"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 1:1-17;

Saya kutip ayat:12-17:

Mat 1:12
Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
Mat 1:13
Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
Mat 1:14
Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
Mat 1:15
Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
Mat 1:16
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
Mat 1:17
Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
--------

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus

Saudaraku,
Injil kita hari ini silsilah Tuhan Yesus.
Silsilah ini sangat penting sebab membuktikan kelahiran Tuhan Yesus bukan hanya mitos atau legenda.
Kelahiran Tuhan Yesus tercatat dalam sejarah orang-orang Ibrani.
Yang menarik dalam silsilah ini ada nama beberapa perempuan sebab kehidupan perempuan di zaman itu menempati kasta yang terendah dan banyak perempuan yang dijadikan budak.
Pesan Matius sangat jelas: di mata Tuhan Yesus laki-laki-perempuan, kaya-miskin, orang Farisi, pemungut cukai sama saja.
Semua manusia dikasihi oleh Tuhan.
Dan untuk itulah Tuhan Yesus lahir membawa belas kasih dan pengampunan kepada seluruh umat manusia.
Lalu permenungannya: apakah kita membeda-bedakan orang-orang yang ada dihidup kita?

Saudaraku,
seringkali menilai seseorang atau apa perbuatan seseorang padahal pikiran dan pengetahuan kita terbatas dan "ukurannya" pun dibatasi oleh "isi kepala" kita.
Lagipula ya atau ya dalam menyikapi segala sesuatu, kita tidak pernah bebas dari KEPENTINGAN DIRI.
Padahal mata kita dengan sangat-sangat jelas melihat pekerjaan-pekerjaan Tuhan Yesus.
Kita bukan Tuhan, tetapi Tuhan Yesus telah menjadikan kita sebagai anak-anak-Nya.
Ia memberi kita mata yang melihat, telinga yang mendengar dan memberi rahmat kekuatan untuk menghadirkan belas kasih-Nya dimanapun kita ditempatkan oleh Allah.
Maka marilah kita menghindari "penilaian manusia", pandanglah segala sesuatu dari "dimensi Allah".

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 17 Desember 2021

Allah Bapa kami
Terimakasih Engkau telah menjadikan kami anak-anak-Mu
Terimakasih Engkau nyatakan kuasa-Mu kepada kami setiap hari
Ampunilah kami ya Bapa
Apabila kami masih menilai orang lain
Merendahkan orang lain
Tidak menghargai orang lain
Dan menghakimi orang lain dengan pendapat kami sendiri
Kami mohon bantulah kami
Berilah rahmat kekuatan kepada kami untuk hidup sebagai anak-anak-Mu
Yang penuh dengan belas kasih dan pengampunan

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Nilai butir ini
(0 pemilihan)