Injil Lukas 15:1-3, 11-32;
Ayat :11-14, 21-24:
Luk 15:11
Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
Luk 15:12
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
Luk 15:13
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
Luk 15:14
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
---------
Luk 15:21
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Luk 15:22
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
Luk 15:23
Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
Luk 15:24
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
---------
Bapa, aku telah berdosa
Saudaraku,
melalui perumpamaan anak yang hilang, Tuhan Yesus mengatakan kepada kita bahwa Allah sangat mengasihi kita.
Allah tidak ingin manusia binasa dalam dagingnya.
Saudaraku,
tidak mudah untuk menjaga "kekudusan", maka kita harus menyadarinya dan selalu semangat untuk mengusahakannya.
Yaitu dengan mengutamakan kerohanian.
Kata orang, itu tidak mudah.
Namun sesungguhnya tantangannya adalah diri kita sendiri.
Yaitu TAKUT menghadapi kesulitan.
Saya sampaikan lagi: "daging ini harus diberi sedikit kurang DARI apa yang dibutuhkannya", supaya ia tidak menjadi jerat.
Jangan takut dengan "ancaman daging", sebab daging pada akhirnya memang harus mati.
Gunakanlah setiap kesempatan untuk mencapai kemajuan rohani.
Dengan mengusahakan mata tetap mengarah kepada karya-karya Allah.
Saudaraku,
mari kita waspada terhadap diri sendiri.
Bangunlah semangat dan mengarahkan hasrat hanya untuk kemuliaan Allah.
Kendalikanlah hawa nafsu dalam diri kita.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Minggu 27 Maret 2022
Allah Bapa kami
Terimakasih untuk pengampunan-Mu
Terimakasih untuk pemeliharaan-Mu
Terimakasih untuk bimbingan-Mu
Terimakasih oleh karena mata ini melihat kemuliaan-Mu
Dan terimakasih Engkau nyatakan perbuatan-Mu setiap hari
Menjadi kekuatan dan penuntun kami agar tetap setia dan teguh di jalan-Mu
Kami mohon Roh Kudus-Mu senantiasa menerangi langkah kami dan kasih-Mu yang besar itu menjadi kekuatan kami
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.