"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 7:6, 12-14;

Mat 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
-----------
Mat 7:12
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat 7:13
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
-----------

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka

Saudaraku,
membaca Injil Matius pagi ini saya teringat surat Paulus kepada Filipi:
karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.(Fil 2:2-4)
Saat ini tantangannya sangat berat, sebab dunia tiap hari memberitahukan "kegoisan" kepada kita.
Apa yang ditawarkan oleh dunia semuanya tentang kita, yaitu keinginan dan kebutuhan kita.
Tentang memikirkan orang lain memang ada namun tak nampak jelas, misalnya apakah kita terlibat "kitabisa", atau di pembayaran toko online ada "donasi".
Seberapa tertariknya kita dengan donasi itu?
Ataukah kita lebih senang datang ke panti asuhan dan tercatat nama kita dibuku tamu/donatur?

Saudaraku,
sangat jarang kita terdorong untuk "memikirkan orang lain", dan bahkan ketika mulai mencoba rasanya sangat sulit.
Yang spontan muncul adalah curiga dan curiga, ketidakpercayaan dan perhitungan untung rugi.
Bahkan ada yang pura-pura tidak melihat orang lain disekitarnya membutuhkan bantuan, lalu pembenarannya adalah "tidak sengaja".
Apabila untuk keluarganya, orang yang dikasihinya, istri suami anak orangtua bisa menempatkan kebutuhan mereka diatas kepentingannya diri sendiri.
Maka mari lakukanlah segala sesuatu tanpa mementingkan diri sendiri, demi kasih yang murni, seakan-akan tanpa pahala.
Jika ada orang yang mengaku kristiani, tetapi hanya memikirkan dirinya sendiri, betapa miskinnya pengenalannya akan Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 23 Juni 2020

Alangkah besarnya kekayaan-Mu ya Bapa
Yang Engkau sediakan bagi mereka yang mengasihi-Mu
Kami mohon ajarilah kami untuk berserah diri hanya kepada-Mu
Supaya kami memperoleh terang dan kebebasan hati
Sehingga dapat menyangkal diri sendiri dengan sempurna

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(1 Pilih)