Cetak halaman ini

Injil Markus 1:21-28

Mrk 1:21
Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
Mrk 1:22
Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
Mrk 1:23
Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
Mrk 1:24
"Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
Mrk 1:25
Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"
Mrk 1:26
Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
Mrk 1:27
Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."
Mrk 1:28
Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.
-----------

Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa

Saudaraku,
kita hidup di zaman kata-kata, kata orang, kata koran, kata televisi, kata radio, kata whatsapp, kata instagram, kata facebook dan lainnya.
Dan tidak sedikit orang yang membiarkan dirinya diperintah oleh kata-kata itu.
Sangat menyedihkan jika ada umat kristiani yang hidupnya mudah terpengaruh oleh kata-kata itu.
Bukankah pengajaran Tuhan Yesus lebih berkuasa dan ajaran-Nya adalah kuasa, pengihuran, membawa kedamian dan jalan yang benar menuju keselamatan?
Lagi pula Tuhan Yesus berfirman:
Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.(Bdk Mat 4:4)

Saudaraku,
jika ada seorang Kristiani tidak mengenali Suara Tuhan, saya 100% tidak percaya.
Seorang kristiani tidak mungkin tidak mendengar Suara Tuhan, tetapi sesungguhnya yang ada adalah tidak lagi patuh kepada Tuhan.
Saya yakin Suara Roh Kudus lebih lantang terdengar dan lebih merdu, tetapi untuk menanggapinya dibutuhkan keberanian untuk ditolak oleh dunia.
Apa urusan-Mu dengan kami, kalimat zaman ini: tidak usah sok sucil lah! Ini urusan bisnis! Toh sebagian uangnya kita bisa berikan di panti asuhan.
Satu suara lagi yang mengganggu adalah suara diri, yang pastinya selalu cenderung cinta diri.

Saudaraku,
janganlah terburu-buru menanggapi apa yang kita dengar dan apa yang kita lihat.
Saya sungguh sangat sedih banyak anak-anak Tuhan yang mudah meneruskan kabar kecemasan dengan alasan klasik biar semua teman dalam kontaknya mengetahui.
Di zaman ini hampir semua orang bergaul lewat internet, mari menahan diri supaya kita tidak terlibat meneruskan kabar kecemasan.
Lebih baik kita kabarkan semangat kristiani, menyampikan kabar sukacita dan penghiburan dari Tuhan yang membawa kesembuhan.
Kabarkan kebaikan, belas kasih, berita yang menguatkan dan kesaksian kuasa Tuhan yang menyembuhkan bukan kalimat-kalimat yang bernada kecemasan dan ketakutan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 12 Januari 2021

Tuhan Yesus
Kami mendengar suara-Mu
Kami mengerti kehendak-Mu
Kami sadar bahwa diri ini selalu ingin dihargai ingin dipuji
Kami mohon doronglah kami dan kuatkan kami
Agar kami berani untuk mati raga setiap hari
Sehingga ucapan dan perbuatan kami menjadi kabar sukacita dan kesembuhan bagi banyak orang

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)