"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 5:43-48;

Mat 5:43
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Mat 5:44
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Mat 5:45
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Mat 5:46
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Mat 5:47
Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?
Mat 5:48
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
-----------

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna

Saudaraku,
perintah untuk menjadi sempurna seperti Baoa yang di surga sempurna, kedengarannya sangat menakutkan.
Kita melihat Musa memberi tahu bangsa Israel tentang ketetapan dan peraturan Allah, batas-batasnya agar mereka menjadi sempurna, menjadi umat kudus yang mengabdikan diri untuk penyembahan dan pelayanan-Nya.
Kesempurnaan atau kelengkapan mereka akan diakui melalui kemasyhuran dan kemuliaan yang akan mereka raih di mata semua bangsa lain.
Itulah cara Allah memberi tahu mereka bahwa mereka telah berhasil dan dengan demikian mereka akan benar-benar sempurna, benar-benar kudus.
Mereka akan diberkati karena mereka telah berjalan dalam hukum Allah, mengasihi Allah di atas segala sesuatu dan sesama seperti diri sendiri.
Sejarah menunjukkan bahwa, berulang kali mereka melanggar perjanjian dengan Allah, sehingga mereka tidak pernah benar-benar mencapai kekudusan, kesempurnaan dan kebahagiaan.
Bahkan, dibutuhkan beberapa kali pengasingan dan hilangnya kedaulatan mereka untuk membawa mereka ke situasi di mana Tuhan Yesus, Putra Allah, menemukan mereka pada abad pertama.
Dan mereka masih belum sempurna dan bahagia, bukan karena pemerintahan Romawi, tetapi karena mereka tidak mengasihi Allah di atas segala sesuatu dan sesama mereka seperti diri mereka sendiri.

Saudaraku,
ketika Tuhan Yesus bermaksud mendirikan Kerajaan Allah, umat yang benar-benar kudus, Ia pertama-tama harus mengajarkan cara hidup baru, kemudian menderita, wafat dan bangkit kembali untuk memperoleh pengampunan dan kasih karunia yang diperlukan agar kita dapat menjalani cara hidup baru itu.
Salah satu komponennya adalah sangat spesifik tentang "mengasihi sesama seperti diri sendiri".
Ia menyoroti konsekuensi tersulit dalam Khotbah di Bukit: “kasihilah musuhmu dan doakanlah orang-orang yang menganiaya kamu.” Itu sulit, bahkan jika penganiayaan itu hanyalah orang bodoh yang menghina kita atau menulis kebohongan di media soaial.

Saudaraku,
jika Allah pernah memberi kita "hanya apa yang benar-benar pantas kita dapatkan", tidak akan ada yang tersisa dari diri kita.
Semua karunia yang diberikan Allah, semua pengampunan-Nya, tidak kita peroleh.
Kita tidak pantas mendapatkan semua itu, bukan?
Jadi, kita sampai pada apa yang saya sebut doa mohon kekuatan.
Pikirkan musuh kita atau orang yang paling menyakiti kita, dan panjatkan doa ini:
Allah Bapa kami, terima kasih atas belas kasih-Mu kepada kami dan keluarga kami.
Berikanlah kepada siapapun yang telah menyakiti kami segala yang mereka butuhkan untuk semakin dekat dengan-Mu dan menaati Hukum kasih-Mu.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 16 Juni 2026

Tuhan Yesus
Engkau menghendaki kami sempurna seperti Bapa, sempurna
Kami menyadari itu tidaklah mudah
Namun kami percaya belas kasih dan kuasaMu lebih dari cukup dalam hidup kami
Maka kami mohon berilah kami kekuatan untuk setia hidup didalam belas kasihMu
Dan jadikanlah hati kami seperti hatiMu

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)