"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Injil Lukas 21:20-28;

Saya kutip sebagian:

Luk 21:25
"Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
Luk 21:26
Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
Luk 21:27
Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Luk 21:28
Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."
-------

Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini

Saudaraku,
permenungan pagi ini saya awali dari Kitab Mazmur 119:104-105:
Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.
Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.
Daud "hidup dalam pengertian dari titah-titah Allah" dan Firman Allah menjadi pelita bagi kakinya.
Darimana diperoleh "pengertian-pengertian Allah", jika seseorang tidak bergaul dengan Allah?

Saudaraku,
senjata para atlit untuk menang dalam pertandingan adalah berlatih setiap hari dan terus menerus.
Tidak hanya sekedar melatih fisik namun juga belajar strategi bertanding.
Demikian pula dalam hal "iman", Tuhan Yesus telah mengatakan kepada kita bahwa hanya orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.(Bdk Mat:24:13)
Kecemasan dan ketakutan ada dalam diri setiap orang setiap detik.
Manusia selalu takut kehilangan dirinya.
Menyadari hal itu tidak akan mungkin ada damai tanpa Allah.
Lihatlah banyak orang yang hidupnya berlimpah uang dan harta, dan apa yang telah diperolehnya itu tidak berkuasa menghilangkan kecemasan.

Saudaraku,
Mari kita hanya bergaul dengan Allah, janganlah berusaha berdebat dengan dunia, sebab hal itu hanya kesia-siaan.
Namun bersikaplah tegas kepada dunia dengan "pengertian Allah" dan dengan "iman yang hidup".
Dengan demikian hidup kita akan damai sampai kepada kesudahannya.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 28 Nopember 2019

Allah Bapa kami
Kami selalu sadar bahwa kami tidak mungkin terhindar dari godaan
Dunia menyajikan kebimbangan-kebimbangan

Oleh karena itu ya Bapa
Kami mohon kuatkanlah kami dengan Sabda-Mu
Supaya akal budi ini hanya tunduk kepada Roh-Mu

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Nilai butir ini
(0 pemilihan)