Injil Yohanes 3:1-16;
Ayat 1-11:
Yoh 5:1
Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
Yoh 5:2
Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
Yoh 5:3
dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Yoh 5:4
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.
Yoh 5:5
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Yoh 5:6
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
Yoh 5:7
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
Yoh 5:8
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
Yoh 5:9
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
Yoh 5:10
Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
Yoh 5:11
Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
----------
Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah"
Saudaraku,
agama kita bukanlah daftar perintah dan larangan, melainkan tentang hubungan yang penuh kasih antara Allah Tritunggal dan ciptaan-Nya, seorang Bapa dan anak-Nya.
Tuhan Yesus telah ""menyembuhkan" kita, dan Dia juga mengatakan kepada kita: Bangkit dan berjalanlah".
Kata "berjalan" juga menyiratkan bahwa ini adalah hubungan yang terus bergerak.
Saat kita terus berjalan di jalan ini, kita seharusnya semakin dekat dengan Tuhan dan semakin dewasa dalam iman.
Bangkit dan berjalanlah, juga mengajarkan kepada kita bahwa perilaku kita seharusnya telah berubah secara dramatis seperti halnya tubuh. Seharusnya telah membuat kemajuan terus-menerus menuju kedewasaan iman.
Saudaraku,
Tuhan Yesus telah "mengubah" kita.
Belas kasih merobohkan fondadi dan tembok kemarahan dan kebencian.
Tuhan Yesus tidak mungkin membiarkan hidup seseorang biasa-biasa saja, sebab setiap kita bukan hanya menerima janji keselamatan namun juga selalu bertumbuh bersama-Nya.
Kita telah lahir baru dalam Roh dan Roh Kudus selalu mendorong dan memberikan kekuatan kepada kita untuk "bangun dan berjalan".
Hidup kita telah dipilih untuk menjadi pewarta iman dan perwujudan belas kasih dan kuasaNya.
Oleh karena itu, kita harus selalu "membangun kesadaran itu", supaya setiap saat didapatiNya, kita hidup dalam kesetiaan.
Pilihan "bangun bersama Tuhan Yesus Kristus", seharusnya diikuti dengan kesanggupan menyingkirkan segala alasan yang mungkin kita miliki.
Saudaraku,
mari kita perhatikan, sering kali mukjizat dikaitkan dengan ketaatan.
Tuhan Yesus menyuruh orang yang tangannya lumpuh untuk mengulurkan tangannya, bayangkan saja jelas ia lumpuh, tetapi Tuhan Yesus menyuruh mengulurkan tangannya dan ketika ia melakukannya, tangannya sembuh.
Ia menyuruh orang buta untuk pergi mencuci diri di kolam Silom dan ketika ia melakukannya, ia dapat melihat.
Ia menyuruh para murid untuk memberi makan 5.000 orang dengan 5 roti dan dua ikan, dan ketika mereka melakukannya, mukjizat terjadi.
Ia menyuruh penderita kusta untuk pergi dan menunjukkan diri kepada imam dan ketika mereka pergi, mereka sembuh.
Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.
Doa Hari Selasa 17 Maret 2026
Tuhan Yesus
Kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk tetap setia dalam ketaatan
Kami berserah diri kepadaMu
Dan kami mohon berilah kami rahmat kekuatan untuk mengalahkan segala bentuk ketakutan
Supaya dalam segala keadaan, Kau dapati kami setia berharap kepadaMu
Sebab Engkaulah Tuhan, pengantara kami,
Yang bersama dengan Bapa,
Dalam persatuan Roh Kudus,
Hidup dan berkuasa,
Allah, kini dan sepanjang masa