Injil Lukas 21:29-33;
Luk 21:29
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja.
Luk 21:30
Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat.
Luk 21:31
Demikian juga, jika kamu melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah, bahwa Kerajaan Allah sudah dekat.
Luk 21:32
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya terjadi.
Luk 21:33
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."
---------
Apabila kamu melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kamu tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat
Saudaraku,
walaupun negara kita indonesia tercinta ini bukan "negara agama" namun agama sering kali dipakai untuk menghakimi sesamanya.
Apabila ditimbang-timbang memang tampak sangat menyedihkan, yang katanya beragama namun perbuatannya menyimpang.
Lagi-lagi ungkapan "ya namanya manusia" menjadi semacam pembenaran.
Jika seorang atheis saya anggap bermata satu, tentunya seorang pemeluk agama bisa saya anggap bermata dua, satu mata manusia dan satu mata Allah.
Di alam raya ini Allah berkarya setiap hari, lalu mengapa manusia tidak melihatnya?
Saudaraku,
satu hal yang perlu kita sadari, sispakah kita manusia ini yang begitu takut akan kehilangan dunia?
Bukankah yang hari ini ada, belum tentu esok masih ada?
Mengapa tidak takut kepada Allah yang berkuasa atas hari ini dan hari esok?
Ada banyak orang yang mudah terpengaruh oleh kata-kata, sehingga istilah "penodaan" atau "penistaan" menjadi sangat populer.
Banyak orang yang merasa "diadili atau dihakimi" dengan kata-kata.
Kita sebagai orang kristiani pasti dengan sangat mudah memaafkan karena kita hidup oleh belas kasih Allah.
Namun saya tidak suka menggunakan kata memaafkan, saya terbiasa menyikapi bahwa sesuatu yang datang dari luar diri cukup mudah untuk ditaklukkan, isitilah saya: tidak sempat tersakiti, terhina atau ternodai.
Justru lebih baik fokus dengan apa yang datang dari dalam diri, supaya apa yang keluar dari dalam diri yaitu perkataan dan perbuatan kita adalah tanda bahwa kita adalah anak-anak Allah.
Saudaraku,
mari arahkanlah pandangan kita kepada Allah, sebab Ia berkuasa membebaskan kita dari segala kenistaan.
Ia akan memberikan anugerah kepada setiap orang yang berseru kepada-Nya.
Maka tinggalkanlah dirimu dan engkau akan melihat tanda itu dan engkau akan aman dijalan-Nya.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 29 Nopember 2019
Allah Bapa kami
Memang terkadang sangat berat untuk berserah diri kepada-Mu
Tubuh ini seolah-olah telah terikat oleh dunia
Kami sadar bahwa Engkau curahkan rahmat yang berlimpah
Namun seringkali tanda dunia terlihat jauh lebih menarik
Kami mohon murnikanlah hati kami dengan Roh-Mu
Supaya kami bisa terlepas dari kepentingan diri sendiri
Sehingga kehendak-Mu yang terwujud dalam hidup kami
Menjadi tanda bagi banyak orang bahwa Engkau adalah Allah yang hidup
Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin