria dan Santo Yusuf, walaupun mereka adalah "pilihan Allah", mereka tetap setia hidup dalam ketaatan dan rendah hati.
Tentu mata kita melihat ada orang yang hidup dalam "kesombongan rohani".
Misalnya ada yang telah merasa hidup kerohaniannya paling benar, lalu menghakimi orang lain.
Ada pula yang kemudian menyibukkan diri dalam segala bentuk aktifitas kerohanian, tetapi lalu lupa dengan tanggung jawabnya dalam kehidupan sehari-harinya.
Dan adapula yang "mencari panggung" dalam aktifitas kerohaniannya.
Saudaraku,
Tuhan Yesus mengetahui rencana Bapa, bagi Dia dan bagi kedua orangtua-Nya.
Adalah untuk bertumbuh dalam hikmat dan kasih karunia-Nya.
Kitapun selalu sadar bahwa kita adalah pilihan Allah.
Kitapun mengetahui rencana Allah bagi kita.
Yaitu supaya hidup kita selalu membawa kabar baik, belas kasih dan pengampunan Allah.
Oleh karena itu marilah kita selalu hidup dalam kesadaran dan ketaatan.
Kesadaran sebagai anak-anak Allah akan membawa kita kepada kerendahan hati dan mendorong kita untuk hidup dalam ketaatan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Allah Bapa kami
Engkau memberikan teladan yang nyata melalui Keluarga Kudus Nazareth
Sebab Engkau ingin kami hidup dalam belas kasih dan kuasa-Mu
Kami mengucap syukur, dengan berbagai cara Engkau menjaga kami agar selalu hidup dalam kesadaran dan ketaatan
Kami mohon ampunilah kekurangan dan kesalahan kami
Dan ajarilah kami setiap hari untuk berserah diri hanya kepada kehendak dan rencana-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
Injil Yohanes 19:31-27;
Yoh 19:31
Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib?sebab Sabat itu adalah hari yang besar?maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
Yoh 19:32
Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
Yoh 19:33
tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
Yoh 19:34
tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
Yoh 19:35
Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.
Yoh 19:36
Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."
Yoh 19:37
Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."
---------
Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam
Saudaraku,
hari ini hari raya "Hati Yesus Yang Mahakudus".
Hati Tuhan Yesus menjadi teladan yang luar biasa bagi kita semua.
Khususnya teladan "ketaatan", ketaatan-Nya sampai kepada salib.
Saudaraku,
ada banyak orang yang mengikuti Tuhan Yesus oleh karena roti, kesembuhan dan mujizat-mujizat lainnya.
Tetapi tidak semua pengikut-Nya taat sampai kepada salib.
Sebab ada yang jiwanya lemah karena pandangannya hanya tertuju kepada kesenangan, pangkat dan kekuasaan.
Hanya sedikit orang yang perhatiannya tertuju kepada kekayaan surgawi.
Saudaraku,
bagi orang yang sungguh-sungguh mengikuti Tuhan Yesus, pasti mengutamakan "hidup batin".
Tuntutan hidup badani di dunia ini adalah tantangan yang sangat berat.
Oleh karena itu arahkanlah selalu pandangan kita kepada "Tuhan Yesus yang disalib".
Supaya kita memperoleh kekuatan untuk "menyalibkan keinginan daging".
Sehingga dalam keadaaan apapun kita tetap teguh hidup dalam ketaatan.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa
Tuhan Yesus
Kami mohon jauhkanlah kami dari kebodohan
Kami Engkau berikan mata yang melihat dan telinga yang mendengar
Tetapi seringkali kami lebih tertarik dengan barang-barang duniawi
Dan kami mohon berilah kami kekuatan untuk menyalibkan keinginan daging setiap hari
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
