Injil Matius 16:14-23;
Mat 16:14
Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
Mat 16:15
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
Mat 16:16
Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Mat 16:17
Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
Mat 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
Mat 16:20
Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapapun bahwa Ia Mesias.
Mat 16:21
Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
Mat 16:22
Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
Mat 16:23
Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."
---------
Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!
Saudaraku,
pertanyaan ini pun untuk kita: _Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?_
Jawaban kita sangat penting, sebab jawaban itu mempengaruhi cara hidup kita.
Petrus mengenali Yesus sebagai "Mesias", Anak Allah yang hidup.
Petrus melihat Yesus bukan hanya manusia tetapi juga ilahi.
Saudaraku,
jika kita sungguh-sungguh mengenal Yesus adalah Anak Allah yang hidup, kekristenan itu bukan tentang agama.
Agama itu tentang berbagai macam aturan-aturan ibadat, doa-doa dan tentang perbuatan-perbuatan.
Agama itu tidak serta merta mampu membuat manusia "mengenal Allah".
Jadi seorang kristiani harus bisa melihat Anak Allah yang hidup, supaya ia hidup sebagai anak Allah.
Sebagai anak Allah mampu melihat dari "dimensi Allah".
Jadi jika seorang kristiani menyikapi segala sesuatu masih dengan MATA MANUSIA, sesungguhnya ia masih terpenjara oleh KEDAGINGAN.
Mari kita gunakan "sarana-sarana keagamaan" yaitu doa-doa, ibadat, dan lainnya, supaya kita tetap hidup dalam kehadiran-Nya.
Orang yang beragama hanya melihat permukaan yang datar, orang yang hidup dalam kehadiran-Nya melihat dari dimensi Allah.
Ia melihat perbuatan-perbuatan tangan Allah, Allah yang penuh belas kasih.
Hal-hal yang mulia yang ada dalam pikirannya dan keinginan-keinginan yang suci yang ada dalam hatinya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 4 Agustus 2022
Tuhan Yesus
Seringkali kami sibuk dengan pikiran kami sendiri
Seringkali kami khawatir oleh perasaan kami sendiri
Lalu timbulah segala kehendak yang jahat
Padahal kuasa-Mu Kau nyatakan kepada kami setiap hari
Ampunilah kami ya Tuhan ampunilah kami
Kami ingin selalu hidup dalam kehadiran-Mu
Supaya kami hanya melakukan kehendak-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
