Cetak halaman ini

Injil Yohanes 12:20-33;

Saya salin ayat 24-33:

Yoh 12:24
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.
Yoh 12:25
Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.
Yoh 12:26
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.
Yoh 12:27
Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini.
Yoh 12:28
Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!"
Yoh 12:29
Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia."
Yoh 12:30
Jawab Yesus: "Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu.
Yoh 12:31
Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: sekarang juga penguasa dunia ini akan dilemparkan ke luar;
Yoh 12:32
dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku."
Yoh 12:33
Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.
------------

Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah

Saudaraku,
jika biji gandum mati akan menghasilkan banyak, sunguh pengajaran yang luar biasa.
Saya pikir semua orang setuju namun tidak semua orang mampu memahami maknanya.
Perintah Tuhan Yesus sangat jelas bahwa kita harus mematikan keinginan diri yang egois supaya kita hidup.
Dan bukan hanya sekedar hidup secara jasmani namun hidup dalam damai dan belas kasih Tuhan.

Saudaraku,
saya tidak bemarksud menghakimi, namun saya melihat ada orang yang saya temui di hidup saya, yang pelit bahkan sangat pelit dan egois.
Nampak dalam sifat dan sikap, ia selalu ketakutan dalam segala hal, takut kekurangan, takut kehilangan apa yang sekarang menjadi miliknya.
Perkataannya dan responnya dalam menyikapi setiap keadaaan, tidak ada sedikitpun kedamaian.
Bahkan setiap kata dalam kalimat yang diucapkannya, mengungkapkan ia sangat takut kehilangan miliknya.
Padahal didepan matanya dinyatakan, ada banyak orang yang berbuat kebaikan dan rela berkorban untuk dirinya, namun ia tetap buta.
Dan setiap hari telinganya mendengar kabar tentang belas kasih Allah, namun bisikan ketakutan kehilangan benda-benda miliknya telah membuat telinganya tuli.

Saudaraku,
berulang kali saya menulis bahwa: tubuh ini harus diberi sedikit kurang, daripada apa yang dibutuhkannya.
Jika tidak, maka kita akan selalu menjadi budak keinginan, sulit untuk mematikan keinginan diri yang egois.
Maka mari setiap hari membarui semangat kita untuk "mati raga", dengan menjalani latihan-latihan.
Dan jika perlu ingatlah selalu bahwa orang lain telah berkorban untuk kita oleh karena ucapan kita, sikap kita dan perbuatan kita.
Mari kita sadari pula bahwa dunia berserta kenikmatannya akan hilang lenyap, bisa hari ini atau esok.
Adakah yang dapat bertahan lama di bawah matahari?

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 21 Maret 2021

Allah Bapa kami
Kami menyadari bahwa kami tidak pantas menerima penghiburan-Mu
Kami menyadari bahwa kami tidak pantas beroleh belas kasih-Mu
Terimakasih ya Bapa
Engkau dengan sabar membimbing dan menuntun kami untuk mengalahkan keinginan diri yang egois
Engkau nyatakan kuasa-Mu dihadapan kami sehingga kami tidak lagi takut menderita

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

 
Nilai butir ini
(0 pemilihan)