"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 24:13-35;

Saya kutip sebagian:

Luk 24:13
Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
Luk 24:14
dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
Luk 24:15
Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
Luk 24:16
Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.
------------
Luk 24:30
Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.
Luk 24:31
Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
Luk 24:32
Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
Luk 24:33
Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.
Luk 24:34
Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon."
Luk 24:35
Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.
------------

Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia

Saudaraku,
setiap kita hadir dalam ekaristi kudus, dan menyambut tubuh dan darah Kristus, sadarilah bahwa kita membarui "penebusan kita".
Sekaligus mengingat bahwa pemulihan perdamaian tidak pernah berhenti dan tidak pernah habis.
Oleh karena itu hendaknya selalu mempersiapkan diri untuk membarui semangat untuk semakin masuk lebih dalam lagi dalam "peristiwa penebusan".
Sehingga kita disegarkan dengan rahmat baru dan penghiburan batin, yang memelihara pengharapan kita supaya kita tetap setia menjalani hidup dalam kehendak-Nya.

Saudaraku,
ada baiknya setiap saat kita mengingat akan karya penebusan Allah itu.
Dengan demikian dalam segala hal kita selalu ingat menyerahkan terlebih dulu kepada Allah apa yang hendak kita kerjakan.
Sehingga kita terhindar dari melakukan sesuatu yang tidak berkenan dihadapan-Nya.
Sadari pula bahwa hidup kita berada dalam kurungan badan, Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.(Luk 24:16)
Maka kita membutuhkan Cahaya Kristus yang terpancar saat Ia memecah-mecahkan roti, supaya mata kita melihat Allah.

Saudaraku,
meskipun saat ini kita tidak bisa menerima Komuni Kudus, tetapi Ia tetap hadir dalam keluarga kita.
Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?(Ul 4:7)
Maka marilah kita memberikan persembahan yang terbaik kepada-Nya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 26 April 2020

Allah Bapa kami
Di atas altar-Mu
Kami letakkan segala dosa dan pelanggaran kami yang telah kulakukan di hadapan-Mu
Supaya Engkau berkenan membakar semua itu dengan api cinta kasih-Mu
Dan kami mohon sucikanlah suara hati dan pikiran kami
Sehingga kami memperoleh damai-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(0 pemilihan)