Injil Matius 5:20-26;
Saya kutip sebagian:
Mat 5:22
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Mat 5:23
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
Mat 5:24
tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
--------
Tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu
Saudaraku,
menurut saya orang yang suka damai, lebih berguna daripada orang yang pintar atau ilmuwan.
Sebab nampaknya lebih mudah mempelajari ilmu pengetahuan daripada mengusahakan kedamaian.
Coba arahkanlah pandangan kita kepada dunia, hampir setiap detik ada caci maki, ada kebencian.
Dan yang menyedihkan yang melakukan adalah orang-orang yang terpelajar.
Saudaraku,
orang yang suka damai melihat sesuatu yang "baik" di dalam semua kejadian.
Sedangkan seorang pemarah cenderung melihat perbuatan-perbuatan yang jahat dan tidak pernah puas.
Pekerjaan yang dikerjakan orang lain diselidiki dengan sangat teliti, sedangkan pekerjaan dirinya sendiri sering diabaikan.
Lagi pula sangat lihai untuk memaafkan dirinya sendiri namun sangat sukar untuk "mengerti" perbuatan orang lain.
Saudaraku,
kunci untuk selalu hidup damai adalah "kesabaran dan kerendahan hati".
Dan barang siapa mampu menahan "sengsara" dengan baik akan memperoleh damai yang besar.
Orang seperti itulah yang layak disebut "pemenang".
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Jumat 6 Maret 2020
Kepada-Mu lah ya Bapa
Sesal penuh rendah hati atas dosa dan kesalahan kami sebagai korban persembahan kami
Sebab sesungguhnya hidup kami ini tidak layak dihadapan-Mu
Lebih sering kami mencari diri sendiri daripada menyediakan diri untuk sesama kami
Pandanglah hamba-Mu ini ya Bapa
Jadikanlah hidup kami baru dan yang berkenan kepada-Mu
Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin