Injil Matius 1:6, 18-21, 24;
Mat 1:16
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
-----------
Mat 1:18
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
Mat 1:19
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
Mat 1:20
Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
Mat 1:21
Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
-----------
Mat 1:24
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
-----------
Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus
Saudaraku,
nama Yusuf hanya disebut sedikit di dalam Injil, jadi kesan pertama yang nampak bahwa perannya hanya sedikit.
Namun kita lihat bawah ia adalah orang yang hebat, ia percaya taat kepada perintah Tuhan walaupun hanya melalui mimpi.
Beda dengan Bunda Maria, malaikat mendatanginya.
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
Saudaraku,
percaya atau tidak percaya kita harus melakukan jika kita mimpi diperintahkan Tuhan untuk berbuat baik.
Kita umat kristiani percaya kepada Allah yang hidup, Allah yang menyertai.
Maka kita dengan sangat mudah membedakan: mana kehendak manusia(diri sendiri) dan yang mana kehendak Tuhan.
Segala keinginan yang didorong oleh kenikmatan, kepuasan, kesenangan, kehormatan, kekuasaan, kebencian, pelit, egois adalah kehendak diri.
Tuhan menuntun kita untuk rendah hati dan hidup penuh belas kasih.
Dan saya yakin Tuhan dengan berbagai cara menuntun kita, sebab Ia mengasihi manusia ciptaan-Nya dan menghendaki agar semua selamat sampai hidup kekal dalam kerajaan-Nya.
Maka mari bergaul dengan Tuhan, supaya kita tetap dekat dengan-Nya dan mendengar perintahnya dan tetap dalam tuntunan-Nya.
Yaitu dengan cara tetap melakukan kehendak-Nya.
Orang kristen itu:
Tidak pelit - murah hati.
Tidak ngomongin kekurangan orang lain, tidak menghakimi - melihat dirinya sendiri.
Tidak nafsu dengan pangkat, jabatan, kekuasaan - bersyukur dalam segala keadaan dan tanggung jawab atas apa yang dipercayakan kepadanya.
Dan silahkan ditambahkan sendiri.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 19 Maret 2021
Allah Bapa kami
Engkau mengajarkan kami untuk selalu mengucap syukur dalam setiap keadaan
Namun itu tidak mudah ya Bapa
Karena daging ini selalu menolak untuk sedikit saja menderita
Maka kami mohon rahmat kekuatan-Mu ya Bapa
Supaya kami tetap teguh melakukan kehendak-Mu
Walaupun kami harus mengalami penderitaan
Sebab mata kami melihat dan telinga kami mendengar keselamatan
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin
