"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 8:5-17;

Saya kutip sebagian:

Mat 8:6
"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
Mat 8:7
Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
----------
Mat 8:13
Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
Mat 8:14
Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
Mat 8:15
Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
Mat 8:16
Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
Mat 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
-----------

Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita

Saudaraku,
setiap saya membaca kisah-kisah "mujizat", kesembuhan dari berbagai macam penyakit, sampai dengan kebangkitan lazarus dan belas kasih Tuhan Yesus yang begitu besar, saya selalu membayangkan jika saya selalu berada dekat dengan Tuhan Yesus tentunya hidup saya akan selalu berjalan baik.
Akan tetapi kenyataannya tidak mudah menjaga diri ini, hati ini, pikiran ini untuk tetap bersama Tuhan Yesus.
Rasanya godaan satu pergi dan godaan yang lain datang, bahkan selalu tampak lebih menarik.

Saudaraku,
dapat bergaul dengan Tuhan Yesus bukanlah soal yang mudah dan bertahan dalam persatuan dengan Tuhan Yesus harus selalu diperjuangkan.
Orang sulit meninggalkan dirinya sendiri, sulit mengabaikan segala sesuatu di dunia yang memang selalu tampil mempesona.
Padahal suara batin kita dengan lantang berteriak: Siapa yang dapat kita harapkan selain Allah?
Ia yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.
Dan hampir setiap saat kita mengalami saat seperti itu.
Terlebih nampak dimata kita, sekalipun orang yang sangat saleh dan hidup taat kepada Allah, pula tidak luput dari godaan.
Oleh karena itu mari bagaimanapun juga kita harus selalu mencari penghiburan Ilahi.
Sebab pengiburan Ilahi itu diberikan agar kita lebih kuat menghadapi kesulitan.
Setan tidak tidur dan daging pun belum mati, hanya bersama Allah kita mampu memikul kelemahan kita.
Ada ungkapan: Kesederhanaan adalah garam kesempurnaan.
Dan rasanya benar, jika kita hidup dalam ksederhanaan, kita tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang sebenarnya tidak kita perlukan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 27 Juni 2020

Allah Bapa kami
Kami sungguh memerlukan rahmat-Mu yang besar itu untuk mengalahkan kodrat
Yang selalu cenderung melayani keinginan daging
Walaupun didalam batin ini kami suka akan hukum-Mu
Dan kami tahu bahwa perintah-Mu baik, adil dan kudus

Allah Bapa kami
Kami tetap ingin menyatu dengan Engkau
Supaya tidak ada keraguan lagi membedakan antara yang baik dan yang jahat
Dan hanya Engkaulah yang mampu menopang kami untuk mengatasai kelemahan kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(1 Pilih)