Injil Yohanes 13:1-15;
Saya kutip sebagian:
Yoh 13:3
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Yoh 13:4
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
Yoh 13:5
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
-----------
Yoh 13:12
Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu?
Yoh 13:13
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
Yoh 13:14
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu;
Yoh 13:15
sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.
------------
Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu
Saudaraku,
mengawali permenungan pagi ini saya kutipkan pula dari Filipi 2:3-4;
dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;_
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Kemarin saya mendapat kiriman renungan dari seorang Romo/Pastor, saya tersentuh dengan kalimat dalam renungan tersebut:
Keberbedaan itu membuat kita perlu membangun hidup dalam kebersamaan.
Dan ini tanggapan saya:
Ya seandainya itu disadari dengan sungguh-sungguh oleh setiap pribadi.
Sebab sesungguhnya itulah tantangan kita setiap hari sebagai pengikut Kristus.
Namun kenyataannya untung rugi lebih nampak nyata dan lebih menarik disajikan oleh dunia setiap hari.
Terlebih kebanyakan manusia "ketakutan menderita" itu sungguh teramat besar.
Saudaraku,
akibat dari kesombongan, seseorang mengira sanggup mengerjakan segala sesuatu sendirian.
Lalu jika terpaksa membutuhkan orang lain pun tidak serta merta bisa "menghargai" dan cenderung mencari kekurangan-kekurangan dengan apa yang telah dikerjakannya.
Tidak pernah menyadari apalagi mengakui bahwa kelebihan yang satu akan melengkapi kekurangan yang lainnya.
Kenyataan itu tidak mudah diterima oleh setiap orang.
Saudaraku,
pagi ini saya ajak untuk "mengenal diri sendiri", hanya dengan cara itu yang mampu menghantar kita ke kerendahan hati.
Sebab tanpa kerendahan hati tidak akan pernah bisa tergerak atau terlibat dalam *kebersamaan* dan saling membasuh kaki.
Kemudian lanjutkanlah *bercermin dengan Firman Tuhan*.
Lalu akuilah dan terimalah dengan jujur dan jantan apa yang terlihat melalui cermin itu.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 9 April 2020
Kepada-Mu ya Bapa
Sesal penuh rendah hati atas kesalahan dan kekurangan kami jadi kurban persembahan kami
Kami mohon pandanglah hamba-Mu ini
Kasihanilah dan bantulah kami
Supaya kami berani memberbaiki kekurangan kami
Sehingga semakin hari hidup kami semakin berkenan dihadapan-Mu
Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin
