Injil Yohanes 13:1-15;
Ayat 1-8:
Yoh 13:1
Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.
Yoh 13:2
Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.
Yoh 13:3
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.
Yoh 13:4
Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,
Yoh 13:5
kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.
Yoh 13:6
Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"
Yoh 13:7
Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."
Yoh 13:8
Kata Petrus kepada-Nya: "Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya." Jawab Yesus: "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."
--------
Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu
Saudaraku,
setiap tahun pada hari rabu sebelum hari Kamis Putih, saya selalu mendengar ungkapan ini: duuuuh besok misa kamis putih lama, ada pembasuhan kaki.
Dan setiap mendengar itupun saya tersenyum dan hati saya pun berkata, iya.
Saudaraku,
ada pengajaran yang luar biasa dalam prosesi pembasuhan kaki.
Tuhan Yesus membagikan kasih yang istimewa dengan merendahkan diri-Nya.
Dan pagi ini saya mengajak Saudara menyadari bahwa pembasuhan kaki bukan hanya tentang kerendahan hati dan melayani sesama.
Tuhan Yesus juga menghendaki supaya kita berjalan dalam kekudusan, supaya arah langkah kaki kita tetap berada di jalan Allah.
Saudaraku,
setiap manusia ingin memiliki pengetahuan yang luas dan mengembangkan diri semaksimal mungkin.
Tetapi tidak semua manusia yang menyadari ia adalah ciptaan dan harus tunduk dan taat kepada pencipta-Nya.
Lihatlah ada banyak orang yang membanggakan diri atas kecakapan dan pencapaiannya secara berlebihan.
Maka mari kita memandang diri sendiri, apakah kita cenderung ingin terihat lebih dari orang lain?
Kalau iya, kenalilah dirimu kembali dengan sungguh-sungguh.
Saudaraku,
tanpa kerendahan hati, kita tidak akan pernah sampai kepada Kristus.
Maka mari jangan cepat percaya oleh perasaan dan pikiran.
Sebab pandangan kita pun kebanyakan masih berkabut oleh karena keterbatasan kita.
Dan tundukkanlah diri di hadapan Allah dan kuasai diri, sebab kesempurnaan hidup manusia tidak akan bisa murni.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Kamis 6 April 2023
Tuhan Yesus
Setiap hari kami mencari penghormatan dan kami merasa lebih baik dari orang lain
Kami mohon ampunilah ya Tuhan dan tuntunlah kami supaya kami lebih mementingkan pengabdian kepada-Mu
Ajarilah kami untuk selalu rendah hati dan supaya kami tidak mudah percaya oleh perasaan-perasaan
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa
