"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Matius 17:1-9;

Saya kutip sebagian:

Mat 17:1
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
Mat 17:2
Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
Mat 17:3
Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
Mat 17:4
Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
Mat 17:5
Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
------------

Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka

Saudaraku,
melalui baptisan, kita diubah oleh kuasa Roh Kudus menjadi ciptaan baru di dalam Kristus.
Kita hidup baru dalam Roh Kudus.
Rasul Paulus mengajarkan kepada kita:
Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung.
Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
(2Kor 3:18)
Lalu tentunya tujuan utama hidup kita adalah mencerminkan kemuliaan Tuhan.
Kesombongan adalah kemuliaan yang sia-sia.

Saudaraku,
tidak terlalu sulit untuk mengetahui bujukan-bujukan, dorongan-dorongan keangkuhan.
Roh Allah selalu menyatakan kepada kita sehingga kita mengerti bisikan-bisikan cinta diri.
Roh Allah itu pula yang membuat kita menyadari dan memberikan kekuatan supaya kita sanggup mengalahkan kegelisahan-kegelisahan batin kita.
Maka mari dengan kemauan dan dibantu dengan rahmat Ilahi, kita jaga setiap tindakan kita sehingga tidak berbau kesombongan manusiawi dan kepuasan diri.
Untuk itu sangatlah bijaksana apabila tidak tergesa-gesa dalam segala hal dan tidak mudah mempercayai setiap keinginan atau dorongan.
Hidup yang baik akan membuat kita semakin bijaksana di hadapan Allah.
Dan semakin rendah hati akan semakin tunduk kepada Allah.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 6 Agustus 2020

Allah Bapa kami
Segala sesuatu di langit dan di bumi adalah milik-Mu
Kami pun ingin mempersembahkan diri kami supaya menjadi milik-Mu
Oleh karena itu kami mohon ya Bapa
Kuasailah hati dan pikiran kami dengan Roh-Mu
Pakailah hidup kami untuk kemuliaan-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

 
Nilai butir ini
(2 pemilihan)