Cetak halaman ini

Injil Lukas 15:1-10;

Luk 16:1
Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
Luk 16:2
Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
Luk 16:3
Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
Luk 16:4
Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
Luk 16:5
Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
Luk 16:6
Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
Luk 16:7
Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
Luk 16:8
Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
-----------

Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang

Saudaraku,
sangat menarik untuk dicermati tentang kecerdikan bendahara yang tidak jujur dalam Injil Lukas ini.
Dia menetapkan tujuan dan mencapainya.
Dia membuat rencana dan mengerjakannya.
Saya percaya kita semua menetapkan tujuan, dan saya percaya kita pun telah membuat rencana.
Lalu permenungannya; apakah kita mengerjakan rencana-rencana kita?

Saudaraku,
saya sering mendengar seseorang berkata, tidak perlu susah atau khawatir, sudahlah seperti air mengalir saja.
Tentunya kita mengikut Tuhan Yesus, tidak bisa seperti air yang mengalir, yang hanya sekedar menghadiri ibadat, sekedar mengikuti kegiatan gereja dan aktivitas lingkungan.
Kita punya tujuan dan kita pun lalu membuat rencana yang pastinya tidak menyimpang dari Injil dan dari ajaran gereja.
Bagi bendahara yang tidak jujur, tidak ada yang lebih penting daripada untuk mencapai tujuannya.
Maka pertanyaannya: sebagai orang kristiani apakah yang terpenting dalam hidup kita?

Saudaraku,
jika seorang kristiani tidak bersedia mencurahkan energi untuk imannya dan tidak mengabaikan segala kesia-siaan dunia, maka tidak akan pernah sampai kepada Tuhan Yesus.
Dan memang sering terjadi, banyak orang telah berkali-kali mendengar Injil, namun hanya sedikit yang merindukannya.
Banyak orang yang percaya mujizat Tuhan Yesus, tetapi tidak mampu membakar semangat hidupnya.
Banyak orang yang mengagumi ajaran Kristus, tetapi hanya sedikit orang yang menyesuaikan hidupnya dengan hidup Tuhan Yesus.
Karena sebagai orang kristiani sudah jelas tujuan hidup kita, maka mari berusaha untuk mencapainya dan membuat rencana dan mengerjakannya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 6 November 2020

Kepada-Mu ya Bapa
Kami serahkan akal budi kami
Karena hanya Engkaulah seluruh harapan kami
Kami mohon berilah kami pengetahuan akan Engkau
Supaya hidup kami tidak dikendalikan oleh panca indra dan keinginan daging

Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu,
Tuhan kami,
yang bersama dengan Dikau,
dalam persatuan Roh Kudus
hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Nilai butir ini
(1 Pilih)