Injil Yohanes 6:1-15;
Saya kutip sebagian:
Yoh 6:8
Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
Yoh 6:9
"Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
Yoh 6:10
Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.
Yoh 6:11
Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ, demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki.
Yoh 6:12
Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih supaya tidak ada yang terbuang."
Yoh 6:13
Maka merekapun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan.
Yoh 6:14
Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia."
------------
Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?
Saudaraku,
setiap kali saya ingat mujizat 5 roti dan 2 ikan yang mengenyangkan ribuan orang, saya pun teringat lirik lagu ini:
Dia buka jalan saat tiada jalan
Dengan cara yang ajaib
Dibukanya jalanku
Mungkin ada diantara kita yang saat ini terdampak pandemi covid-19, saya tidak menulis kata-kata penghiburan.
Namun saya hanya berbagi sebuah prinsip bahwa: optimisme seharusnya adalah konsekuensi dari iman.
Tidak perlu pesimis, saya selalu percaya bahwa segala sesuatu dijinkan Allah terjadi atau yang dapat terjadi adalah yang terbaik.
Mujizat tidak akan pernah terjadi jika tidak ada orang yang percaya.
Saudaraku,
sangat menyedihkan jika seseorang membiarkan dirinya diancam oleh perasaan-perasaan.
Lebih baik sebisa mungkin hindari berpikir lagi tentang perasaan-perasaan itu.
Sebab selain akan menjadi beban, ingatan itu pula akan menutupi pandangan matanya kepada Allah.
Sikapi bahwa kesusahan ataupun kegagalan hari ini adalah "latihan" untuk sebuah kemenangan.
Marilah kita berbuat baik dan terbaik hari ini tanpa mengingat "kemarin" yang sudah berlalu.
Dan tidak perlu khawatir akan hari esok, "yang mungkin tidak pernah datang".
Mujizat Tuhan menunggu orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 24 April 2020
Allah Bapa kami
Milik-Mu lah segala yang di langit dan yang di bumi
Diri kami hidup kami pun adalah milik-Mu juga
Oleh karena itu kami percaya Engkau akan menjaga kami dan menjadikan kami yang terbaik sesuai dengan kehendak-Mu
Kami mohon ajarilah kami ya Bapa untuk tunduk dan taat kepada-Mu
Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin