"Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"

Yohanes K. Sugiyarta

Yohanes K. Sugiyarta

Injil Matius 8:5-17;

Saya kutip sebagian:

Mat 8:6
"Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
Mat 8:7
Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
----------
Mat 8:13
Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
Mat 8:14
Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
Mat 8:15
Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia.
Mat 8:16
Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
Mat 8:17
Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."
-----------

Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita

Saudaraku,
setiap saya membaca kisah-kisah "mujizat", kesembuhan dari berbagai macam penyakit, sampai dengan kebangkitan lazarus dan belas kasih Tuhan Yesus yang begitu besar, saya selalu membayangkan jika saya selalu berada dekat dengan Tuhan Yesus tentunya hidup saya akan selalu berjalan baik.
Akan tetapi kenyataannya tidak mudah menjaga diri ini, hati ini, pikiran ini untuk tetap bersama Tuhan Yesus.
Rasanya godaan satu pergi dan godaan yang lain datang, bahkan selalu tampak lebih menarik.

Saudaraku,
dapat bergaul dengan Tuhan Yesus bukanlah soal yang mudah dan bertahan dalam persatuan dengan Tuhan Yesus harus selalu diperjuangkan.
Orang sulit meninggalkan dirinya sendiri, sulit mengabaikan segala sesuatu di dunia yang memang selalu tampil mempesona.
Padahal suara batin kita dengan lantang berteriak: Siapa yang dapat kita harapkan selain Allah?
Ia yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.
Dan hampir setiap saat kita mengalami saat seperti itu.
Terlebih nampak dimata kita, sekalipun orang yang sangat saleh dan hidup taat kepada Allah, pula tidak luput dari godaan.
Oleh karena itu mari bagaimanapun juga kita harus selalu mencari penghiburan Ilahi.
Sebab pengiburan Ilahi itu diberikan agar kita lebih kuat menghadapi kesulitan.
Setan tidak tidur dan daging pun belum mati, hanya bersama Allah kita mampu memikul kelemahan kita.
Ada ungkapan: Kesederhanaan adalah garam kesempurnaan.
Dan rasanya benar, jika kita hidup dalam ksederhanaan, kita tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang sebenarnya tidak kita perlukan.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Sabtu 27 Juni 2020

Allah Bapa kami
Kami sungguh memerlukan rahmat-Mu yang besar itu untuk mengalahkan kodrat
Yang selalu cenderung melayani keinginan daging
Walaupun didalam batin ini kami suka akan hukum-Mu
Dan kami tahu bahwa perintah-Mu baik, adil dan kudus

Allah Bapa kami
Kami tetap ingin menyatu dengan Engkau
Supaya tidak ada keraguan lagi membedakan antara yang baik dan yang jahat
Dan hanya Engkaulah yang mampu menopang kami untuk mengatasai kelemahan kami

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 8:1-4;

Mat 8:1
Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
Mat 8:2
Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
Mat 8:3
Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
Mat 8:4
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
----------

Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu

Saudaraku,
Tuhan Yesus menjamah orang yang tidak terjamah.
Di masa pandemi ini kita wajib jaga jarak untuk mengurangi resiko tertular covid-19.
Namun saya mengetuk hati Saudaraku semua yang saat ini masih hidup kecukupan untuk menjamah mereka-mereka yang terkena dampak.
Tidak kurang-kurangnya Tuhan Yesus memberi teladan tentang belas kasih dan tentang kepedulian.
Di dunia ini ada gambaran yang sangat menyedihkan, banyak orang berbicara tentang kebaikan, banyak orang berbicara tentang berbagi dan banyak orang berbicara tentang belas kasih.
Namun bila tiba saatnya untuk berkurban hanya sedikit yang mengulurkan tangan.
Cinta kasih bukan memberi uang recehan dan rasanya terlalu sulit untuk mengalahkan kekikiran.

Saudaraku,
mari melayani Allah dengan tulus, setia kepada-nya dan janganlah terlalu khawatir terhadap apapun.
Mengulurkan tangan menolong orang lain bukan tentang jumlah, namun ketulusan hati.
Ibarat kita hanya mampu memberi sehelai benang, Tuhan Yesus akan membentuk tali yang kuat dari benang-benang yang lain, sehingga akan kuat mengangkat beban berat.
Dan ada baiknya kita tidak menjadi sombong atau berbangga hati jika telah berbagi,  jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapapun, sabda Tuhan.
Sebaliknya tetap merendahkan diri dan lebih berhati-hati dalam segala perbuatan, sebab kita tidak mencari penghiburan duniawi.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Jumat 26 Juni 2020

Tuhan Yesus Kristus
Sebagaimana Engkau telah mengorbankan diri supaya kami hidup
Kami mohon berilah kami hati yang penuh belas kasih
Supaya tangan kami pun selalu siap sedia untuk menghadirkan belas kasih-Mu dalam hidup kami
Dan kami mohon ajarilah kami untuk berserah diri kepada-Mu
Sebab Engkaulah Tuhan dan pengatara kami kini dan sepanjang masa
Amin

Injil Matius 7:21-29;

Saya kutip sebagian:

Mat 7:21
Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Mat 7:22
Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Mat 7:23
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Mat 7:24
"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
Mat 7:25
Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
-----------

Yang masuk ke dalam Kerajaan Sorga, adalah dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga

Saudaraku,
untuk melakukan kehendak Bapa tentunya kita harus mengetahui lebih dulu apa kehendak-Nya.
Lalu permenungannya: bagaimana cara mengetahui kehendak Bapa?
Bagi orang-orang dunia itu sangat-sangat sulit, apalagi banyak sekali serigala yang berbulu domba, banyak kepalsuan dan kepura-puraan di dunia ini.
Namun berbahagialah kita karena Tuhan Yesus tidak membiarkan kita menebak-nebak, Tuhan Yesus mengajarkan tentang ukuran.
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.(Bdk Mat 7:16)
Tampak nyata dimata anak-anak Allah, orang yang kelihatannya baik ternyata tidak selalu berbuah baik.
Maka kita harus saling mendoakan supaya kita menerima hikmat dan pengertian yang benar.
Seperti Rasul Paulus dalam Kolose 1:9-10:
Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna.
sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.

Saudaraku,
supaya kita hidup dalam kehendaknya, kita harus menjalani hidup dalam firman-Nya dan berpendirian teguh dalam ajaran gereja.
Tentunya berpendirian teguh beda dengan keras kepala.
Selalu teringat bahwa pohon dikenal dari buahnya, kebajikan akan nampak, belas kasih akan nyata dan ketaatan bukan sekedar rutinitas.
Sehingga akan hati-hati dalam setiap keinginan dan perkataan, selalu mempertimbangkan setiap perkara dengan tenang dan seksama, apakah sesuai dengan kehendak Allah.
Dan tidak tergesa-gesa mempertahankan pendapat sendiri.
Mari hati-hati, ada kejahatan yang berbajukan kehormatan dan bahkan ada yang berbajukan kewajiban agama.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Kamis 25 Juni 2020

Allah Bapa kami
Tanpa kerendahan hati kami akan sulit memahami kehendak-Mu
Oleh karena itu kami mohon dalam kesederhanaan hati
Dan dengan kepercayaan yang sungguh-sungguh atas pengajaran-Mu
Hadirlah selalu dalam setiap sisi kehidupan kami
Dan nyatakan kuasa-Mu atas hidup kami
Supaya kami tidak mudah tergoda oleh segala kehormatan dunia
Selalu taat dan setia kepada kehendak-Mu

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin

Lukas 1:57-66, 80;

Saya kutip sebagian:

Luk 1:57
Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki.
Luk 1:58
Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.
Luk 1:59
Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,
Luk 1:60
tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."
-----------

Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya

Saudaraku,
kelahiran Yohanes Pembaptis sama ajaibnya dengan kelahiran Tuhan Yesus Kristus.
Dan saya melihat kelahiran Yohanes Pembaptis menjadi penghubung antara Perjanjian Lama dan Perjanjian baru.
Jika kita perhatikan kelahiran Yohanes Pembaptis dinubuatkan dalam kitab terakhir dalam Perjanjian Lama yaitu Maleakhi.
Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.(Mal 4:5)

