Cetak halaman ini

Injil Matius 20:1-16;

Saya kutip ayat 1-5, 8-14:

Mat 20:1
"Adapun hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya.
Mat 20:2
Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya.
Mat 20:3
Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.
Mat 20:4
Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan merekapun pergi.
Mat 20:5
Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi.
-----------
Mat 20:8
Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu.
Mat 20:12
katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
Mat 20:13
Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Mat 20:14
Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.
Mat 20:15
Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
------------

Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?

Saudaraku,
seringkali kita menilai suatu perkara sesuai dengan kepentingan diri kita sendiri, maka ukuran-ukuran yang adil sering kita lupakan.
Seandainya kita selalu menyadari bahwa kita hidup untuk Allah, niscaya kita selalu mengucap syukur dengan apa yang kita terima hari ini.
Dan tidak mudah iri hati terhadap apapun dan siapapun.

Saudaraku,
orang-orang dunia selalu mencari dirinya sendiri dalam pekerjaannya.
Maka ia akan merasa senang dan tenteram apabila segala sesuatu berjalan sesuai dengan kehendaknya.
Namun jika sesuatu terjadi tidak sesuai dengan kehendaknya, pikirannya jadi kacau dan hatinya gundah.

Saudaraku,
Tuhan Yesus menghendaki kita menyerahkan diri kepada-Nya, supaya oleh karena cinta kasih-Nya yang besar itu, kita mampu mengatasi rasa cinta diri.
Dan mampu mengatasi segala pertimbangan akal budi, lalu hanya taat kepada kehendak-Nya.
Tuhan telah memberikan talenta kepada kita masing-masing, dan kita percaya kita menerima yang terbaik.
Kita bekerja bukan untuk manusia, tetapi untuk Allah.
Maka penuhilah juga norma-norma kehidupan rohani itu.
Sebab itulah kesepakatannya bekerja di ladang Tuhan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 18 Agustus 2021

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau percayakan kebun anggur-Mu kepada kami
Kami akan bekerja dengan rajin dan setia
Karena Engkaulah yang akan menjadi upah kami
Dan mata kami melihat mahkota-mahkota kekal para kudus di surga

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(0 pemilihan)