"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 26:14-27, 66;

Saya kutip sebagian:

Mat 26:20
Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Mat 26:21
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
Mat 26:22
Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
Mat 26:23
Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
Mat 26:24
Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
Mat 26:25
Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."
---------

Tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan

Saudaraku,
Yudas termasuk "murid pilihan", ia dipercaya sebagai bendahara, namun ia justru memilih menjadi pengkhianat.
Kesetiaan itu menuntut pengorbanan.
Dan supaya siap berkorban, berhentilah mengelluh.
Saat mengalami kesukaran, coba arahkanlah mata kepada kesukaran-kesukaran orang lain yang lebih berat.
Maka dengan demikian kesukaran-kesukaran yang kita alamai terasa lebih ringan.
Dan semangat kita untuk menang dalam kesukaran itu semakin kuat.
Terlebih kita tidak akan mudah tergoda untuk menyimpang dan tetap setia di jalan Tuhan.
Menurut saya "menyimpang dari jalan Allah" layak disebut pengkhianat.

Saudaraku,
ada baiknya kita menyadari bahwa jalan tidak selalu rata, dan Tuhan Yesus berjanji akan menyertai kita sampai akhir zaman.
Bersiap sedialah selalu untuk berjuang selama tubuh ini masih ada, berjuanglah secara jantan dan bertahanlah dengan sabar.
Sadari pula bahwa dibalik setiap pencobaan, kesukaran dan derita selalu ada pengharapan di dalam Kristus.
Dengan demikian hati kita tidak tergoda oleh "kenikmatan jahat", yang akan menyerahkan hidup kita kepada kesenangan duniawi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Minggu 5 April 2020

Allah Bapa kami
Kami mohon perhatikanlah kelemahan tubuh kami ini dan kerapuhan jiwa kami
Kasihanilah kami dan keluarkanlah kami dari lumpur dunia
Supaya kami tidak tenggelan didalamnya
Dan bantulah kami dalam setiap usaha dengan kekuatan surgawi

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(1 Pilih)