"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 5:20-26;

Mat 5:43
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Mat 5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Mat 5:45
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Mat 5:46
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Mat 5:47
Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
Mat 5:48
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
--------

Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu

Saudaraku,
mengasihi musuh adalah "karakter ilahi", seperti Tuhan mnerbitkan matahari hari dan mnurunkan hujan kepada orang yang benar dihadaannya dan yang tidak.
Tuhan Yesus mengajak kita untuk memelihara karakter ilahi itu agar tetap tumbuh dalam hidup kita.
Tuhan Yesus memerintahkan kepada kita untuk mengasihi musuh.
Namun kita harus bisa lebih dari itu, janganlah punya musuh.
Saat kita mengalami ketidaknyamanan, sesungguhnya "rasa" itu 100% dalam kewenangan kita sendiri, bukan sesuatu diluar diri.
Jika kita mau sungguh-sungguh taat kepada Tuhan dengan memelihara cinta kasih, maka kita tidak pernah merasa punya musuh.
Ketidaknyamanan hanya seperti kerikil kecil dijalan yang kita lalui.

Saudaraku,
sampai hari ini saya tidak pernah merasa punya musuh.
Sampai hari ini saya mampu mengendalikan diri saat menerima ketidaknyamanan.
Bagi saya ketidaknyamanan itu seperti salib-salib kecil menuju golgota, untuk memperoleh kehidupan kekal bersama Tuhan Yesus.
Maka mari saya ajak untuk membangun semangat *mati raga* setiap hari.
Mati raga bukan tentang puasa, namun kita harus berani bermati raga atas semua ketidaknyamanan hidup.
Kalahkan daging, kalahkan pancaindra.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 12 Maret 2022

Tuhan Yesus
Terimakasih Engkau nyatakan perkara-perkara ilahi dihapan kami setiap hari
Semua karya-karya-Mu menjadi sumber kekuatan kami
Sehingga kami tetap setia hidup dalam belas kasih-Mu
Kami mohon kuasailah kami ya Tuhan
Supaya dimanapun kami berada mebawa kabar sukacita dan kesembuhan

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(1 Pilih)