Saudaraku,
menurut saya sesungguhnya kelahiran baru melalui pembaptisan juga sama ajaibnya dengan kelahiran para nabi.
Sebab semua orang yang dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus, termasuk orang-orang pilihan Allah, Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.(Bdk Yoh 15:16)
Saya sangat yakin dan percaya kita telah dipilih Allah sejak dari dalam kandungan.
Jika Yohanes Pembaptis menjadi penghubung antara Perjanjian lama dan Perjanjian Baru, melalui baptisan kita terhubung dengan Allah.
Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.(Bdk Luk 17:21)
Dan Rasul Paulus pun menegaskan:
Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus, tidak akan terjadi dalam hidup orang-orang yang tidak terhubung dengan Allah.
Oleh karena itu mari kita dengan sungguh-sungguh menjaga hidup kita supaya tetap terhubung dengan Allah, sehingga tetap berada dalam kebenaran dan membawa damai sejahtera dan sukacita.
Sebab untuk itulah kita dipilih oleh Allah, supaya rahmatnya diterima oleh banyak orang.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Rabu 24 Juni 2020

Allah Bapa kami
Kami taruh semua pengharapan kami hanya kepada-Mu
Dan setiap hari kami berseru kepada-Mu ya Bapa
Memohon agar Api Roh-Mu tetap menyala
Sehingga kami aman hidup dalam kebenaran
Dan membawa damai sejahtera dan sukacita bagi semua orang

Dengan pengantaraan Kristus dan bersama Dia dalam persekutuan dengan Roh Kudus
Kami memuliakan Dikau Allah Bapa yang Mahakuasa
Segala hormat dan kemuliaan kini dan sepanjang segala masa
Amin

Injil Matius 7:6, 12-14;

Mat 7:6
"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
-----------
Mat 7:12
"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Mat 7:13
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;
Mat 7:14
karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."
-----------

Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka

Saudaraku,
membaca Injil Matius pagi ini saya teringat surat Paulus kepada Filipi:
karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan,
dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.(Fil 2:2-4)
Saat ini tantangannya sangat berat, sebab dunia tiap hari memberitahukan "kegoisan" kepada kita.
Apa yang ditawarkan oleh dunia semuanya tentang kita, yaitu keinginan dan kebutuhan kita.
Tentang memikirkan orang lain memang ada namun tak nampak jelas, misalnya apakah kita terlibat "kitabisa", atau di pembayaran toko online ada "donasi".
Seberapa tertariknya kita dengan donasi itu?
Ataukah kita lebih senang datang ke panti asuhan dan tercatat nama kita dibuku tamu/donatur?

Saudaraku,
sangat jarang kita terdorong untuk "memikirkan orang lain", dan bahkan ketika mulai mencoba rasanya sangat sulit.
Yang spontan muncul adalah curiga dan curiga, ketidakpercayaan dan perhitungan untung rugi.
Bahkan ada yang pura-pura tidak melihat orang lain disekitarnya membutuhkan bantuan, lalu pembenarannya adalah "tidak sengaja".
Apabila untuk keluarganya, orang yang dikasihinya, istri suami anak orangtua bisa menempatkan kebutuhan mereka diatas kepentingannya diri sendiri.
Maka mari lakukanlah segala sesuatu tanpa mementingkan diri sendiri, demi kasih yang murni, seakan-akan tanpa pahala.
Jika ada orang yang mengaku kristiani, tetapi hanya memikirkan dirinya sendiri, betapa miskinnya pengenalannya akan Kristus.

Terpujilah Allah sekarang dan selama-lamanya.. Amin.
Bersyukurlah kepada Tuhan karena baiklah Dia.


Doa Hari Selasa 23 Juni 2020

Alangkah besarnya kekayaan-Mu ya Bapa
Yang Engkau sediakan bagi mereka yang mengasihi-Mu
Kami mohon ajarilah kami untuk berserah diri hanya kepada-Mu
Supaya kami memperoleh terang dan kebebasan hati
Sehingga dapat menyangkal diri sendiri dengan sempurna

Terpujilah Engkau ya Bapa
Kini dan sepanjang segala masa
Amin