"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 12:39-48;

ayat 40-43:

Luk 12:40
Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."
Luk 12:41
Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
Luk 12:42
Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
Luk 12:43
Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
---------

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang

Saudaraku,
pelayan sejati akan mengutamakan kepentingan tuaanya daripada kepenringannya sendiri.
Kita adalah pelayan Tuhan, hidup kita untuk melayani Tuhan.
Tetapi Tuhan memberikan kebebasan penuh kepada kita untuk memilih.
Itulah bedanya kita dengan binatang.
Binatang mengabdi kepada hawa nafsu, tetapi manusia memiliki hati nurani dan akal budi.

Saudaraku,
untuk menjaga ketaatan kita kepada kehendak Allah sebaiknya setiap hari kita siap dan berani untuk melakukan perubahan mental, perubahan sikap dan perubahan hati.
Tantangan utama sebagai pelayan adalah tunduk kepada perintah dan ketaatan.
Nah itu tidak mudah sebab manusia cenderung melayani diri sendiri.
Saya ingatkan lagi bahwa daging ini selalu menuntut lebih dari apa yang dia butuhkan.
Maka "tanpa matiraga mustahil untuk menjadi pelayan."
Maka mrilah kita selalu membangun sikap bahwa kita adalah pelayan-pelayan Tuhan.
Coba perhatikan, banyak orang melayani sambil memikirkan dirinya sendiri.
Ada pula "yang menggunakan nama Tuhan" untuk melayani dirinya sendiri.
Saya kira kita sering mendengar banyak orang yang mengatasnamakan orang yang berkuasa untuk kepentingan diri sendiri.
Ya atau ya kemanusiaan kita pun selalu tergoda hal-hal yang demikian itu.
Sebab memang daging ini takut menderita, selalu menuntut dilayani.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 18 Oktober 2022

Tuhan Yesus
Kami sangat-sangat sadar kami akan mati dalam kedagingan
Terimakasih Engkau datang untuk menyelamatkan kami
Maka kami mohon berikanlah kami rahmat kekuatan untuk matiraga setiap hari
Supaya dalam segala keadaan, Kau dapati kami setia melakukan kehendak-Mu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)