"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 1:1-17;

Saya kutip ayat: 16-17;

Mat 1:16
Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
Mat 1:17
Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.
-----------

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus

Saudaraku,
di masyarakat Yahudi zaman Tuhan Yesus, wanita menempati derajat sosial terendah.
Dan dalam silsilah keluarga tidak pernah menempatkan nama seorang wanita.
Memang menjadi kejutan ketika Matius mengawali Injilnya dengan silsilah Tuhan Yesus dengan memasukkan nama-nama wanita: Tamar, Rahab, Ruth dan terkahir adalah Bunda Maria.
Sangat jelas Matius ingin mengatakan bahwa kelahiran Tuhan Yesus meruntuhkan tembok diskriminasi.

Saudaraku,
jika kita mau membuka mata kita lebar-lebar, nampak bahwa manusia itu suka menggolong-golongkan.
Coba mari kita lihat ada berbagai macam klub sesuai jenis mobil, motor dari harga yang termahal sampai termurah.
Disadari atau tidak disadari klub-klub itu secara tidak langsung membuat kotak-kotak eksklusif.
Terlebih mereka klub pemilik mobil mahal dan mampu membayar petugas pengawalan, menjadi nampak sangat arogan di jalan umum.

Saudaraku,
setiap manusia memiliki sudut pandangnya sendiri sesuai dengan apa yang ia peroleh dalam hidupnya.
Saya yakin kita umat kristiani dipenuhi oleh cinta kasih Allah.
Lalu tentunya kita tidak akan pernah menempatkan diri kita lebih tinggi daripada orang lain.
KIta tidak akan membangun tembok-tembok pembatas, tembok-tembok diskriminasi.
Penglihatan kita terbatas, maka mari jangan pernah selalu percaya dengan pandangan sendiri supaya tidak terjebak dalam keinginan dan kepentingan diri sendiri.
Namun mari selalu menyadari bahwa kita adalah anak-anak Allah supaya kita tidak mudah dikaburkan oleh segala hawa nafsu dan kesombongan.
Sehingga kita tidak membeda-bedakan orang lain dan tidak menghakimi orang lain.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 17 Desember 2020

Tuhan Yesus Kristus
Hati kami gembira dan mengucap syukur
Karena kehadiran-Mu menyelamatkan kami
Lihatlah setiap saat kami datang kepada-Mu, ya Tuhan
Supaya Engkau penuhi hidup kami dengan belas kasih-Mu
Sehingga kami tidak menghakimi, menghina atau merendahkan siapapun

Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa.

Nilai butir ini
(0 pemilihan)