Cetak halaman ini

Injil Markus 7:24-30;

Mrk 7:31
Kemudian Yesus meninggalkan pula daerah Tirus dan dengan melalui Sidon pergi ke danau Galilea, di tengah-tengah daerah Dekapolis.
Mrk 7:32
Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.
Mrk 7:33
Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.
Mrk 7:34
Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: "Efata!", artinya: Terbukalah!
Mrk 7:35
Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.
Mrk 7:36
Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapapun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya.
Mrk 7:37
Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."
--------

Ia menjadikan segala-galanya baik

Saudaraku,
jika kita masih percaya bahwa Allah yang berkuasa atas langit dan bumi dan segala isinya, ada baiknya "tidak mengambil keputusan" tanpa lebih dahulu mempertimbangkan di hadapan Allah.
Setiap saat kita harus yakin dan menyadari bahwa Allah berada di dekat kita dan setiap saat kita harus menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Jika tidak maka "perbuatan baik" yang kita lakukan hanya "perintah manusia", dan setiap orang pun bisa melakukannya.

Saudaraku,
tidak akan ada sesuatu yang baik bila tanpa rahmat Allah.
Maka bersama Tuhan Yesus, kita pun akan membuat kebaikan dan tidak mengambil "keuntungan pribadi".
Cobalah pandang dunia lalu pandang diri kita sendiri.
Apakah kita termasuk orang-orang dunia, yang selalu "mengharapkan imbalan" atas apa yang kita lakukan?
Dan termasuk yang nampak berlebihan dan serakah atau termasuk yang malu-malu tapi mau?

Saudaraku,
kita adalah anak-anak Allah, yang telah ditebus dari penguasa dunia dengan darah Kristus.
Dan harus sempurna sama seperti Bapa kita di surga adalah sempurna.
Berusaha baik terus menerus menurut saya adalah kesempurnaan, sebab dengan demikian akan selalu sadar untuk menolak keinginan yang bertentangan dengan kehendak Allah.
Maka marilah kita membina pikiran-pikiran yang mulia, supaya hanya ada keinginan-keinginan yang suci.
Memang kata orang, pintu itu sempit tetapi ada Roh Allah dalam diri kita maka pasti kita akan bisa melaluinya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 14 Februari 2020

Ya Bapa
Kami sadar bahwa Engkau telah memilih kami untuk mewujudkan karya-Mu
Namun kami sadar pula bahwa bisa saja kami terbelenggu oleh diri kami sendiri
Menjadi orang yang tamak dan hanya menyayangi diri sendiri
Oleh karena itu ya Bapa
Kami selalu mohon rahmat kekuatan-Mu
Supaya kami tidak lagi tertarik dengan hikmat duniawi

Doa permohonan ini kami sampaikan kepadamu dengan pengantaraan Yesus Kristus
Tuhan dan pengantara kami yang hidup bersama Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus
Allah sepanjang segala masa

Nilai butir ini
(1 Pilih)