Cetak halaman ini

Injil Matius 7:1-5;

Mat 7:1
"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Mat 7:2
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Mat 7:3
Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Mat 7:4
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
Mat 7:5
Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."
---------

Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimii

Saudaraku,
kita harus bermurah hati dalam belas kasihan dan sebisa mungkin menahan diri untuk tidak menghakimi.
Kita mengabaikan kesalahan, ketidaksempurnaan dan kegagalan satu sama lain.
Kita saling mengasihi meskipun ada kesalahpahaman, perbedaan pendapat dan kekecewaan.
Jangan biarkan diri kita terbiasa mengkritik, kembangkan hati yang murah hati dalam pendapat kita tentang orang lain.
Beri mereka ruang.
Jangan mengharapkan kesempurnaan.
Santo Paulus mengajarkan kepada kita: Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima orang itu.(Roma 14:3)
Santo Paulus bermaksud, daripada berpendapat tentang benar dan salah, lebih baik kita melakukan pendekatan terhadap orang lain atas perilaku mereka.

Saudaraku,
Santo Paulus menasihati untuk menjalankan disiplin gereja dan untuk melakukan itu kita harus memiliki kemampuan yang sehat untuk membedakan antara yang benar dan yang salah, yang baik dan yang jahat.
Ia menulis kepada jemaat Korintus mengenai seorang pria yang memiliki masalah moral di gereja, dengan berkata,
Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat?
Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?
1 Korintus 5:12-13
Kedengarannya kasar sampai kita memahami apa artinya mengabaikan perilaku semacam itu.

Saudaraku,
kita harus mempraktikkan penilaian yang baik, jika tidak, Tuhan Yesus tidak akan berkata, “Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik akan ditebang dan dibuang ke dalam api.
Dengan demikian, dari buahnya kamu akan mengenal mereka.(Bdk Matius 7:19-20)
Terdapat keseimbangan yang rumit dan terkadang sulit, antara menggunakan penilaian yang baik dan menghakimi.
Dan kita semua terkadang jatuh ke dalam sikap menghakimi.
Itulah mengapa kita harus tetap dekat dengan Tuhan Yesus.
Itulah mengapa kita harus terus-menerus berani emeriksa kehidupan kita sendiri.
Dan itulah mengapa kita terus-menerus berdoa.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Senin 22 Juni 2026

Tuhan Yesus
Belas kasihMu lebih dari cukup untuk kami setia hidup dalam kasihMu
Kami mohon berilah kami keberanian untuk melihat diri sendiri dengan jujur
Supaya kami tidak mudah menghakimi apapun dan siapapun

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa

Nilai butir ini
(0 pemilihan)