Injil Yohanes 5:1-16;
Ayat 1-11:
Yoh 5:1
Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
Yoh 5:2
Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
Yoh 5:3
dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Yoh 5:4
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
Yoh 5:5
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Yoh 5:6
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Yoh 5:7
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Yoh 5:8
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Yoh 5:9
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
Yoh 5:10
Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
Yoh 5:11
Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
--------
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Saudaraku,
saya melihat Injil Yohanes pagi ini bukan hanya tentang kesembuhan seorang yang sudah 38 tahun lumpuh.
Saya juga melihat tentang orang lumpuh dalam kemalasan.
Pernahkah Saudara melihat orang yang tidak berani berjuang atau takut berkompetisi?
Orang yang menyerah begitu saja dengan keadaannya, karena takut resiko.
Misalnya: bekerja begitu-gitu saja, sedangkan punya kesempatan dan kemampuan untuk meningkatkan kompetensi atau kemampuan.
Ada yang hanya pasrah dengan jenjang karir dan kerja gitu-gitu saja seperti robot.
Saudaraku,
dengarlah Tuhan Yesus memanggil: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Bangun dan kembangkan talentamu dengan maksimal.
Ingat bahwa kita dipilih untuk menjadi berkat, kabar sukacita dan kesembuhan bagi setiap orang.
Jangan mudah menyerah dengan keadaan dan jangan mau ditipu oleh keluh kesah daging.
Manfaatkanlah setiap detik dengan maksimal dan kalahkanlah rasa malas.
Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjuanglah!
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 29 Maret 2022
Tuhan Yesus
Ampunilah kemalasan kami
Ampunilah keluh kesah kami
Kami mohon sembuhkanlah kami
Dan kami mohon berilah kami semangat untuk berjuang setiap hari
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa