Cetak halaman ini

Injil Markus 7:1-13;

Saya salin ayat 1-6, 9-12;

Mrk 7:1
Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
Mrk 7:2
Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
Mrk 7:3
Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
Mrk 7:4
dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
Mrk 7:5
Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"
Mrk 7:6
Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
---------
Mrk 7:9
Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
Mrk 7:10
Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
Mrk 7:11
Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban?yaitu persembahan kepada Allah?,
Mrk 7:12
maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.
-----------

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku

Saudaraku,
"perilaku" seseorang terkait erat dengan "hatinya".
Dan saya kira Saudara setuju dengan pendapat saya ini: perilaku seseorang mencerminkan "kualitas pengendalian diri".
Perilaku bukan tentang "ucapan", lebih kepada perbuatannya.
Bagi umat kristiani, perintah Allah sudah sangat jelas:
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu._
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Mengasihi bukan tentang ucapan tetapi wujud nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Tanpa cinta kasih suatu perbuatan lahiriah tidak ada gunanya.
Sebaliknya sesuatu yang dilakukan berdasarkan cinta kasih, walaupun kecil dan sederhana akan besar manfaatnya.
Sebab Tuhan melihat keadaan batin orang yang melakukan, bukan melihat besar kecilnya pekerjaan itu.

Saudaraku,
jika tidak bisa "mematikan diri", hati akan selalu lekat kepada hal-hal duniawi.
Hari-hari sangat cepat berlalu dan keinginan-keinginan pun sesungguhnya akan cepat berlalu.
Benda-benda yang kita miliki hari ini, esok hari telah menjadi sampah.
Lalu apa gunanya kita menjadi budak keinginan hati yang tidak teratur itu?
Maka marilah kita memeriksa diri sendiri lebih mendalam dan teliti dengan terang Roh Kudus.
Supaya keinginan hati kita semakin hari semakin teratur dan dikuasai oleh keinginan baik selaras dengan dengan kehendak Tuhan.
Sehingga hidup kita tidak lagi mudah terpengaruh oleh setiap perkatan ataupun dorongan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 9 Februari 2021

Allah Bapa kami
Engkaulah yang menguji hati
Tidak mengadili menurut kedudukan dan apa yang tampak dimata manusia
Kami datang kepada-Mu
Bersujud dihadapan-Mu
Menyembah dan mengucap syukur
Sebab Engkau telah menerangi hati kami dengan Cahaya Roh-Mu
Dan kami mohon berilah kami kekuatan
Agar kami tetap setia dan taat melakukan kehendak-Mu

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Nilai butir ini
(0 pemilihan)