"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 16:19-31;

Ayat 19-23:

Luk 16:19
"Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
Luk 16:20
Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
Luk 16:21
dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
Luk 16:22
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Luk 16:23
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
---------

Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur dan ia menderita sengsara di alam maut

Saudaraku,
apakah "kekayaan" orang itu yang mebuat ia menderita sengsara di alam maut?
Tentunya kita umat kristiani sudah sangat mengerti, bukan kekayaan yang membuat menderita di alam maut, namun bagaimana cara kita hidup dengan kekayaan itu.
Sudah menjadi perbincangan umum, ada orang ketika sedang dalam kesulitan hidup, ia rajin berdoa, beribadat dan beribadah.
Namun ketika hidupnya baik-baik saja dan kebutuhannya tercukupi, ia tidak lagi rajin berdoa.
Bahkan ibadat hari minggu pun selalu saja ada alasan untuk tidak hadir.
Ada pula yang berpikir untuk penggantinya, bisa memberikan sumbangan ke panti asuhan.
Menyumbang ke panti asuhan dan perbuatan baik adalah ibadah, dan tidak bisa dipisahkan dengan ibadat kita di gereja.
Satu dan lainnya harus saling melengkapi.

Saudaraku,
perintah Tuhan Yesus sangat-sangat jelas bahwa janganlah kita diperintah oleh daging.
Bahkan Tuhan Yesus sendiri pun memberi teladan dengan wafat di kayu salib.
Jika setiap hari kita mau memandang salib, di dalam salib itu ada pengajaran yang sangat luar biasa.
Kita harus berani menyalibkan cinta diri, dan menyerahkan hidup kita hanya untuk kemuliaan Allah.
Dan Tuhan Yesus juga telah mengajarkan caranya untuk sampai kepada tingkatan itu, yaitu berpuasa dan matiraga.
Artinya kita harus berani memberi sedikit kurang kepada daging ini, supaya tidak menjadi jerat.
Tidak mudah memang, maka kita harus membangun keinginan yang kuat bermatiraga setiap hari.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 17 Maret 2022

Tuhan Yesus
Kami mohon ampunilah segala kekurangan kami
Ampunilah kami jika kami masih mencintai dunia ini
Kami sadar dunia ini hanya sekejap
Oleh karena itu kami mohon kuasailah keinginan kami dengan Roh-Mu
Supaya keinginan daging ini tidak menjadi jerat

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)