Injil Matius 25:1-12;
Mat 23:1
Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
Mat 23:2
"Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Mat 23:3
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
Mat 23:4
Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
Mat 23:5
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
Mat 23:6
mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
Mat 23:7
mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
Mat 23:8
Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
Mat 23:9
Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
Mat 23:10
Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
Mat 23:11
Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
Mat 23:12
Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
---------
Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan
Saudaraku,
sombong? Mengapa?
1 tahun lagi, 1 bulan lagi, 1 hari lagi, 1 jam lagi, 1 menit lagi atau 1 detik lagi, bisa saja hal yang disombongkan sudah tidak ada artinya.
Ingatlah perkataan ini: diatas langit masih ada langit.
Saudaraku,
ingin yang terbaik adalah kodrat manusia.
Dan memang kita harus mengusahakan dengan maksimal pencapaian kita.
Jika semua rencana kita terwujud, janganlah mempunyai "anggapan tinggi tentang diri kita sendiri".
Adakah alasan untuk merasa lebih pintar, lebih hebat, lebih kaya atau lebih suci?
Padahal mata dan telinga kita terbatas.
Daripada sibuk membandingkan diri dengan orang lain, kenalilah diri sendiri dengan baik dan jujur.
Jika perlu sambil berdiri di depan cermin.
Dicelah-celah kesombongan, akan engkau temukan kekurangan dan kelemahanmu jika engkau mau melihatnya dan mengakuinya.
Saudaraku,
lakukanlah segala sesuatu tanpa mementingkan diri sendiri, supaya bebas dari kesombongan.
Rendah hatilah, lihatlah betapa cepatnya semua yang ada di dunia ini berlalu.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Sabtu 20 Agustus 2022
Allah Bapa kami
Kami mohon jauhkanlah kami dari sikap mementingkan diri sendiri
Tuntunlah kami supaya kami tetap rendah hati
Puaskanlah kami dengan penghiburan-Mu dan menikmati kegemberiaan dari-Mu
Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.